Diduga Sarat Penyimpangan, DD dan Dana BUMDes Tahun 2021 – 2022 – 2023 Desa Dumpiagung Dikeluhkan Masyarakat
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Jumat, 29 Mar 2024
- visibility 275
- print Cetak

Lamongan,RI – Masyarakat Desa Dumpiagung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan melaporkan dugaan kejanggalan pada pembangunan fisik yang ada di desa setempat dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang pada tahun 2021, 2022, 2023, kepada salah satu LSM Kabupaten Lamongan.
Laporan tersebut meliputi, banyaknya pembangunan di Desa DUMPIAGUNG yang sumber dananya berasal dari Dana Desa (DD) 2023 atau pun dari anggaran Bantuan Keuangan atau BKKPD ( BK ) dialokasikan untuk pembangunan Rabat beton serta banyaknya dugaan kejanggalan pada alokasi dana yang besar di BUMDes yang ada di Desa DUMPIAGUNG.
Seperti diketahui, pada tahun 2023, Desa DUMPIAGUNG mendapatkan alokasi DD kurang lebih sebesar Rp. 900.000.000 dan mendapatkan 2 bantuan keuangan pemerintah desa (BKKPD) sebesar Rp. 150.000.000. kurang lebih Dan anggaran Bumdes 2021 – 2022 – 2023 dengan anggaran kurang lebih Rp. 150.000.000
Menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut, lembaga LSM mendatangi Kantor Desa DUMPIAGUNG guna melakukan klarifikasi terhadap Kepala Desa DUMPIAGUNG, yaitu kades NURIYANTO.
“ Sesampainya saya di lokasi kantor Desa Dumpiagung dan melihat bangunan kantor Bumdes di sebelah pendopo kantor desa Dumpiagung terlihat tidak ada isinya didalam kosong”. Ujar Hartono.
Meninjak lanjuti adanya laporan masyarakat Desa Dumpiagung LSM mencoba menayakan ke kades NURIYANTO atau SEKDES akan tetapi sampai Sekitar jam 12 siang pada hari, kamis ( 28 – 03 – 2024 ) namun ternyata Kantor Desa DUMPIAGUNG sudah tutup.
Namun pada saat dicek kondisi BUMDes, pihaknya tidak menemukan isi di dalam kios atau kantor bumdes tersebut.
“Tidak ada isi didalam kios Bumdes, nampak kosong melompong” lanjut Hartono.
“Perlu diketahui, untuk pembangunan fisik dari DD 2023 yang dilaporkan masyarakat banyak yang dipergunakan untuk pembangunan Rabat beton hal tersebut pun berbanding lurus dengan apa yang ditemukan dilapangan, hal tersebut pun mencuatkan dugaan agar pihak Pemeritah Desa DUMPIAGUNG mendapatkan keuntungan yang banyak dari pembangunan yang ada”. Tambahnya.
“Dengan adanya temuan ini, kita sebagai LSM akan melaporkannya kepada pihak berwajib,” pungkasnya.
Hingga berita ini dinaikkan, pihak media ini mencoba langsung menghubungi kepala Desa Dumpiagung yaitu kades NURIYANTO akan tetapi tidak pernah ada respon. (Har)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar