Guru Mursyid Thariqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyah: KH. Ahmad Rifai
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- visibility 93
- print Cetak

Guru Mursyid Thariqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyah KH. Ahmad Rifai
GRESIK, RI – KH. Ahmad Rifai adalah sosok tokoh spiritual yang sangat dihormati di Gresik. Beliau dikenal sebagai guru spiritual yang handal dan telah mencetak banyak murid yang kemudian menjadi guru spiritual yang berpengaruh. Metode yang digunakan oleh KH. Ahmad Rifai dalam mengajar adalah metode klasik dengan tirakat yang ketat.
Sejak kecil, KH. Ahmad Rifai telah mengalami kesulitan hidup. Beliau menjadi anak yatim piatu dari dua bersaudara dan harus berjuang sendiri untuk mencapai kesuksesan. Namun, kesulitan ini tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, beliau malah semakin giat dalam mencari ilmu dan meningkatkan spiritualitasnya.
KH. Ahmad Rifai dikenal sebagai sosok yang melanglangbuana dan melakukan tirakat di berbagai penjuru. Beliau adalah seorang tokoh besar dan guru yang sangat dihormati, namun beliau jarang mempublikasikan dirinya. Bahkan, saat itu, beliau dilarang keras memberitakan tentang dirinya.
Nama beliau semakin dikenal di kalangan para kiai saat itu, yang sama sejalur dengan jejak klasiknya yaitu tirakat. Mereka yang mengenal beliau sangat menghormati dan mengagumi kesungguhan dan ketekunan beliau dalam menjalankan tirakat dan mengembangkan spiritualitas.
Beliau merupakan Guru Mursyid Thariqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyah dari Kedungsekar Lor, Cerme, Gresik. Dengan pengalaman dan ilmunya, beliau telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dan telah mencetak banyak murid yang kemudian menjadi guru spiritual yang berpengaruh.
Menariknya, KH. Ahmad Rifai juga masih keturunan Syaikhona Kholil Bangkalan, salah satu ulama besar di Jawa Timur yang sangat berpengaruh dan dihormati di wilayah tersebut. Syaikhona Kholil dikenal sebagai seorang ulama yang memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang agama Islam, serta memiliki kemampuan spiritual yang tinggi. Beliau banyak melakukan tirakat dan riyadhoh untuk meningkatkan spiritualitasnya, dan banyak orang yang datang kepadanya untuk meminta doa dan barokah.
Namun, KH. Ahmad Rifai telah membuang label “Raden” semenjak masih ada orang tuanya, guna untuk tidak terlalu mengagungkan nasab. Hal ini menunjukkan kesederhanaan dan kerendahan hati beliau.
Salah satu hal yang paling menarik dari KH. Ahmad Rifai adalah semangatnya yang tidak pernah pudar. Beliau berjuang dari bawah dan tidak pernah mau menyodorkan permintaan bantuan atau proposal ke manapun. Bahkan, santri-santri beliau juga dilarang keras meminta bantuan dan mengatasnamakan setiap kegiatannya.
Beliau juga memiliki salah satu santri yang kuat istiqomahnya yang menonjol dari sekian banyak santri. Beliau adalah KH. Fatkhurrochman, yang berada di Gunung Petukangan, Gresik. KH. Fatkhurrochman dikenal sebagai sosok yang sangat setia dan taat kepada gurunya, KH. Ahmad Rifai. Ia menjadi contoh bagi para santri lainnya dalam menjalankan tirakat dan mengembangkan peninggalan KH. Ahmad Rifai juga masih dilakukan oleh para santri-santri beliau. Mereka terus mengembangkan dan mengamalkan ajaran-ajaran beliau, sehingga semangat dan warisan beliau tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya.
KH. Ahmad Rifai adalah contoh nyata dari seorang tokoh spiritual yang benar-benar mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Beliau adalah inspirasi bagi banyak orang dan akan selalu diingat sebagai sosok yang memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi dalam mengembangkan spiritualitas dan mengabdi kepada masyarakat.(G.Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar