Perjalanan Tirakat Bersama Sesepuh GEMBEL JATIM: Mengungkap Keindahan Alam dan Spiritualitas di Bukit Krapyak
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
- visibility 118
- print Cetak

MOJOKERTO, RI – Bukit Krapyak, yang terletak di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, adalah sebuah destinasi yang menawarkan keindahan alam dan spiritualitas yang mendalam. Terletak di jalur hutan lindung kaki Gunung Belirang, bukit ini tidak hanya memikat karena suasana sejuk dan tenangnya, tetapi juga karena aura mistis yang menyelimuti kawasan makam.
Bukit Krapyak dipercaya menyimpan jejak Raja Majapahit terakhir, Prabu Brawijaya V, serta keberadaan makam keramat Sunan Pangkat yang menjadi tujuan peziarah dari berbagai penjuru Nusantara. Sunan Pangkat, yang dikenal pula dengan nama asli Ki Danu Rajo, diyakini sebagai salah satu wali Allah. Banyak yang datang untuk ngalap berkah, terutama memohon pangkat dan derajat, sehingga nama “Pangkat” pun melekat erat pada beliau.
Dalam kunjungan khusus pada tahun 2019, Ki Rawa Sirna Pati dan Sedulur GEMBEL JATIM (Gemblengan Jatidiri Manusia) mengadakan penelusuran spiritual dan budaya di lokasi tersebut. Ki Rawa Sirna Pati menyampaikan bahwa Bukit Krapyak adalah bagian dari warisan budaya dan spiritual yang perlu dijaga dan diangkat ke permukaan publik secara luas.
Kunjungan ini juga merupakan bagian dari perjalanan napak tilas dan tirakat untuk belajar menyatukan diri dengan alam. Ki Rawa Sirna Pati dan Sedulur GEMBEL JATIM melakukan ritual dan meditasi untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan menghubungkan diri dengan alam sekitar.
“Dengan melakukan perjalanan napak tilas dan tirakat, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran spiritual dan memahami makna sejati kehidupan,” tambah Ki Rawa Sirna Pati.
Sebelum melakukan ritual dan meditasi, Ki Rawa Sirna Pati menghimbau Gus Anas dan saudara-saudara lain untuk tetap menjaga etika selama perjalanan awal Suro.
“Mari kita semua menjaga etika dan sopan santun selama perjalanan, serta menghormati tempat-tempat yang kita kunjungi,” tambah Ki Rawa Sirna Pati.
Perjalanan ini tidak hanya berhenti di Bukit Krapyak saja, namun juga menjelajahi dan tirakat melekan sampai di area Pamuksan Brawijaya V. Di sini, Ki Rawa Sirna Pati dan Sedulur GEMBEL JATIM melakukan ritual dan meditasi untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan menghubungkan diri dengan leluhur.
“Kami ingin merasakan dan memahami energi spiritual yang ada di tempat ini,” tambah Ki Rawa Sirna Pati.
Kunjungan ini dilakukan pada saat awal Suro, bulan yang dianggap suci oleh masyarakat Jawa. Pada bulan ini, banyak orang melakukan ritual dan meditasi untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan memohon berkah.
“Saat awal Suro, energi spiritual di tempat ini sangat kuat dan kami merasa sangat beruntung dapat melakukan ritual dan meditasi di sini,” tambah Ki Rawa Sirna Pati.
Di sana, kami se-saudaranya sempat dijamu ala kadarnya oleh seseorang yang sudah lama di sana yang tinggal di gubug di dekat area pamuksan Brawijaya V. Beliau menyambut kami dengan hangat dan memberikan kami makanan sederhana namun penuh makna.
“Kami merasa sangat berterima kasih atas jamuan yang diberikan oleh beliau,” tambah Ki Rawa Sirna Pati.
Dengan dokumentasi yang dilakukan oleh Radar Indonesia pada tahun 2019, kami berharap dapat membagikan pengalaman spiritual ini kepada masyarakat luas dan menginspirasi mereka untuk melakukan perjalanan suci serupa.
Dengan demikian, kita dapat menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan damai, serta mencapai tujuan akhir yang mulia. Amin.
(G.Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar