Audiensi Walikota Probolinggo Bersama Prof Masami Isoda Dari University of Tsukuba,Jepang, Bersama Tim Dari SEAMOLEC dan SEAQIM
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Pemerintah Kota Probolinggo terus membuka ruang kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya penguatan kemampuan numerasi, pembelajaran matematika, sains, serta pengembangan robotik dan teknologi. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Prof. Masami Isoda dari University of Tsukuba, Jepang, beserta tim dari SEAMOLEC dan SEAQIM, Selasa (18/8) siang, di Paseban Sena Ballroom, Hotel & Resto.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan penguatan kapasitas guru dan siswa yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Hadir dalam kegiatan tersebut tim guru dari University of Tsukuba, Direktur SEAMOLEC Cahya Kusuma Ratih, Direktur SEAQIM Sri Wulandari Danoebroto, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo.
Prof. Masami Isoda sendiri merupakan ahli pendidikan matematika dari Jepang yang turut berkontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran matematika. Sejumlah buku karya Prof. Isoda juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas oleh guru di Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyambut positif kehadiran Prof. Masami Isoda dan tim. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi momentum berharga bagi Kota Probolinggo untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan langsung mengenai metode pembelajaran yang dikembangkan di Jepang.
“Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan sistem pendidikan, literasi dan pengetahuan murid-murid kita. Tidak semua daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pembelajaran langsung dari ahlinya,” ujar dr. Aminuddin.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Pemkot Probolinggo, katanya, siap memberikan dukungan agar transfer pengetahuan kepada guru dan siswa dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Kalau tidak memungkinkan dilakukan melalui kunjungan, bisa dilanjutkan melalui pertemuan secara daring. Yang terpenting, pengetahuan tentang bagaimana matematika seharusnya diajarkan dan dikembangkan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak kita,” jelasnya.
Lebih jauh, Wali Kota Amin menyampaikan bahwa pembelajaran matematika dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kemampuan berpikir logis yang kemudian dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk teknologi dan robotik.
Orang nomor satu di kota dengan ikon Bersolek ini bahkan berharap, Kota Probolinggo dapat menjadi pilot project atau percontohan pengembangan program tersebut, sebelum diperluas ke daerah lain di Jawa Timur maupun Indonesia.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Apa yang dibutuhkan Profesor dan tim, sepanjang dapat kami berikan, akan kami dukung melalui Dinas Pendidikan. Harapan saya program ini tidak berhenti di sini, tetapi berjalan sampai benar-benar siap dan dapat menjadi pusat pengembangan, baik di Jawa Timur maupun Indonesia,” tegasnya.
Melalui dukungan berkelanjutan, pihaknya berharap pengalaman yang diperoleh dari program bersama Prof. Masami Isoda, SEAMOLEC dan SEAQIM dapat dikembangkan menjadi praktik baik yang memberi dampak lebih luas bagi dunia pendidikan di Kota Probolinggo, Jawa Timur, hingga tingkat nasional.
Sementara itu, Direktur SEAMOLEC Cahya Kusuma Ratih didampingi Kepala Disdikbud Setiorini Sayekti mengungkap, Kota Probolinggo dipilih sebagai satu-satunya wilayah kabupaten/kota di Indonesia dalam kegiatan tersebut untuk mengimplementasikan pendekatan pembelajaran matematika yang menyenangkan sekaligus membangun kemampuan berpikir logis dan numerasi siswa, dengan menghadirkan Prof. Masami Isoda sebagai expert di bidang matematika fundamental.
“Kegiatan ini sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian selama tiga hari. Prof. Masami Isoda ingin mengembangkan dan mengimplementasikan keahliannya di Kota Probolinggo. Yang ingin dibangun adalah bagaimana memberikan pembelajaran matematika yang menyenangkan, tetapi juga mampu memberikan dasar berpikir logis bagi anak-anak,” terang perempuan asal Kentangan Kelurahan Curahgrinting itu.
Ia menambahkan, pada kegiatan berikutnya akan dilaksanakan open classroom atau lesson study. Dalam kegiatan ini, guru dapat mengamati secara langsung bagaimana metode pembelajaran matematika diterapkan oleh pengajar dari Jepang kepada siswa.
“Guru tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi melihat langsung bagaimana pembelajaran berlangsung di kelas. Mereka bisa mengobservasi, kemudian belajar dari proses tersebut dan mendalami lebih lanjut melalui buku yang ditulis Prof. Isoda, yang sudah tersedia dalam bahasa Indonesia,” jelasnya.
Kegiatan itu, lanjutnya, menyasar guru dan siswa jenjang SD dan SMP. Di mana siswa akan mendapatkan pengalaman mengikuti pembelajaran dengan pendekatan yang berbeda, sementara guru memperoleh kesempatan untuk mempelajari metode pengajaran secara langsung.
Cahya berharap metode tersebut dapat membuat pembelajaran matematika menjadi lebih friendly bagi siswa, sekaligus memperkuat kemampuan numerasi. Setelah kegiatan, guru juga diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran secara berkelanjutan melalui kelompok-kelompok guru atau MGMP untuk mengeksplorasi dan membedah lebih lanjut materi yang diberikan.
Selain matematika, rangkaian kegiatan juga diarahkan pada penguatan sains dan robotik. Program tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini, termasuk penguatan coding dan kecerdasan artifisial (AI).
Dari sisi pengembangan kapasitas pendidik, tim SEAQIM juga mendorong keterlibatan guru dari Kota Probolinggo dalam berbagai program pelatihan. Program SEAQIM sendiri berfokus pada peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam bidang matematika dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Selain itu, diperkenalkan pula peluang keterlibatan Kota Probolinggo dalam program Southeast Asia Primary Learning Matrix (CPLM) yang tidak hanya berorientasi pada asesmen, tetapi juga terintegrasi dengan capacity building. Program ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk melihat capaian pendidikan pada skala regional Asia Tenggara dengan standar internasional. (suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar