Kegiatan Bongkar Muat BBM Ilegal Di Kelurahan Mandawai Tidak Tersentuh Penegak Hukum

FOTO : Aktivitas Bongkar Muat Solar Ilegal Sedang Berlangsung.

PANGKALAN BUN – RI, Aktivitas bongkar muat BBM ilegal jenis Solar yang berada di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Provinsi Kalimantan Tengah, tidak tersentuh Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polres Kobar, pasalnya aktivitas bongkor muat BBM ilegal ini dengan posisi hanya kurang lebih 3-4 Km dari Mapolres Kobar.

Terkuaknya hal ini karena waktu Radar Indonesia dan beberapa orang Awak Media lain melaksanakan Liputan Banjir yang ada di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan Kobar, Kalteng, tanggal 22/7/2020, secara kebetulan terdapat aktivitas sedang melakukan bongkar muat Solar ilegal tersebut.

Dari kecurigaan itulah, Radar Indonesia berserta Rekan-rekan Media, menghubungi Kapolres Kotawaringin Barat, terkait dengan adanya bongkar muat Solar ilegal.

Kapolres Kobar, AKBP E. Dharma B. Ginting. SH. SIK, MH. tidak menjawab. Pasalnya waktu itu aktivitas sedang berlangsung. Pada tanggal 23/7/2020 Radar Indonesia beserta Rekan-rekan Media, menghubungi Kapolres Kobar AKBP E. Dharma B. Ginting. SH. SIK, MH. melalui Whats App ijin mau menghadap mengkonfirmasi terkait aktivitas bongkar muat Solar ilegal di Kelurahan Mendawai, yang sudah di informasikan pada tanggal 22/7/2020. Tapi Dharma hanya mejawab, mengetik berberapa kata, “saya di Sampit dan informasi itu akan kami dalami dan kami cek dulu kebenarannya,” ucap Dharma.

Padahal sudah di kirimkan beberapa foto dan video dari kamera tersembunyi saat kegiatan bongkar muat dugaan Solar ilegal di TKP berlangsung.

Yang menjadi pertanyaan apakah di Kelurahan Mendawai ini dibuka Depo Pertamina ? Sehingga Dharma tidak yakin informasi yang disampai oleh Pres. Hingga tidak percaya bahwa adanya aktivitas mengangkat Solar dari Kapal yang mampu bermuatan puluhan ton lebih Solar, ini terlihat menggunakan Mesin Alkon sebagai Alat Penyedotannya untuk memindahkannya ke Tengki.

Yang lebih mengherankan lagi, Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditia Dhani, SH,SIK,MH. waktu di konfirmasi tanggal 22/7/2020 jam 18.32. WIB, baru menjawab sehari kemudian yaitu tanggal 23/7/2020 jam 14.41 WIB via WA mengirim pesan beserta videonya di lokasi. Mengatakan, “sorry kami lagi Lidik yang lain,” katanya simpel.

Renda juga mengatakan bahwa pihak Satreskrim Polres Kobar sedang Lidik di tempat lain, dalam kasus pencurian pakaian dalam wanita yang mersahkan warga.

Besar kemungkinan satuan Resort Kriminal Polres Kobar kekurangan Personil, sehingga Kasat Reskrim ambil kebijakan menunda dahulu.

Menindak lanjuti bongkar muat yang diduga Solar ilegal, padahal posisi TKP Solar ilegal dengan Mapolres Kobar hanya berjarak sekitar 3-4 Km dibandingkan dengan TKP pencurian pakaian dalam wanita yang mana jaraknya sekitar lebih kurang 15 Km dari Mapolres Kobar. Ironisnya sampai saat berita ini di terbitkan belum ada tindakan dari pihak Polres Kobar. (baen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *