Kontingen DPUPR Tampil Eksotik Angkat Karakter Masyarakat Madura dalam Ajang Pawai Budaya Hari Jadi Kota Probolinggo ke 667
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- antara menjadi tampilan eksotis dalam Pawai Budaya memperigati Hari Jadi kota Probolinggo ke 667, Minggu (13/9) siang. Sejumlah tampilan dari peserta pawai dari lintas sektor yang melambangkan harmonisasi budaya nusantara mampu menghipnotis masyarakat disepanjang jalan yang dilalui.
Sebagai peserta pembuka, sajian tari yang begitu dinamis, enerjik dan penuh semangat, menggambarkan kekompakan masyarakat Madura ditampilkan oleh peserta dari DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) dengan diiringi musik Dug dug Sekar Tanjung Bayuangga, ditambah tarian Jaran Bodaq makin memberi nuansa jati diri sebagai identitas budaya lokal.
Selain memperoleh apresiasi dari Wali kota Dokter Aminuddin dan undangan, tampilam PUPR ini sanggup membuat decak kagum masyarakat yang menyaksikan tarian yang menggambarkan keceriaan, semangat dan kekompakan masyarakat Madura dikemas dalam gerak tari dinamis dan enerjik dipadu dengan gerakan yang tegas, ritmis serta ekspresif.
Terlebih sajian tari tersebut juga dikolaborasikan dengan iringan musik Sekar Tanjung Bayuangga menambah nuansa meriah dan penuh makna. Beragam ekspresi ditunjukkan oleh penonton ketika melihat tampilan dari peserta bernomor urut 01 ini.
Penataan koreografi yang cukup sempurna menjadikan tampilan dari Dinas PUPR ini memunculkan animo warga dalam menyaksikan gerakan tari sembari memadukan dengan ritme alunan musik yang sangat memukau.
Pawai budaya yang dilepas Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua DPRD Dwi Lustia Sinta Kusuma Wardhani, Kapolres, Kajari, Kepala PN serta Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin dalam sambutannya mengatakan adanya konsep mengusung berbagai budaya yang ada di nusantara terlebih budaya Probolinggo dengan maksud mengajak generasi muda untuk peduli dan tumbuh respek mempertahankan dan mencintai seni dan budaya secara total.
Lebih lanjut Walikota Aminuddin menjelaskan “Dengan konsep ini kami ingin beradaptasi dengan situasi dan semua budaya serta masyarakat yang ada agar lahir inovasi berkolaborasi di Kota Probolinggo,” ujar Aminuddin
Pawai budaya ini diharapkan dapat menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat, sserta melestarikan seni dan tradisi, sekaligus mendorong seluruh elemen daerah untuk bersama-sama menjaga budaya serta mendukung pembangunan Kota Probolinggo. (Suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar