Breaking News
light_mode
Trending Tags

KPM Diduga Dipaksa Beli Sembako Di Bumdes, GMBI Nganjuk Minta APH Harus Turun Ke Lokasi

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Senin, 28 Feb 2022
  • visibility 406
  • print Cetak

NGANJUK- RI, Proses pencairan Bantuan Sosial yang dikenal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kini mulai dicairkan. Kali ini Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diberikan secara tunai 600 ribu yakni Januari, Februari dan Maret. Melalui PT Pos Indonesia.

Sayang, dalam prakteknya ada dugaan pelanggaran menyalahi aturan prosedur dari Kemensos dimana ada Oknum Perangkat Desa menyuruh atau mengarahkan KPM untuk belanja Sembako di BUMDes yang sudah disediakan Desa. 

Wajar saja para KPM merasa kecewa, namun takut tidak dapat bantuan lagi, apabila tidak mau menuruti kemauan atau himbauan dari Oknum Perangkat Desa. Seperti halnya K *buat inisial* (KM) warga Desa Kalianyar, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mengatakan bahwa dirinya merupakan KPM mendapatkan BPNT secara tunai melalui PT Pos Indonesia, namun begitu mendapatkan uang, secara tidak langsung dibawah ke Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) disuruh membelanjakan semua di BUMDes Maju Jaya Desa Kalianyar, Kecamatan Ngronggot dengan nominal Rp 600 ribu.

“Dapat uang 600 ribu tunai, terus dibawah ke PAUD terus disuruh beli berupa kacang sambel setengah kilo, bawang putih 1,5 kilo, bawang merah 1,5 kilo. Sisa barang yang diterima bilangnya besok,” terangnya. Minggu (27/2/2022).

Masih penjelasannya bahwa harga yang tercantum di nota yang diberikan oleh Oknum Perangkat atau BUMDes Beras 30 kg Rp 285.000, Telur 3 Kg Rp 66.000, Daging Ayam 2 kg 70.000, Lele 2 Kg Rp 44.000, Bawang Putih 1,5 kg 37.500, Bawang Merah 1,5 kg Rp 42.000, Kacang Tanah 1,5 kg 51.000 dan Royco 1 renteng Rp 4.500.

“Yang kurang Beras 30 kg, telur 3 kg, daging ayam 2 kg, lele 2 kg, Royco 1 renteng, saya kira disuruh belanja sedikit tidak taunya semuanya, ya kita masyarakat kecil takutlah jadi terpaksa,” jelas K (KM).

Ditempat berbeda, Ditempat berbeda, S *buat inisial*(SPT) juga mengatakan demikian bahwa dirinya juga diarahkan Oknum Perangkat Desa untuk membelikan semua uang Bansos tunai di BUMDes Maju Jaya.

“Saya diarahkan Pak Muden, yang di PAUD tadi ada Bapak Puguh, yang bagian nerima Arto (uang) Pak Lisman,” ungkapnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Mochammad Hasan Musri SH Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Nganjuk menegaskan bahwasanya KPM hampir menyeluruh di Kabupaten Nganjuk yang mendapatkan bantuan tunai uang Rp 600 ribu diduga hanya sebagai alat untuk mencairkan uang Bansos.

“Bagaimana tidak, kita lihat KPM tadinya dapat bantuan uang tunai Rp 600 ribu, dimana dalam tiga bulan ini Januari, Februari Maret 2022 KPM bebas belanja Sembako dimana saja asal higienis, nah disini begitu cair dari PT Pos seakan ada dugaan KPM dipaksa oleh Oknum belanja di BUMDes dadakan yang sudah disediakan Oknum Perangkat Desa, ini lucu,” terangnya.

Dikatakan pria sapaan akrab Hasan ini juga mengatakan bahwa pencarian BPNT dalam peraturan Kemensos dan Perpres RI Nomer 63 Tahun 2017 bahwa BUMdes bukan tempat penyaluran BPNT. 

“Tertuang dalam adendum Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin menjelaskan bahwa penyaluran BPNT 1. menyiapkan e-warung sesuai kebutuhan untuk penyaluran BPNT, 2. Tidak menunjuk Bumdes untuk tempat penyaluran BPNT,” tegas Hasan.

Dengan demikian, carut marut penyaluran BPNT banyak e-warung dadakan serta tidak mengindahkan peraturan Pemerintah, dan ada juga indikasi Sembako tidak higienis seperti yang tercantum dalam peraturan, berharap Aparat Penegak Hukum (APH) turun untuk menindaklanjuti temuan ini, dikarenakan yang dirugikan masyarakat bawah dan ini bukan hanya satu desa hampir menyeluruh Desa yang ada di Kabupaten Nganjuk.

“Jelas ini melanggar peraturan, jadi Kepolisian, Kejaksaan harus turun salah satu contoh apakah Sembako itu sudah termasuk kategori higenis yang ditetapkan Pemerintah. Selain itu BUMdes apakah sudah berlegalitas, jika  sudah apakah sudah punya NPWP dan laporan bulanan jika itu belum ya mungkin bisa disanksi Pidana Ekonomi,” ungkapnya. (alx)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Trenggalek Ungkap Kasus Mafia Pupuk Bersubsidi

    Polres Trenggalek Ungkap Kasus Mafia Pupuk Bersubsidi

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 280
    • 0Komentar

    TRENGGALEK, RI – Seorang pria warga Kecamatan Durenan harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran diduga kuat telah melakukan penyalahgunaan pengadaan, memperjualbelikan dan menyalurkan pupuk bersubsidi tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Wakapolres Trenggalek Kompol Haryanto,SH,SIK., dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres mengatakan modus operandi yang dilakukan adalah Tersangka yang berinisal […]

  • Serahkan 10,54 Kilogram Sabu ke BNN, Pangdam XII/Tpr Ajak Semua Pihak Perang Melawan Narkoba

    Serahkan 10,54 Kilogram Sabu ke BNN, Pangdam XII/Tpr Ajak Semua Pihak Perang Melawan Narkoba

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Kubu Raya, RI – Kodam XII/Tanjungpura melalui Satgas Pamtas RI-MLY Yonzipur 5/Arati Bhaya Wighina gagalkan penyelundupan Narkoba jenis sabu seberat 10,54 Kilogram di jalur tidak resmi perbatasan. Hari ini barang bukti tersebut diserahkan oleh Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., kepada pihak BNN di Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr. Barang haram sebanyak 10 paket […]

  • Kondisi Kabel Jaringan Internet Sangat Membahayakan Bagi Pengguna Jalan raya

    Kondisi Kabel Jaringan Internet Sangat Membahayakan Bagi Pengguna Jalan raya

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    SUNGAI RAYA DALAM, RI – Bagi Masyarakat yang berlalu lalang dijalan Sungai raya dalam tepat nya di depan Komplek.Metro harus berhati – hati karena disekitar wilayah tersebut ada kabel jaringan internet yang berserakan dipinggir jalan . rawan, tumpukan rumput liar yang bergantungan di sekitaran kabel jaringan internet bertempat lokasi jalan Sungai Raya Dalam, sangat membahayakan […]

  • Nekat Mencuri Burung Merpati, Sempat Babak Belur Dihakimi Masa

    Nekat Mencuri Burung Merpati, Sempat Babak Belur Dihakimi Masa

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 355
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO – RI,  Warga Kelurahan Balongsari Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, Andik (47) tertangkap basah gara-gara mencuri merpati jenis Centong pukul 03.00 WIB (13/3/21),  di Kawasan Kelurahan Prajurit Kulon Kota Mojokerto, sempat babak belur dihakimi masa setempat. Tertangkapnya Andik setelah Korban Sutomo (41) warga Prajurit Kulon I/17, Kelurahan Prajurit Kulon Kota Mojokerto merasa kehilangan burung […]

  • Peringatan-peringatan koHari Koperasi ke-78, Wali Kota Mojokerto Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Peringatan-peringatan koHari Koperasi ke-78, Wali Kota Mojokerto Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Foto Wali Kota Mojokerto peringati hari koperasi ke 78. (Kom) Kota Mojokerto, RI – Dalam momentum peringatan Hari Koperasi ke-78, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyerukan semangat kolaborasi dan penguatan peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat lokal. Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto mengajak seluruh insan koperasi di Kota Mojokerto untuk terus bergerak […]

  • Polres Tulungagung : Satresnarkoba Ungkap 104 Pelaku, 338 Gram Sabu Dan 86 Kasus

    Polres Tulungagung : Satresnarkoba Ungkap 104 Pelaku, 338 Gram Sabu Dan 86 Kasus

    • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 290
    • 0Komentar

    TULUNGAGUNG – RI, Sat Resnarkoba Polres Tulungagung bersama Polsek Jajaran yang berkomitmen untuk memberantas Peredaran Narkotika di Kabupaten Tulungagung, dibuktikan dengan wujud nyata. Setidaknya, 86 kasus berhasil diungkap, 54 diungkap Sat Resnarkoba Polres Tulungagung dan 32 kasus  diungkap Polsek Jajaran. Tidak tanggung-tanggung, dalam 86 kasus yang diungkap selama periode Januari hingga Juni 2021, Satresnarkoba Polres […]

expand_less