Pemdes Bilis-Bilis Melaksanakan Pembangunan Proyek Dranase Dan Akses Jalan Rabat Yang Menggunakan Dana Desa (DD) Anggaran Tahun 2020 Dikerjakan Asal-Asalan
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Sabtu, 6 Feb 2021
- visibility 241
- print Cetak

SUMENEP – RI, Ditemukan proyek pembangunan akses jalan rabat dan dranase yang dikerjakan asal-asalan yang ada di Dusun Lombe Desa Bilis-bilis Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Kamis (04/02/2021).
Tim Pencari Fakta Radar Indonesia dan Lembaga Aliansi Indonesia turun langsung kelapangan terkait dengan laporan masyarakat bahwa proyek Jalan Rabat dan dranase di Dusun Lombe dikerjakan asal-asalan oleh mantan Kades Bilis-bilis yang harus mempertanggungjawabka atas proyek tersebut.

H. Hasyim mantan Kades Bilis-bilis di konfrimasi di Kediamanya menjelaskan pada Awak Media bahwa pekerjaan proyek Jalan Rabat dan dranase itu ada yang bertanggungjawab sekarang orangnya ada di Kota, disinggung masalah prasasti kok tidak dipasang dia tidak memberikan jawaban sementara di tempat lain Tim menemui masyarakat setempat menayakan tetang kwalitas proyek tersebut, menjelaskan proyek ini tidak bagus Pak komentar warga.

“Kami sebagai masyarakat sangat kecewa atas proyek yang seperti ini sudah tidak sesuai dengan RAB apalagi kami tidak tahu berapa dana yang dikeluarkan untuk proyek Jalan Rabat dan dranase, pasalnya sebelum proyek ini dikerjakan kan seharusnya ada papan nama, nantinya bila selesai ada prasastinya , ini kok tidak ada,” jelasnya.

Sementara Tim terus menulusuri keberadaan proyek pembangunan yang dilaksanakan dari Dana Desa Bilis-bilis banyak proyek tidak ada prasastinya ini menjadi pertanyaan besar ada apa kok prasasti tidak dipasang. Prihal seperti ini seharusnya ada tindakan dari pihak terkait supaya pelaksanaan proyek pembangunan yang memakai Dana Desa (DD) tidak seenaknya dikerjakan. Semestinya pengawasan sangatlah dibutuhkan agar masyarakat tidak merasa dirugikan, karena masyarakat sangatlah mengharapkan pembangunan baik dranase maupun akses Jalan Rabat dikerjakan yang senestinya. Namun bila seperti ini apa yang dilihat dan dirasakan masyarakat sehingga rasa percaya dan simpati pada Pemerintahan Desa tidak akan percaya lagi. Apalagi tidak ada tindakan dari Instansi terkait diatasnya. (M.one/RMD)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar