Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pengacara Terduga Pelaku Lapirkan Orang Tua Korban, Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Di Kangean Kembali Memanas

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 139
  • print Cetak

SUMENEP,RI-Polemik kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, memasuki babak baru yang mengejutkan. Setelah sebelumnya keluarga korban melaporkan dugaan tindak pidana persetubuhan ke kepolisian, kini justru orang tua korban dilaporkan balik ke Polres Sumenep atas dugaan memaksa terjadinya perkawinan anak. Senin, 15/06/2026

Laporan tersebut tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan/Pengaduan Masyarakat (STTLPM) Nomor : STTLPM/126/SATRESKRIM/VI/2026/SPKT/POLRES SUMENEP tertanggal 15 Juni 2026. Dalam laporan itu, YENNI LISTIANA tercatat sebagai pelapor dengan perkara yang dilaporkan berupa dugaan “memaksa melakukan perkawinan” terhadap terlapor bernama MASFUD.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Sabtu, 30 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB di Balai Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep.

Menurut uraian singkat dalam STTLPM, kasus bermula dari adanya dugaan persetubuhan terhadap seorang anak perempuan. Dalam proses penyelesaian yang dilakukan di tingkat desa, keluarga korban diduga meminta agar salah satu pihak menikahi korban yang juga masih berstatus anak di bawah umur.

Pernikahan tersebut kemudian dilangsungkan. Namun, setelah ikatan perkawinan terjadi, pihak keluarga korban justru mendatangi kepolisian untuk melaporkan dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap pihak-pihak yang sebelumnya telah diminta bertanggung jawab.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik. Jika memang penyelesaian melalui pernikahan dianggap sebagai bentuk pertanggungjawaban, mengapa setelah perkawinan dilaksanakan perkara pidana tetap dilaporkan? Sebaliknya, jika dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak memang benar terjadi, maka penyelesaian melalui tekanan untuk menikahkan anak justru berpotensi melanggar hukum dan bertentangan dengan prinsip perlindungan anak.

Kuasa hukum para terduga pelaku Rusmanto, S.H., M.H.Li menilai terdapat dugaan adanya paksaan terhadap anak untuk melangsungkan perkawinan demi menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi. Karena itu, laporan terhadap MASFUD diajukan agar aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan adanya pihak yang memaksa terjadinya perkawinan anak.

Apabila dalam proses penyidikan ditemukan unsur pemaksaan perkawinan terhadap anak sebagai bentuk penyelesaian perkara, penyidik dapat mempertimbangkan penerapan Pasal 10 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) yang menyatakan bahwa :

“Pemaksaan perkawinan merupakan salah satu bentuk tindak pidana kekerasan seksual.”

Ancaman pidananya diatur dalam Pasal 10 ayat (2) UU TPKS, yakni :

– pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun ; dan/atau
– pidana denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Penjelasan pasal tersebut menegaskan bahwa pemaksaan perkawinan mencakup perkawinan anak yang dilakukan melalui tekanan, intimidasi, ancaman, atau tanpa persetujuan bebas dari anak yang bersangkutan.

Selain itu, KUHP Nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 juga membuka ruang pertanggungjawaban pidana terhadap pihak yang terbukti berperan aktif dalam suatu tindak pidana melalui ketentuan mengenai penyertaan, baik menyuruh melakukan, turut melakukan, maupun membantu terjadinya tindak pidana. Ketentuan tersebut dapat diterapkan bersama dengan undang-undang khusus seperti UU Perlindungan Anak dan UU TPKS.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat Kepulauan Kangean. Publik berharap Polres Sumenep mengusut perkara secara objektif, profesional, dan transparan, baik terhadap dugaan persetubuhan terhadap anak maupun dugaan pemaksaan perkawinan anak, sehingga tidak ada pihak yang kebal hukum dan kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas utama.
(M/F)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Mojokerto Kota Siaga Antisipasi Perang Sarung dan Balap Liar, Jamin Ramadhan Aman

    Polres Mojokerto Kota Siaga Antisipasi Perang Sarung dan Balap Liar, Jamin Ramadhan Aman

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI- Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, Polres Mojokerto Kota meningkatkan patroli dan pengawasan guna mengantisipasi maraknya aksi perang sarung dan aksi balap liar yang kerap terjadi di kalangan remaja, Senin (03/02/2025). Langkah ini dilakukan sebagai upaya tindakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan penuh berkah. Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. […]

  • Ditpolairud Polda Jatim Amankan BBM Subsidi Jenis Bio Solar dan Pertalite 4,5 Ton

    Ditpolairud Polda Jatim Amankan BBM Subsidi Jenis Bio Solar dan Pertalite 4,5 Ton

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 305
    • 0Komentar

    SURABAYA – RI,  Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur, pada 5 April 2022 sekira pukul 20.00 WIB, di Pelabuhan Dungkek, Sumenep, Madura. Jawa Timur. Berhasil meringkus satu orang tersangka yakni SRW, dengan dugaan pengangkutan dan Niaga BBM yang Disubsidi Pemerintah. Dirpolairud Polda Jatim Kombes Pol Puji Hendro Wibowo, menjelaskan, bahwa pengungkapan kasus […]

  • Beredar Video di Media Sosial dengan Narasi Tabrak Lari di Pekalongan, Ini Fakta Sebenarnya

    Beredar Video di Media Sosial dengan Narasi Tabrak Lari di Pekalongan, Ini Fakta Sebenarnya

    • calendar_month Jumat, 22 Des 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Kab. Pekalongan,radarindonesiaonline.com – Sebuah video beredar di media sosial dengan narasi tabrak lari yang terjadi di Pekalongan, sempat viral. Diketahui, bahwa video yang berdurasi 29 detik itu diunggah di akun Instagram @Pekalonganinfo pada Kamis, 21 Desember 2023. Dalam video tersebut menarasikan, “Seorang pemuda nabrak lari di Kajen (sekitar 0 km Kajen), lalu di kejar sama […]

  • Dugaan Korupsi di SDN Batoporo Timur 1: Unit Tipikor Polres Sampang Lakukan Klarifikasi

    Dugaan Korupsi di SDN Batoporo Timur 1: Unit Tipikor Polres Sampang Lakukan Klarifikasi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    SAMPANG, RI – SDN Batoporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sampang mendatangi sekolah tersebut. Kedatangan aparat kepolisian ini bertujuan untuk melakukan klarifikasi awal terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan fasilitas sekolah. Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan bahwa Unit […]

  • Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Tombolututu

    Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Tombolututu

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    PARIGI,RI-Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-79 Tahun 2025, Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid, melaksanakan upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tombolotutu, yang terletak di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (10/11/2025). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah […]

  • Warga Kepatihan Diserang DBD, Warga : Pemerintah Desa Lamban Tangani Aduan

    Warga Kepatihan Diserang DBD, Warga : Pemerintah Desa Lamban Tangani Aduan

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Nampak Warga Kepatihan yang dirawat di Rumah Sakit akibat Diserang DBD Gresik, RI – Gelombang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melanda Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Tiga warga jatuh sakit hanya dalam waktu seminggu terakhir. Namun alih-alih bergerak cepat, Pemerintah Desa Kepatihan justru menunjukkan sikap pasif, lamban, bahkan nyaris apatis dalam merespons situasi darurat […]

expand_less