
SUMENEP – RI, Dalam situasi pandemi yang berkepanjangan tentunya masyarakat miskin membutuhkan bantuan, namun karena adanya pengurangan data penerima bantuan Bansos sehingga banyak masyarakat tidak mampu yang dicoret dari data penerima bantuan yang mengakibatkan penyaluran bantuan salah sasaran. Dari hasil penulusuran Tim RI bersama Lembaga Aliansi Indonesia menemukan warga Desa Kalianget Barat yang seharusnya layak diberi bantuan yang berada di Dusun Asem Nunggal Rt 02/02 Kalianget barat Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Selasa (19/01/2021).
Atas informasi dari Ketua Pemilik E-Warung Desa Kalianget Barat bahwa ada dua warga yang dicabut datanya, yaitu atas nama Mitarsih dan menantunya Juma’ati, sementara Mitarsih ditemuai di Rumahnya. Salah satu keluarganya menjelaskan bahwa, “Ibu Mitarsih sekarang lagi dalam kondisi sakit, buang air kecil saja pakai alat bantu dia berumur 83 Tahun juga bantuan telah dicabut apalagi Mitarsih berstatus Janda Lanjut Usia. Kalau kita melihat langsung keadaan fisik Mitarsih sangat memperihatinkan dan layak mendapat perhatian khusus untuk menerimah bantuan tersebut,” jelasnya.
Beda lagi dengan anak Kandung Mitarsih juga mengalami keterbatasan fisik dan harus ada perawatan khusus dimana mempunyai penyakit kusta yang bisa menular, juga tidak terjaring data penerima bantuan walaupun satu Keluarga tetapi beda Kartu Keluarga (KK) sehingga Pemerintah Pusat maupun Kabupaten perlu pengeroscekan atau pemvalidan data ulang agar setiap bantuan apapun jenisnya tidak salah sasaran.

Dilain tempat, Tim RI bersama Lembaga Aliasi Indonesia mendatangi kediaman Kades Suharto untuk mencoba berkordinasi terkait masalah temuan dilapangan tentang warganya yang dicabut dari pendataan Kemensos. Suharto merespon positif atas kerjasamanya dalam mengeroscek masyarakat yang dicabut datanya, dijelaskan Suharto, “kami sebagai Kades Desa Kalianget Barat bahwa dirinya tidak tahu menahu tentang pengurangan data bantuan tersebut karena kami mendapat edaran langsung dari pusat setelah kami baca ternyata Desa Kalianget Barat dapat pengurangan 45 orang warga,” ungkapnya.
Ditambahkan Suharto, terkait pengurangan data kami sekali lagi benar-benar tidak tahu karena tidak ada kordinasi baik dari Pusat maupun Kabupaten, kami selaku Kades Kalianget Barat sangat menyayangkan dengan kasus ini sehingga masyarakat kebingungan apalagi masyarakat yang dicabut dari bantuan itu benar-benar layak menerimah bantuan.
Disinggung tentang solusinya, Suharto memberikan penjelasan tetap akan berupaya dan mencoba berkoordinasi kepada semua Perangkat Desa untuk jalan keluarnya agar supaya warga bisa tetap merasakan bantuan secara merata dan tepat sasaran setiap bantuan kepada masyarakat miskin,” tuturnya. (M.one)


Tidak ada komentar