Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pinjaman Daerah Disetujui DPRD, Pakar Hukum : APBD Pemalang Terkunci, Resiko Hukum Mengintai Pejabat!

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 328
  • print Cetak

Pinjaman Daerah Disetujui DPRD , Pakar Hukum : “APBD Pemalang Terkunci, Risiko Hukum Mengintai Pejabat!”
‎
‎PEMALANG, RI — Keputusan DPRD Pemalang yang menyetujui pinjaman daerah sebesar Rp 200 miliar dalam rapat paripurna pada Senin (24/11/2025) kini memicu sorotan tajam dan peringatan serius dari kalangan pakar hukum.
‎
‎Pasalnya, pinjaman jumbo tersebut dinilai berpotensi mengguncang stabilitas APBD, mengurangi belanja publik wajib, hingga menyeret pejabat pada ancaman sanksi hukum dan pidana korupsi apabila terjadi penyimpangan.
‎
‎Wakil Bupati Nurcholes menyampaikan bahwa dana pinjaman akan diarahkan untuk pembangunan lanjutan RSUD Randudongkal sebesar Rp 55 miliar dan infrastruktur jalan sebesar Rp 145 miliar.
‎
‎Namun di balik rencana besar tersebut, analisis hukum menunjukkan ancaman fiskal yang tidak boleh dianggap remeh.
‎
‎
‎PERINGATAN KERAS DARI PAKAR HUKUM
‎
‎Praktisi hukum tata negara, Dr.(c) Imam Subiyanto, S.H., M.H., CPM, mengeluarkan pernyataan sangat tegas terkait risiko hukum dan keuangan daerah.
‎
‎ “Pinjaman daerah memang sah menurut undang-undang, tetapi dapat berubah menjadi jerat fiskal yang mengunci APBD bertahun-tahun. Bila salah kelola, ini bisa menjadi pintu masuk skandal keuangan daerah,” tegasnya.
‎
‎
‎Ia menegaskan bahwa dasar hukum pinjaman daerah mengatur batasan yang ketat, yaitu:
‎
‎Pasal 292–303 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Pasal 105–115 UU No. 1 Tahun 2022 tentang HKPD. PP No. 56 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah (DSCR wajib ≥ 2,5). Permendagri 77/2020 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
‎
‎Menurut Imam, jika pemerintah daerah gagal memenuhi kewajiban rasio kemampuan bayar (DSCR), maka konsekuensinya sangat ekstrem.
‎
‎“Pemerintah pusat dapat memotong Dana Alokasi Umum (DAU). Ini berarti gaji guru, tenaga kesehatan, hingga pelayanan dasar masyarakat bisa ikut terganggu,” ujar Imam Subianto.
‎
‎
‎RISIKO HUKUM YANG BISA MENJERAT PEJABAT
‎
‎Imam secara terbuka menyebut adanya potensi jerat pidana, jika terjadi penyimpangan penggunaan pinjaman.
‎
‎Potensi Jeratan Hukum yaitu Sanksi Administratif Pejabat Daerah — (UU 23/2014). Tuntutan Ganti Kerugian Daerah (TGR) — (UU Keuangan Negara). Pidana Korupsi — Pasal 3 UU Tipikor apabila terjadi penyalahgunaan wewenang , mark-up proyek , proyek mangkrak, pengadaan fiktif, conflict of interest.
‎
‎Imam juga menegaskan , Pinjaman sebesar ini bukan hanya soal pembangunan—ini adalah potensi liability hukum.
‎
‎” Jika proyek tidak selesai atau tidak bermanfaat, pejabat yang menandatangani akan ikut bertanggung jawab, termasuk secara pidana.” tegas Imam SBY.
‎
‎PERINGATAN EKSTRIM TERKAIT APBD
‎
‎Menurut kajian hukum yang ia sampaikan, dampak terburuk yang mungkin terjadi adalah:
‎
‎ – APBD Bisa Terkunci 5–10 Tahun
‎
‎Karena cicilan pokok dan bunga menjadi mandatory spending yang tidak boleh dikurangi.
‎
‎ – Belanja Publik Bisa Tergerus
‎
‎Terutama pendidikan, kesehatan dasar,
‎infrastruktur vital desa, dan bantuan sosial,
‎
‎- Beban Rakyat Bisa Meningkat
‎
‎Jika daerah menutup defisit melalui: kenaikan retribusi, tarif layanan publik,
‎pungutan kebijakan daerah lainnya.
‎
‎DORONGAN KERAS UNTUK TRANSPARANSI
‎
‎Imam menyatakan bahwa publik memiliki dasar hukum kuat untuk menuntut keterbukaan, yakni:
‎ UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
‎> “Kontrak proyek, daftar penyedia, nilai paket, jadwal pencairan, dan audit harus dibuka. Jika ditutup-tutupi, patut diduga ada yang tidak beres,” ujarnya.
‎DPRD DIPERINGATKAN: BUKAN HANYA MENYETUJUI, TAPI BERTANGGUNG JAWAB
‎
‎Mengutip Pasal 154 UU 23/2014, ia menyatakan:
‎
‎DPRD wajib melakukan pengawasan aktif
‎DPRD dapat membentuk Pansus Pengawasan Pinjaman Daerah
‎DPRD bisa ikut dimintai tanggung jawab jika lalai
‎
‎ “Jika pinjaman ini berujung masalah keuangan daerah, maka DPRD tidak bisa bersembunyi. Persetujuan tanpa pengawasan adalah kelalaian konstitusional,”
‎Pinjaman Rp 200 Miliar ini legal — tetapi sangat berisiko.
‎
‎Dan menurut kajian hukum: Bisa menyelamatkan pelayanan publik
‎atau bisa menjadi bencana fiskal dan hukum terbesar Pemalang.
‎
‎” Semua tergantung transparansi , pengawasan, integritas dan kepatuhan hukum ” , pungkas Imam Subianto. * (imam wtw)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Babinsa Koramil Kemlagi Bantu Petani Percepatan Produksi Tanaman Jagung

    Babinsa Koramil Kemlagi Bantu Petani Percepatan Produksi Tanaman Jagung

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 388
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Masifkan pemanfaatan lahan pertanian, Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi Kodim 0815/Mojokerto melakukan upaya pendampingan secara melekat kepada Poktan di Desa Mojodowo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (08/10/2024). Di lahan seluas 2 hektar milik Suliyono anggota Kelompok Tani Margo Rukun Desa Mojodowo, para Babinsa dipimpin Sertu Akhmad Faizin melakukan perawatan tanaman jagung varietas […]

  • Pembangunan dan peningkatan infrastruktur dan pembangunan SPAM oleh Dinas PU PR Bidang Cipta Karya yang berkelanjutan.

    Pembangunan dan peningkatan infrastruktur dan pembangunan SPAM oleh Dinas PU PR Bidang Cipta Karya yang berkelanjutan.

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Magetan,RI- Dinas PU PR Kabupaten lewat Bidang Cipta Karya dalam pembangunan serta peningkatan infrastruktur serta pembangunan SPAM terus menjadi perhatian utama bidang tersebut. Pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum)juga atensinya seperti pembangunan SPAM jaringan perpipaan di Desa Giripurno pada Agustus lalu yang bertujuan untuk menyediakan air dengan kualitas yang baik dan kuantitas yang cukup. Dibagian […]

  • Cooling System, Kapolres Ajak Ketua HMI Cabang Mojokerto Jaga Kondusifitas Pasca Pungut Suara Pemilu 2024

    Cooling System, Kapolres Ajak Ketua HMI Cabang Mojokerto Jaga Kondusifitas Pasca Pungut Suara Pemilu 2024

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 300
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI – Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan silaturahmi dan audiensi dengan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mojokerto, Kamis (22/02/24) Kegiatan tersebut berlangsung di Lobby Polres Mojokerto Kota, dihadiri Ketua HMI Cabang Mojokerto Tsabit Imahdi Haqiqi beserta 2 Pengurus HMI Cabang Mojokerto. Dalam pertemuan tersebut, AKBP Daniel […]

  • Tragis, Seorang Remaja Putri Mengalami Kekerasan Seksual oleh Ayah Tirinya di Kecamatan Matan Hilir Utara

    Tragis, Seorang Remaja Putri Mengalami Kekerasan Seksual oleh Ayah Tirinya di Kecamatan Matan Hilir Utara

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Ketapang,RI – Polda Kalbar, Kasus kekerasan seksual terhadap seorang remaja putri terjadi di wilayah Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. Seorang remaja putri berinisial Z (17) dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah tirinya. Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada teman nya. Kapolres Ketapang AKBP Setiadi, S.H., S.I.K., M.H., […]

  • Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori: Paulus George Hung, Pemilik PT CSS, Tekan Pers

    Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori: Paulus George Hung, Pemilik PT CSS, Tekan Pers

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Surabaya, RI – Saya Hartanto Boechori, Wartawan Utama dan Ketua Umum PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia), dilaporkan pasal tindak pidana pencemaran nama baik termaksud dalam UU ITE oleh orang kaya bernama Paulus George Hung, atas tulisan saya yang dipublikasikan berbagai media anggota PJI. Undang undang yang seringkali dijadikan “momok” untuk menekan/menakuti jurnalis/Pers yang kritis dan menjalankan […]

  • Pastikan Integritas Anggota, Bipropam Polda Kalbar Gelar Pembinaan Etika Profesi Di Polres Ketapang

    Pastikan Integritas Anggota, Bipropam Polda Kalbar Gelar Pembinaan Etika Profesi Di Polres Ketapang

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 197
    • 0Komentar

    KETAPANG,RI- Bidang Profesi dan Pengamanan (Bipropam) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) menyelenggarakan pembinaan etika profesi Polri di jajaran Polres Ketapang, Rabu pagi (24/09/2025). Kegiatan ini digelar untuk bertujuan untuk meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta kepatuhan anggota terhadap Kode Etik Profesi Polri. Acara yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Wabprof Bidpropam Polda Kalbar, AKBP R Fariman ini […]

expand_less