Renovasi Asrama Mahasiswa Kalbar Dibandung di Duga Bermasalah Ketua Umum LEGATISI Indonesia Berkordinasi ke Kejati Kalbar
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
- visibility 174
- print Cetak

Terkait Renovasi Asrama Mahasiswa Kalbar Dibandung Ketua LEGATISI Indonesia Berkordinasi ke Kejati Kalbar
PONTIANAK,RI- Terkait adanya Renovasi Asrama Mahasiswa Rahadi Usman Kalimantan Barat yang berada di Bandung Akhyani selaku ketua Umum. LEGATISI Indonesia mendatangi Kejati Kalimantan Barat pada Rabu 20/08/2025.
Tujuan Akhyani ,datang ke KEJATI Kalbar tersebut adalah berkordinasi terhadap adanya Renovasi Asrama mahasiswa Rahadi Usman Kalimantan Barat yang berada dibandung tersebut yang di duga bermasalah.
Dikarenakan ada diduga terhadap Renovasi tersebut maka dia bersama tim LEGATISI Indonesia sekaligus menyerahkan berberapa berkas yang diduga tentang Renovasi Asrama Mahasiswa Rahadi Usman tersebut bermasalah ke pada Kejati Kalimantan Barat.
Dalam kordinasi nya dengan pihak Kejati Kalimantan Barat Akhyani bersama Tim diterima langsung oleh Asisten tindak pidana khusus /Aspidus Kejati Kalbar ,Siju,SH,MH yang didampingi kasi Penyidik Pidsus,Yuriza Antoni.
Akhyani ,menyampaikan terkait Renovasi Asrama Mahasiswa Rahadi Usman di Bandung Jawa Barat tersebut di Duganya bermasalah.
Dikarenakan Renovasi tersebut kata Akhyani menggunakan APBD Provinsi Kalimantan Barat tahun 2023.
Untuk Renovasi tersebut dimenangkan CV.Makmur Permata Lestari( MPL) dengan nilai penawaran sebesar,RP.3.599.269.600( Tiga Milyar Lima ratus sembilan puluh sembilan dua ratus enam puluh sembilan ribu enam ratus rupiah ,) tutur Akhyani .
Dia meminta BPK sebagai lembaga Auditor negara turut serta dalam proses audit.jika ditemukan ada indikasi didalamnya kata Akhyani Kejati pun ada kewenangan untuk melakukan pemeriksaan .
Bedasarkan hasil investigasi kata Akhyani bahwa Renovasi Asrama Mahasiswa di Bandung tersebut berpotensi tidak memenuhi spesifikasi teknis tuturnya.
Kemudian tentang harga penawaran Rp 3.599.269 600 miliar dianggap nya terlalu rendah jika dibandingkan dengan pagu dana sebesar Rp 4,5 Miliar sehingga berdampak pada mutu dan kwalitas pekerjaan diragukan tutupnya
( Tim Redaksi)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar