Ribuan Jamaah Hadiri Haul Bujuk Macan Laut ke-16 Di Simpang Lima Mayangan Kota Probolinggo
- account_circle Pom py
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- visibility 59
- print Cetak

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Bujuk Macan Laut ke-16 Di Simpang Lima Mayangan Kota Probolinggo
PROBOLINGGO,RI-
Kegiatan haul Bujuk Macan Laut ke-16 digelar dengan khidmat di kawasan Simpang Lima Mayangan, Kota Probolinggo, pada Jumat (9/1/2026) Malam. Kegiatan keagamaan yang telah menjadi agenda rutin tahunan masyarakat pesisir tersebut kembali menyedot perhatian ribuan jamaah dari berbagai wilayah, meskipun cuaca saat pelaksanaan diwarnai hujan gerimis.
Acara ini dihadiri oleh dua mubaligh ternama, yakni Habib Hasan bin Ismail Al Muhdor asal Kraksaan dan Gus Hasbullah. Selain itu, turut hadir perwakilan Pemerintah Kota Probolinggo yang diwakili oleh Asisten Wali Kota, Camat Mayangan, serta Lurah Mayangan. Kehadiran unsur pemerintah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan tradisi budaya religius yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Meski hujan gerimis turun sejak awal acara, ribuan jamaah tetap memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias. Mereka tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara dan mendengarkan ceramah agama yang disampaikan para mubaligh. Suasana religius terasa begitu kental, mencerminkan kekuatan spiritual dan kebersamaan masyarakat Mayangan dalam menjaga tradisi keagamaan.
Dalam tausiahnya, Habib Hasan bin Ismail Al Muhdor menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menekankan pentingnya meneladani semangat dakwah Nabi Muhammad SAW. Ia juga mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat Kota Probolinggo, khususnya wilayah Mayangan, serta seluruh panitia dan keluarga besar yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
“Nabi Muhammad SAW memiliki semangat dakwah yang luar biasa. Mudah-mudahan wilayah kota ini, khususnya Mayangan, selalu diberi keberkahan. Semoga seluruh panitia, keluarga, dan masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan dunia akhirat, serta dilancarkan segala urusannya, termasuk yang sedang atau akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci Mekah dan Madinah,” ujar Habib Hasan.
Sementara itu, Gus Hasbullah dalam ceramahnya turut memanjatkan doa agar masyarakat Mayangan dan sekitarnya senantiasa diberi perlindungan oleh Allah SWT serta dijauhkan dari berbagai musibah. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, ketakwaan, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan seluruh masyarakat Mayangan dan sekitarnya selalu diberi keselamatan, dijauhkan dari musibah, dan senantiasa berada dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Hasbullah juga memperkenalkan Muhammad Khairul Anam sebagai bagian dari tim Kerajaan Laut yang mewakili penyelenggaraan kegiatan haul Bujuk Macan Laut. Ia menyampaikan rasa syukur karena kegiatan ini telah berjalan secara konsisten selama 16 tahun dan terus mendapatkan dukungan luas dari masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan haul Bujuk Macan Laut ini telah memasuki tahun ke-16. Ini semua berkat dukungan dan kebersamaan masyarakat yang terus menjaga tradisi ini dari tahun ke tahun,” tuturnya.
Selanjutnya, Ustadz Khairul Anam selaku panitia penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan haul Bujuk Macan Laut ke-16. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Mayangan, para tokoh agama, serta berbagai elemen yang selalu memberikan dukungan, termasuk para nelayan dan komunitas pesisir.
“Insya Allah, kami juga tidak lupa mendoakan guru-guru kami dan seluruh pihak yang telah berjasa dalam perjalanan kegiatan ini. Terima kasih kepada masyarakat Mayangan dan semua pihak yang setiap tahunnya selalu memberikan dukungan. Semoga kegiatan ini membawa rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan khususnya bagi saudara-saudara kita yang bekerja di laut, semoga diberikan kelancaran, keselamatan, dan keberkahan,” pungkasnya.
Kegiatan haul Bujuk Macan Laut ke-16 ini menjadi bukti kuatnya tradisi religius dan budaya masyarakat pesisir Kota Probolinggo. Selain sebagai sarana doa dan refleksi spiritual, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial masyarakat. (suh)
- Penulis: Pom py

Saat ini belum ada komentar