Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudistira, Menggelar Apel Siaga Bencana.

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • visibility 325
  • print Cetak

Foto: Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudistira, saat memantau kesiapsiagaan BPBD kota Cimahi dalam penanggulangan bencana

CIMAHI,RI– Badan Penanggulangan 
Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menggelar apel pasukan Siaga Bencana, yang dilaksanakan di halaman Markas Komando (Mako) Jl. Daeng Moh. Ardiwinata Kompleks Duta Regency Kav. A-15 s.d. A-17, Cibabat, Kota Cimahi.

Apel siaga bencana tersebut adalah dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, dalam menghadapi musim hujan dan cuaca ekstrim yang belum berkesudahan.

Hadir dalam apel siaga bencana tersebut Wakil Walikota Cimahi Adithia Yudistira dan dari berbagai instansi pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, serta relawan yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

Wakil Walikota Cimahi, Adithia Yudistira, menekankan pentingnya kesiapan siagaan untuk menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, 

“Kota Cimahi sedang menghadapi tantangan cuaca ekstrem, hujan yang berkelanjutan dalam beberapa waktu terakhir telah meningkatkan risiko bencana, seperti banjir dan tanah longsor,” ucapnya.

Sehingga acara ini menjadi momentum penting dalam upaya bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana, mengingat prediksi cuaca ekstrem yang kemungkinan akan berlanjut hingga bulan April 2025. 

“Meskipun saat ini cuaca tampak cerah, kita harus tetap waspada, sebab potensi hujan tiba-tiba bisa terjadi kapan saja,” ungkapnya.

Bahkan berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indonesia telah mencatat 617 kejadian bencana sejak awal tahun, dengan 88 di antaranya terjadi di Jawa Barat, mayoritas disebabkan oleh fenomena hidrometeorologi. 

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk bersiap diri dalam menghadapi risiko ini.
Bencana bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Adhitia juga menyoroti dampak bencana tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga psikologis, 

“Kita harus memikirkan cara untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang terdampak, serta menjaga keamanan harta benda mereka yang ditinggalkan saat evakuasi,” cetusnya.

Apel siaga bencana ini, menurut Adhitia, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antar instansi yang terlibat dalam penanggulangan bencana, termasuk Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, dan Palang Merah Indonesia. 

“Kita perlu memastikan bahwa semua pihak dapat bekerja sama secara efektif untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Adhitia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan pendataan terhadap wilayah-wilayah di Cimahi yang berpotensi rawan bencana, lalu kemudian memetakan wilayah yang berpotensi terdampak bencana tersebut, terutama di musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan paradigma baru dalam penanggulangan bencana, beralih dari pendekatan responsif ke pencegahan. 

Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudistira, sedang mengecek peralatan kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana dikantor BPBD Kota Cimahi

“Kita harus meningkatkan sistem peringatan dini, dan membangun budaya keselamatan di semua lapisan masyarakat,” Paparnya.

Sebagai penutup, Adhitia mengajak semua peserta apel untuk bersama-sama membangun budaya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. 
“Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan kita, serta terus melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi dampak bencana,”pungkasnya. R. Harry KP.

Tags
  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ke 6 (Enam) Pencarian Terhadap Anak Yang Hanyut Di Sungai Batas Desa Kebundadap Barat Dengan Desa Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep

    Hari Ke 6 (Enam) Pencarian Terhadap Anak Yang Hanyut Di Sungai Batas Desa Kebundadap Barat Dengan Desa Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 361
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Dalam pencarian dilanjutkan kembali terhadap jasad Korban atas nama Fidyav Talitatus Shofiyah, Usia 8 tahun, alamat Dusun Panggulan RT. 05/RW. 02 Desa Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep yang hanyut, terseret aliran air Sungai terjadi sejak hari Sabtu 19 Maret 2022. Batas Desa Kebundadap Barat dengan Desa Kebundadap Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten […]

  • Tidak Ada Ampun, Polres Ketapang Kembali Tangkap Pengedar Narkoba Di Kendawangan

    Tidak Ada Ampun, Polres Ketapang Kembali Tangkap Pengedar Narkoba Di Kendawangan

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Ketapang,RI – Polda Kalbar, Dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya, Jajaran Polsek Kendawangan kembali menunjukkan komitmennya. Terbaru, seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkoba berhasil diamankan oleh personel Polsek Kendawangan dalam sebuah operasi yang digelar pada Senin (06/01/2024) Pukul 21.00 wib. Kapolres Ketapang AKBP Setiadi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kendawangan, IPTU Bagus Tri […]

  • Terlantarkan Anak – Anaknya, Dua Sejoli Tanpa Ikatan Pernikahan Asal Jatisari Kecamatan Geger Madiun dan Maospati Magetan Siap digugat ?

    Terlantarkan Anak – Anaknya, Dua Sejoli Tanpa Ikatan Pernikahan Asal Jatisari Kecamatan Geger Madiun dan Maospati Magetan Siap digugat ?

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 2.554
    • 0Komentar

    Magetan, RI – Seolah-olah tidak takut hukum dan melanggar Norma dan Etika bermasyarakat, SP (45) warga Pagotan Kabupaten Madiun dan ERR (30) warga Desa Winong Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan Jawa Timur,dengan bebas dan leluasa melakukan hubungan asmara disaat ERR masih berstatus istri dari ITA (29) warga Desa Kembangan Kecamatan Sukomoro Magetan pegawai BUMN Kereta Api […]

  • Percepatan Penurunan Angka Stunting, Kesra Kota Cimahi Gelar Rakor Bidang Kesehatan

    Percepatan Penurunan Angka Stunting, Kesra Kota Cimahi Gelar Rakor Bidang Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Foto: Rapat koordinasi bidang kesehatan, yang digelar oleh bagian kesejahteraan rakyat (kesra) pemerintah kota CimahiCIMAHI, RI– Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan, yang digelar oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Cimahi. Hal itu sebagai langkah strategis dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kota Cimahi.  Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung A Pemkot Cimahi dengan dihadiri […]

  • Mantan Walikota Mojokerto KH. Mas’ud Yunus Tutup Usia

    Mantan Walikota Mojokerto KH. Mas’ud Yunus Tutup Usia

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 290
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Kabar duka Kota Mojokerto, Mantan Walikota Mojokerto KH. Mas’ud Yunus meninggal dunia pada saat usia 68 tahun di RS Mitra Keluarga Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, sekitar pukul 12.10 WIB. KH. Mas’ud Yunus atau lebih dikenal dengan panggilan Kyai Ud, lahir di Mojokerto 1 Januari 1952, Beliau meninggalkan seorang Istri (Siti Amzah) dan […]

  • Ketua LSM AMPP Geram Terkait Masih Eksisnya Padepokan Dimas Kanjeng

    Ketua LSM AMPP Geram Terkait Masih Eksisnya Padepokan Dimas Kanjeng

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 946
    • 0Komentar

    Probolinggo,RI- Sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait masih eksisnya Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Gading Wetan kecamatan Gading yang dinyatakan merupakan komunitas sesat sejak beberapa tahun lalu,memantik kegusaran masyarakat. MUI Kabupaten Probolinggo memperingatkan pemerintah daerah agar tidak mengabaikan eksistensi padepokan yang penuh kontroversial ini. Pernyataan MUI ini disampaikan saat audiensi dengan PJ Bupati Probolinggo, Ugas […]

expand_less