132 Tahun Rumah Sakit Kristen Mojowarno: Dari “Kamar Jamu” Hingga Rumah Sakit Rujukan Covid-19
- account_circle Pom py
- calendar_month 38 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

132 Tahun Rumah Sakit Kristen Mojowarno: Dari “Kamar Jamu” Hingga Rumah Sakit Rujukan Covid-19
Jombang, RI–Jawa Timur — Tepat pada 6 Juni 1894, sebuah rumah sakit yang awalnya dikenal sebagai Zendings Ziekenhuis te Mojowarno resmi dibuka oleh Bupati Mojokerto dan Jombang, Raden Adipati Ario Kromodjojo Adi Negoro. Kini, 132 tahun kemudian, Rumah Sakit Kristen Mojowarno (RSKM) telah menjelma menjadi salah satu fasilitas kesehatan rujukan penting di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Bermula dari Seorang Pendeta Belanda
Cikal bakal RSKM tidak terlepas dari sosok J.E. Jellesma, seorang pendeta zending asal Belanda yang tiba di Mojowarno pada tahun 1851. Jellesma mulai melakukan pelayanan pengobatan modern kepada warga desa yang selama ini hanya mengandalkan pengobatan tradisional. Karena semakin banyaknya pasien, ruang belakang rumahnya tidak lagi memadai, sehingga dibuatlah ruang khusus di sampingnya — yang kemudian dikenal sebagai cikal bakal rumah sakit ini.
Jellesma meninggal dunia pada 16 April 1858 akibat penyakit disentri, namun pelayanan pengobatan dilanjutkan oleh para penerusnya. Pendeta Jan Kruyt, yang tiba di Mojowarno pada 1864, meneruskan semangat itu dan mendirikan sebuah ruangan kecil khusus pengobatan pada tahun 1882 — yang oleh masyarakat setempat disebut “kamar jamu”.
Berdiri atas Gotong Royong
Pembangunan rumah sakit yang sesungguhnya dimulai dengan peletakan batu pertama pada 23 Maret 1892, dilaksanakan secara bergotong royong. Sekitar 90 persen dana pembangunan berhasil dikumpulkan secara sukarela dari masyarakat, sementara sisanya dibantu oleh NZG (Nederlandsche Zendelingen Genootschap). Dua tahun kemudian, gedung rumah sakit rampung dan dibuka secara resmi.
Pada 1895, dokter pertama, Dr. H. Bervoets, mulai bertugas dan meletakkan dasar pelayanan medis yang profesional, termasuk mendirikan pendidikan jururawat dan bidan — yang merupakan salah satu pendidikan paramedis pertama di rumah sakit swasta di Indonesia. Bahkan, R.A. Kartini pada tahun 1899 pernah berkunjung ke RSKM dan sangat terkesan dengan program pendidikan tersebut sebagai wujud nyata emansipasi perempuan.
Hancur dan Bangkit Kembali
Masa kelam RSKM terjadi saat Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Pada 1946, rumah sakit ini sempat difungsikan sebagai Rumah Sakit Pertahanan Daerah Surabaya. Pada 1948, gedung rumah sakit dibumihanguskan sebagai bagian dari siasat perang, menyisakan puing-puing belaka.
Namun semangat melayani tidak pernah padam. Pada 1949, warga Jemaat Mojowarno membangun kembali rumah sakit dari puing-puing yang tersisa dengan modal yang sangat minim. Nama pun berganti: dari Zendings Ziekenhuis menjadi Rumah Sakit Kristen Mojowarno, identitas yang dipertahankan hingga sekarang.
Melewati Pandemi dengan Komitmen Pelayanan
Saat pandemi Covid-19 melanda, RSKM tidak surut. Berdasarkan SK Gubernur Jawa Timur, rumah sakit ini ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Sepanjang 2020–2022, RSKM merawat lebih dari seribu pasien Covid-19.
RSKM Hari Ini
Kini RSKM yang beralamat di Jalan Merdeka No. 59 Mojowarno, dikelola oleh Yayasan Kesehatan Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dengan kapasitas 129 tempat tidur. Rumah sakit ini menyediakan lebih dari 20 klinik spesialis dan didukung layanan penunjang medis lengkap. Menempuh perjalanan 132 tahun, RSKM tetap berpegang pada moto pelayanannya: “Untuk melayani dan bukan untuk dilayani” — sebuah semangat yang mengalir deras dari “kamar jamu” sederhana pada abad ke-19 hingga koridor rumah sakit modern hari ini.(Jek)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar