Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Buka Simposium Revitalisasi Sekolah Vokasi, Bupati Gresik Soroti Dampak UU 23/2014 pada Kebijakan Sekolah

  • account_circle Pom py
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • print Cetak

Buka Simposium Revitalisasi Sekolah Vokasi, Bupati Gresik Soroti Dampak UU 23/2014 pada Kebijakan Sekolah

Gresik, RI – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya sinergi total antara lembaga pendidikan dan dunia industri demi menekan angka pengangguran serta mewujudkan visi Gresik Berkarya. Hal ini disampaikan Bupati Yani saat membuka Simposium Nasional dengan tema “Revitalisasi Sekolah Menuju Gresik Berkarya” yang digelar di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Pemkab Gresik, Selasa (8/9/2026).

“Kenapa kegiatan ini penting dan harus berkelanjutan. Karena, langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan kurikulum pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja modern yang dinamis di wilayah Gresik,” ungkapnya.

Bupati Yani berharap, tata kelola SMA/SMK/SLB dapat dikembalikan menjadi kewenangan pemerintah daerah agar bisa memegang tanggung jawab penuh terhadap masa depan generasi muda di Kabupaten Gresik. Dikatakan, selama ini berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan jenjang pendidikan menengah tersebut berada di bawah kendali Dinas Pendidikan Provinsi.

“Kami di tingkat kabupaten ingin bertanggung jawab penuh atas masyarakat kami sendiri. Harapannya, regulasi dalam UU 23 Tahun 2014 bisa ditinjau kembali, sehingga kewenangan pengelolaan SMA, SMK, dan SLB dikembalikan ke pemerintah daerah,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Menurut Gus Yani, pengalihan kewenangan ini sangat krusial bagi kesinambungan program pembangunan SDM lokal. Jika pengelolaan berada di bawah kendali pemerintah daerah, maka Pemkab dapat mengintervensi program pendidikan secara langsung dan terarah. Bagi siswa lulusan SMA, Pemkab ingin memastikan mereka mendapatkan pengawalan optimal agar mampu melanjutkan serta diterima di berbagai perguruan tinggi favorit.

Bupati Yani menambahkan, perhatian khusus juga diarahkan untuk sektor pendidikan vokasi. Pihaknya menekankan lulusan SMK di Gresik harus dibekali dengan kompetensi yang unggul dan siap pakai, karena Gresik merupakan kawasan industri yang berkembang pesat. Menurut bupati, sinkronisasi antara kurikulum SMK dan kebutuhan pasar kerja dinilai akan jauh lebih cepat terealisasi apabila berada di bawah wewenang pemerintah daerah.

“Padahal, Pemkab Gresik memiliki visi besar untuk melahirkan lulusan SMA yang kompetitif agar mampu menembus perguruan tinggi favorit nasional. Di sisi lain, standardisasi kompetensi lulusan SMK juga menjadi perhatian utama agar para pemuda Gresik tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah,” harapnya.

Bupati Yani menilai, pembatasan ruang gerak daerah akibat UU Nomor 23 Tahun 2014 membuat pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi kebijakan strategis di tingkat sekolah menengah secara maksimal. Melalui pengembalian hak kelola dari provinsi ke kabupaten, Bupati Yani optimis sinergi antara dunia pendidikan, pemenuhan fasilitas sekolah, dan penyaluran tenaga kerja di Kabupaten Gresik dapat berjalan jauh lebih efektif.

Untuk itu, Bupati Yani mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, jajaran yayasan, hingga manajemen sekolah untuk aktif melakukan peningkatan kapasitas diri (upgrade keterampilan). Langkah transformatif ini dinilai krusial agar lembaga pendidikan tidak gagap dalam menjawab tantangan era digitalisasi serta dinamika industri yang berkembang sangat cepat.

“Melalui program revitalisasi sekolah vokasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang adaptif dan melahirkan lulusan yang siap kerja, terampil, serta kompeten di bidangnya. Langkah strategis ini sekaligus menjadi pilar penting Pemkab Gresik dalam mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran secara berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif bersama jajaran narasumber ahli, di antaranya, Dr. Suko Widodo, M.Si. (Pusat Studi Transformasi Sosial UNAIR), Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, S.E., M.M., C.B.A. (External Relation & SEZ Director), Mochamad Kharis, S.T., M.MT. (PT. Kawasan Industri Gresik), Irawan Agustiar, S.T., M.T. (PT. Maspion Industrial Estate), serta sejumlah praktisi pendidikan lainnya. Hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto.

Salah satu pembicara, External Relation KEK Gresik Rr Ayu Yayuk Dwi Hastuti, mengatakan pertumbuhan investasi harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya lulusan pendidikan vokasi. Menurutnya, investasi menciptakan permintaan baru terhadap kompetensi, produktivitas, sekaligus budaya kerja.

“Dunia vokasi dan industri menjadi satu mata rantai yang harus saling mendukung,” kata Rr Ayu.

Ia menjelaskan, KEK Gresik ditetapkan pemerintah dengan mandat utama untuk mendorong hilirisasi manufaktur. Dengan adanya proses hilirisasi tersebut, pertumbuhan kawasan memiliki nilai tambah yang tinggi sekaligus meningkatkan standar kebutuhan industri terhadap talenta yang dihasilkan dunia pendidikan di Gresik.

Karena itu, demand atau kebutuhan industri harus selaras dengan standar lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidang yang dibutuhkan. Keselarasan tersebut penting agar lulusan pendidikan vokasi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi benar-benar mempunyai keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja.

“Investasi menciptakan permintaan baru atas kompetensi, produktivitas dan budaya kerja. Dunia vokasi bertugas menyediakan dan memenuhi kebutuhan talenta dunia industri,” ujarnya.

Selain persoalan kompetensi, tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah pengalaman peserta didik terhadap dunia kerja. Tidak semua lulusan memiliki pengalaman yang cukup untuk beradaptasi dengan ritme dan budaya kerja industri ketika menyelesaikan pendidikan.

Persoalan tersebut dapat disiasati dengan memperbanyak kesempatan magang atau praktik kerja lapangan (PKL) di industri. Melalui pengalaman tersebut, peserta didik dapat memahami secara langsung standar kerja, kedisiplinan, keselamatan kerja, budaya perusahaan, hingga penggunaan teknologi yang diterapkan di dunia industri.

Di sisi lain, kompetensi guru atau tenaga pengajar juga perlu diperkuat agar sesuai dengan bidang keahlian yang diajarkan. Guru vokasi perlu memiliki pemahaman dan pengalaman yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri sehingga pengetahuan yang diberikan kepada siswa tidak tertinggal dari perkembangan di lapangan.

Menurut Rr Ayu Dwi Hastuti, kolaborasi antara industri dan sekolah vokasi perlu dibangun secara berkelanjutan, mulai dari penyusunan kebutuhan kompetensi, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, hingga penyediaan tempat magang bagi siswa.

Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi harus menjadi kerja bersama antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri. Pertumbuhan kawasan industri dan investasi yang besar perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM lokal sehingga masyarakat Gresik dapat mengambil manfaat dari perkembangan ekonomi di daerahnya.

Besarnya potensi investasi di KEK Gresik akan berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga kerja. Saat pendirian kawasan, KEK Gresik diproyeksikan mampu menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja dalam lima tahun. Bahkan, hingga 2036, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat mencapai 200 ribu orang.

Saat ini terdapat 33 industri di kawasan tersebut. Sebanyak 18 industri telah beroperasi, delapan industri sedang dalam proses pembangunan konstruksi, sementara tujuh lainnya masih dalam progres pembangunan.

Dari sisi investasi, nilai investasi di KEK Gresik hingga kuartal II 2026 tercatat sekitar Rp114,4 triliun. Jika ditambahkan investasi yang telah masuk sebelum kawasan tersebut ditetapkan sebagai KEK, yang mencapai sekitar Rp5 triliun, total investasi yang terkait dengan kawasan tersebut mencapai sekitar Rp116 triliun.

Besarnya investasi tersebut menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi yang semakin spesifik. Sejumlah sektor industri di KEK Gresik membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang metal, energi, logistik, kimia (chemical), hingga elektronika.

“Harapan kami di industri, dunia pendidikan memberi lulusan atau SDM siap kerja yang memiliki kompetensi,” kata Rr Ayu.

Revitalisasi sekolah vokasi di Gresik pun diharapkan tidak sekadar memperbarui sarana dan prasarana pendidikan. Lebih dari itu, revitalisasi harus diarahkan pada penyelarasan kebutuhan industri dengan standar kompetensi lulusan, peningkatan kapasitas guru, serta perluasan pengalaman kerja siswa melalui program magang dan PKL.

Dengan langkah tersebut, pertumbuhan investasi dan industrialisasi di Gresik diharapkan berjalan beriringan dengan kesiapan SDM lokal. Sekolah vokasi tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi menjadi bagian penting dari rantai pasok talenta bagi industri yang terus berkembang di Gresik.(Rdwn)

Tags
  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Kesehatan Mengadakan Publikasi Data STUNTING Kab. Tasikmlaya

    Dinas Kesehatan Mengadakan Publikasi Data STUNTING Kab. Tasikmlaya

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Kab. Tasikmalaya, RI – Selasa, (24/12/24), Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Pemkab Tasikmalaya menggelar pulikasi data stunting bertempat di Aula Pendopo Kab. Tasikmalaya. Kepala Dinkes Kab. Tasikamalaya Heru Suharto menyampaikan pentingnya pencegahan stunting tingkat posyandu, Kami sampaikan bahwa fokus kami untuk pecegahan stunting ini adalah pencegahan di tingkat posyandu, karena kami yakin pencegahan di posyandu inilah […]

  • Lestarikan Budaya Melaluli Pekan Kebudayaan Daerah

    Lestarikan Budaya Melaluli Pekan Kebudayaan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Cimahi, RI – Acara Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Cimahi 2025 diadakan Ecowisata Ciawi Tali kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, Sabtu (20 /09/25). Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Cimahi Letkol, (Purn) Ngatiyana, S.A.P., Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, SE. Aka. CA,. Sekda Kota Cimahi,. Maria Fitriana, Disbudparpora Kota Cimahi Drs. Ahmad Nuryana.Dandim 0609 kota […]

  • Pemkot Cimahi Luncurkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp

    Pemkot Cimahi Luncurkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    CIMAHI, RI – Pemerintah Kota Cimahi resmi meluncurkan gebrakan baru, sebagai layanan publik yang terintegrasi berbasis WhatsApp, yang dinamakan WA Mantap di Cimahi Command Center, Kantor Pemkot Cimahi. Peluncuran dilakukan secara hybrid melalui Command Center Pemkot Cimahi dan dihadiri jajaran DPRD Kota Cimahi, Kejaksaan Negeri Kota Cimahi, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Ketua RW dan Ketua […]

  • Viral di Media Sosial Pengancaman dengan Senjata, Polres Lumajang Selidiki Kasus Tersebut

    Viral di Media Sosial Pengancaman dengan Senjata, Polres Lumajang Selidiki Kasus Tersebut

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 402
    • 0Komentar

    LUMAJANG, RI – Sebuah rekaman video yang menunjukkan aksi intimidasi menggunakan senjata tajam terhadap dua pria di Lumajang menjadi perbincangan hangat di media sosial. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, insiden tersebut terjadi pada Senin (27/11/2023) di sebuah pabrik penggilingan padi yang berlokasi di Jalan Lintas Timur (JLT), Desa Sumberrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Saat itu, […]

  • Miris! 53 Bayi di Yogyakarta Diduga Dianiaya di Daycare, Polisi Temukan Korban Terikat

    Miris! 53 Bayi di Yogyakarta Diduga Dianiaya di Daycare, Polisi Temukan Korban Terikat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, RI – Tim redaksi Radar Indonesia telah menghimpun informasi dari berbagai sumber terpercaya guna menyusun laporan komprehensif terkait kasus dugaan penyiksaan anak di sebuah lembaga penitipan anak. Sebagai jejaring media yang mengedepankan prinsip hyperlocal dan kedekatan informasi dengan masyarakat, kami terus mengawal perkembangan kasus yang terjadi di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta ini. Sebanyak 53 […]

  • Di cari mobil hilang, data di bawah ini

    Di cari mobil hilang, data di bawah ini

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Post Views: 474

expand_less