Breaking News
light_mode
Trending Tags

IPDA MK Umam : Seragam Kebanggaan Hadiah Terindah Buat Ibu

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
  • visibility 570
  • print Cetak

MOJOKERTO – RI, Menjadi yang terbaik diantara yang lain itu bukanlah hal yang gampang, tapi saya ingin menjadi manusia yang bisa berbuat baik diantara orang sekeliling saya. Saya terlahir dengan nama Mohammad Khoirul Umam yang artinya Umat Nabi Muhammad SAW yang baik. Allohumma Aamiin…

Keluarga saya berasl dari Ponorogo, salah satunya Pendiri Pondok Pesantren Modern Gontor, salah satu Ponpes terbaik di Negeri ini,  Menengok asal usul keluarga saya tersebut dan memahami arti nama yang menjadi panggilan saya sehari-hari baik didalam Keluarga, Sahabat dan Teman menjadi kontrol diri saya pribadi.

Saya besar bukan dari keluarga punya dan bahkan cenderung kekurangan, Kedua orang tua saya menikah (dijodohkan jaman dulu), karena di Jawa sangat padat penduduknya akhirnya-akhirnya mengadu nasib menjadi warga transmigrasi ke Sumatera dengan mengolah Kebun di Daerah Pegunungan sebelum berdomisili di Nganjuk.

Demi kebutuhan sehari-hari, kami keluarga sederhana. Ibu saya membuka Warung Nasi Pecel di pinggir jalan selama empat tahun (1982–1986), Jalan Desa yang sekarang menjadi jalur alternatif Baron – Kediri. Saya dua bersaudara dan laki-laki semua, saya masih berumur empat tahun harus ditinggal pergi Ibu menjadi Tenaga Kerja Wanita di Arab Saudi yang saat ini disebut dengan nama PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Mungkin banyak yang bertanya? “Bapakmu kerja apa, kok Ibumu yang pergi?” Nah, dari situlah orang sempat beranggapan negative. “Bapak saya mempunyai kekurangan fisik di kaki sehingga tidak bisa melamar pekerjaan,” intinya seperti itu.

Bapak mencoba bekerja serabutan yang tentunya tak pernah cukup menopang kebutuhan keluarga kami.

Berapa tahun Ibumu menjadi TKW? “kurang lebih 18 tahun hingga saya mempunyai pangkat Bintara Polisi”.

Saya bangga kepada Ibu saya, Kartini saya, pengorbanannya tidak bisa diungkapkan dengan kata bahkan menulis untuk Beliau ini, tanpa saya sadari air mata berlinang dan menetes…

“ooohhh Ibu, pengorbananmu untuk keluarga dan kedua anakmu ini tidak akan sia-sia itu janji saya.”

Keberhasilan saya juga tidak luput dari rasa kasih sayang Bapak selama ini. Mulai mengantar dan menjemput Sekolah Taman Kanak-Kanak dengan naik sepeda ontel membonceng adik dan saya. Belum lagi memasak, menyuapi Adik, mencuci pakaian dan lain-lain yang semua itu selalu dilakukan oleh Bapak.

Ketika umur 6 tahun saya sudah diajarkan mandiri dengan mencuci baju sendiri dan ikut membantu jaga jual kebutuhan pokok di Warung yang kecil di Rumah yang disertai dengan jual Bahan Bakar Minyak Gas dan Bensin. Itu bentuk Pendidikan yang diajarkan Bapak agar kita turut prihatin dalam hidup dan selalu mengajarkan tidak sombong, aktif beribadah sebagai wujud syukur dan selalu berdoa untuk kesehatan dan keamanan Ibu di Negeri orang.

Beranjak dari Sekolah SDN II Jogomerto, SMPN 1 Tanjunganom dan  SMAN 1 Kertosono, mulai dari hal makan yang cukup dengan sarapan pagi dengan lauk tempe plus sambal terasi atau sambal bawang. Hingga sampai sekarang masih saya lakukan. He he… 

Untuk mengisi waktu kegiatan di Sekolah, saya aktif dan sangat senang ikut kegiatan Pramuka, karena membentuk jiwa yang mandiri dan disiplin. Saya dulu bercita-cita ingin menjadi Tentara namun gagal saat baru mendaftar AKABRI karena kurang persyaratan administrasi saat masih duduk kelas 3 SMA.

Setelah lulus SMA tahun 2001, saya ingin bisa langsung kerja karena tidak ingin membebani kedua orang tua. Akhirnya saya mengambil Diploma satu tentang analisys Computer di Surabaya dengan harapan saya bekerja di Kantor. Saat mengenyam Sekolah tersebut saya mengenal baik dengan salah satu Instruktur computer asal Solo Jateng dan mengajak merakit dan menjual hasil ke luar Kota. Jadi Sekolah Nyambi nyari Duit (Jadi Sekolah sekalian Nyari Duit)

Selanjutnya saya magang di salah satu perusahaan swasta dan ditawarin kerja menjadi Operator Warnet di dua tempat (salah satunya di Kampus B Unair).

Terus jadi Polisinya Gimana?

Mendengar ada pendaftaran Polisi, saya langsung semangat dan mendaftar di Polda Jatim tahun 2003.

Kesempatan ini merupakan yang terakhir, karena umur saya yang sudah 21 tahun saat itu syarat maksimal bisa daftar. Dalam hati saya ingin membahagiakan kedua orang tua dan ingin berubah untuk saya pribadi serta ingin menggantikan Ibu yang telah lama bekerja untuk keluarga dan saya.

Semangat itulah yang saya punya, dan setiap doa saya ingin memberikan kebanggaan kepada Ibu dengan saya bisa mengenakan seragam Polisi.

Ini seragam Polisi hasil pengorbanan Ibu untuk saya dan Keluarga.

Ini Doa Saya : “Ya ALLAH ampunilah Dosa Kedua orang tua saya, dan berikanlah kelancaran saya dalam setiap tes masuk Polri, saya ingin mempersembahkan seragram Polisi ini kepada Ibu Hamba yang telah berjuang untuk Keluarga dan saya,

Ya ALLAH Ya Rahman jika tugas Polri tidak sesuai dengan saya, mohon tes awal Hamba tidak diloloskan bukan di Tes akhir nanti Hamba tidak masuk, Ya Allah hanya kepada Mu kami mohon pertolongan dan hanya kepada Mu kami menyembah, Kkabulkanlah doa kami Aamiin.. aamiin.. aamiin Ya Rabbal ‘alamin.

Dorongan hati yang kuat itulah dalam doa singkat saya, untuk mengobarkan semangat juang dalam diri hingga saya berhasil dan akhirnya saya menjadi Bintara Polisi dan masuk Pendidikan di Pusdik Gasum Porong selama 7 bulan.

Kemudian diberikan kesempatan magang di Polres Sumenep Madura. Karena belum bisa beli HP untuk komunikasi akhirnya saya Foto dengan seragram Polisi dan saya kirim via Post ke alamat Ibu.

Alhamdulillah dan syukur nikmat yang selalu diberikan ALLAH SWT, surat dan foto saya diterima Ibu.

Didalam sepucuk surat itu saya menulis tentang keadaan Bapak, Adik dan saya.

“Ibuku sayang, Umam sudah jadi Polisi, Ibu Segera Pulang ya… kami rindu, kami Membutuhkan doamu dan kasih sayangmu… (Tanpa sadar air mata saya menetes di kertas Foto tersebut), Sudah Waktunya Umam yang bekerja untuk Ibu dan membiayai Sekolah hingga Kuliah Adik” itu tulisan saya di balik foto. 

Selesai magang di Polres Sumenep saya kembali ke Pusdik Gasum dalam rangka persiapan Pelantikan Menjadi Bintara Polri, dan hal yang paling tidak saya duga adalah saya mendapat Predikat Siswa Trengginas  dalam pelantikan Dik Tuk Ba Polri Gel 2 Tahun 2003

Berkat pengorbanan dan doa dari kedua orang tua, serta dukungan keluarga saya mengabdikan diri di Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) yang sangat  membanggakan dengan tugas pokoknya Melindungi, Mengayomi dan Melayani masyarakat itu sesuai dengan saya.

Semoga pengabdian saya ini bisa menuju Jalan ALLAH SWT yang diridhoi, Berkah dan amanah. Aamiin..aamiin Ya Rabbal ‘alamin.

Tiga Bulan kemudian Ibu Pulang ke Indonesia setelah pelantikan saya menjadi Polisi.

Waktu terus berjalan, ditahun 2017 saya lulus seleksi Sekolah Inspektur Polisi dan masuk Pendidikan di setukpa Polri selama 7 bulan, Alhamdulillah dalam pelantikan sebagai Perwira Polri Ibu, Bapak, Adik dan Keluarga mendampingi saya menjadi Saksi di Lapangan Sutadi Ronodipuro Sukabumi Setukpa Polri.

Terima kasih Ibu, 

Penyemanggatku adalah Ibu,

Seragamku Untuk Membanggakan Ibu (Alm Hj Siti Masfufah yang baru meninggalkan kami pada hari Sabtu, 07/08/21)

Terima kasih Bapak (Mohammad Nur)

Dan Terima kasih Adiku Miftahul Huda

“Saya menulis ini mulai tanggal 5 Desember 2018 dan masuk dalam Buku Inspirasi Alumni SMA Negeri 1 Kertosono dengan judul My Passion, My Job dari 100 kisah Inspiratif perjuangan meraih asa pasca SMA dengan judul Seragamku Untuk Membanggakan Ibu pada halaman 192-194,” Umam.

Alhamdulillah saat ini saya mengemban amanah sebagai Plt Kasubbag Humas Polres Mojokerto Kota IPDA MK Umam, SE., yang aslinya saya menjabat sebagai Panit 1 Reskrim Polsek Prajuritkulon. (Hlina)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan Penuh Kebersamaan, Kapolres Kubu Raya Apresiasi Lomba Mancing Gratis Pemkab

    Ramadhan Penuh Kebersamaan, Kapolres Kubu Raya Apresiasi Lomba Mancing Gratis Pemkab

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KUBU RAYA,RI– Suasana sore di bulan suci Ramadhan di Kabupaten Kubu Raya terasa berbeda. Ratusan warga memadati lokasi lomba mancing gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sebagai hiburan menjelang berbuka puasa. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika. Dalam kegiatan yang diinisiasi Bupati Kubu Raya, Sujiwo, itu, Kapolres tak hanya […]

  • Pemkab Samosir Harapkan Dukungan bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Dengan Kepala OJK Sumut Yang Baru

    Pemkab Samosir Harapkan Dukungan bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Dengan Kepala OJK Sumut Yang Baru

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    SAMOSIR, RI –Pemerintah Kabupaten Samosir berharap pergantian kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara dapat semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat. Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, saat menghadiri pengukuhan Triyoga Laksito sebagai Kepala OJK […]

  • Polres Pasuruan Kota Bersama Satpol PP Kota Pasuruan Berhasil Amankan 32 Motor saat Razia Balap Liar

    Polres Pasuruan Kota Bersama Satpol PP Kota Pasuruan Berhasil Amankan 32 Motor saat Razia Balap Liar

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat, Polres Pasuruan Kota dalam hal ini Pleton Siaga 3 yang dipimpin oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP ARMAN, S.I.K., M.Si., dengan Perwira Pengendali Kasat Sabhara AKP TATUK S IRIANTO bersama Anggota dan dibantu Satpol PP Kota Pasuruan melaksanakan Razia Balap Liar yang sering dikeluhkan oleh masyarakat Kota […]

  • Tim Wasev Bakti TNI Sterdam V/Brawijaya Tinjau Hasil Karya Bakti Kodim 0815/Mojokerto

    Tim Wasev Bakti TNI Sterdam V/Brawijaya Tinjau Hasil Karya Bakti Kodim 0815/Mojokerto

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 307
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Staf Teritorial Kodam V/Brawijaya Bidang Bakti TNI yang dipimpin Pabandya Bakti TNI Letkol Inf Agus Suryono beserta Tim berkunjung ke Markas Kodim 0815/Mojokerto disambut Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf M. Iqbal Prihanta Yudha, SE., di Makodim 0815/Mojokerto Jalan Majapahit Nomor 01 Kota Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (16/11/2022). […]

  • Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Menanggapi Keluhan Warga Desa Jatidukuh Terkait Galian C

    Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Menanggapi Keluhan Warga Desa Jatidukuh Terkait Galian C

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 331
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Lantaran keluhan warga Dusun Geruh Desa Jatidukuh Kecamatan Gondang Mojokerto soal kerusakan lingkungan akibat dari Penambang Galian C, Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Komisi III Sidak pagi tadi ketempat lokasi Penambang Galian C, Jum’at (12/3/21). Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto “Edi Ikhwanto” dalam Sidaknya, mengatakan bahwa ada temuan pelanggaran yang berdampak […]

  • Seluruh Jurnalis Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Penganiayaan Ke Polres Probolinggo.

    Seluruh Jurnalis Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Penganiayaan Ke Polres Probolinggo.

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Seluruh jurnalis Probolinggo Raya resmi melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap seorang wartawan ke Polres Probolinggo, Kamis (26/02/2026). Laporan tersebut menyusul insiden pemukulan yang terjadi di area halaman DPRD Kabupaten Probolinggo pada Rabu (25/02/2026). Korban dalam peristiwa tersebut adalah Fabil Is Maulana, jurnalis dari Sorot Nusantara. Saat kejadian, Fabil tengah menjalankan tugas jurnalistik meliput […]

expand_less