Warga Desa Kesamben Kulon Keluhkan Kinerja Bumdes, Minta Dinas Terkait Mengaudit
- account_circle Pom py
- calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
- visibility 424
- print Cetak

GRESIK, RI – Masyarakat serta kelembagaan Asosiasi tanaman hias Asem gedeh menyayangkan serta kecewa dengan kinerja kepala Desa serta pengawasan dari lembaga BPD yang seharusnya selama ini bisa membantu atau memajukan serta menambah perekonomian Desa Kesamben kulon Kecamatan Wringin Anom Kabupaten Gresik dengan adanya asosiasi tanaman hias yang sudah nampak potensi kemajuanya.
Akan tetapi tidak adanya keterbukaan mengenai BUMDesa serta kepengurusan anggota BUMDesa sehingga membuat anggota BUMDesa tidak bisa apa-apa.
Ali salah seorang Masyarakat setempat mengungkapkan bahwa selama ini BUMDesa yang ada di Desa Kesamben kulon tidak pernah menerima anggaran serapan dari Desa.
“Padahal dari mulai tahun 2019 ada realisasi anggaran yang disilfakan dan di cairkan di tahun anggaran 2020 akan tetapi ada dugaan setiap tahunnya anggaran yang terserap atau yang sudah terealisasi ke desa untuk BUMDesa tidak pernah di serahkan ke lembaga BUMDesa, Tuturnya.
Ada indikasi dugaan selama ini anggaran BUMDesa yang ada di Kesamben kulon di salah gunakan atau di manfaatkan secara pribadi, padahal masyarakat serta asosiasi di Kesamben kulon berharap adanya lumbung BUMDesa yang bisa berkembang dalam memajukan perekonomian yang ada di desa tersebut .
“Ironisnya lagi adanya bangunan kios pasar desa yang selama ini sudah mendapatkan anggaran dari Dana Desa (DD) dari mulai tahun anggaran 2020- 2023, dengan pagu anggaran yang sudah menghabiskan anggaran sekitar ± Rp 700.000.000. Fakta di lapangan bangunan kios tersebut terlihat sangat tidak layak atau terkesan asal asalan, “Tambahnya.
Masyarakat Kesamben kulon berharap adanya Dinas terkait bisa turun kelapangan serta meninjau kembali dikarenakan adanya dugaan anggaran fiktif Dana desa tersebut banyak yang sudah di selewengkan secara berjamaah.
Dengan adanya bukti RAPBDESa dari mulai tahun anggaran 2020 – 2023 bayak laporan laporan pertanggung jawaban yang tidak jelas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak koran ini masih berupaya meminta penjelasan melalui pesan apliksi Whatsaap kepada Kepala desa Kesamben Kulon namun belum ada balasan. Bersambung (Nrs)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar