Kekerasan Sadis di Sampang : Pengemudi Ojek di Bakar Hidup-Hidup oleh Penumpang, Polisi Buru Pelaku Pembegalan Berencana
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
- visibility 178
- print Cetak

SAMPANG, RI – Aksi pembegalan yang tergolong sadis dan tidak manusiawi menggemparkan Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Stevens Charles Ricky, seorang pengemudi ojek asal Sidoarjo, menjadi korban kekejaman brutal pada Senin pagi (13/10/2025).
Pelaku berhasil kabur membawa sepeda motor korban setelah korban disiram dengan bensin lalu dibakar hidup-hidup oleh penumpangnya sendiri di Dusun Penyiburan, Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik.
Kapolsek Jrengik, AKP Sunarno, S.H., membenarkan dan memberikan detail terkait insiden mengerikan ini bahwa pelaku tidak hanya membegal, tetapi juga melakukan penganiayaan berat dengan membakar korban. Setelah melancarkan aksinya, pelaku melarikan diri membawa sepeda motor korban.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di wilayah yang berbatasan antara Bangkalan dan Sampang. Korban menerima pesanan jasa transportasi secara offline dari pelaku. Pelaku mendatangi korban secara langsung di Surabaya untuk meminta diantar menuju Madura, tanpa menggunakan aplikasi ojek online resmi. Meskipun berisiko, korban menerima tawaran tersebut dan memulai perjalanan panjang melintasi Jembatan Suramadu hingga memasuki Kabupaten Sampang.
Perjalanan yang memakan waktu cukup lama sempat berjalan normal. Namun, ketika tiba di lokasi yang tergolong sepi di Dusun Penyiburan, Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, pelaku langsung menunjukkan niat jahatnya. Secara tiba-tiba dan tanpa peringatan, pelaku mengeluarkan bensin yang diduga sudah disiapkan sebelumnya, lalu menyiramkannya ke seluruh tubuh korban.
Dalam hitungan detik, pelaku menyulut api. Kobaran api yang besar langsung melalap tubuh Stevens Charles Ricky.
Korban yang panik dan kesakitan akibat kobaran api, sempat berteriak histeris minta tolong sambil berusaha keras memadamkan api yang membakar dirinya. Namun, pelaku justru memanfaatkan kepanikan korban untuk melancarkan aksi pembegalan. Pelaku dengan cepat mengambil alih sepeda motor korban, langsung tancap gas, dan menghilang dari lokasi.
meninggalkan korban dalam kondisi mengenaskan. Jeritan kesakitan korban segera mengundang perhatian warga sekitar. Mereka bergegas mendatangi lokasi dan memberikan pertolongan pertama menggunakan air dan peralatan seadanya untuk memadamkan api. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bakar parah di berbagai area vital, meliputi kepala, kedua lengan, punggung, dan paha kiri. Setelah diberikan pertolongan darurat, korban segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Tim kepolisian telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian untuk mendapatkan petunjuk penting. Dari modus operandi yang begitu terencana—mulai dari pemesanan offline, pemilihan rute sepi, hingga persiapan bensin—polisi menduga kuat bahwa pelaku telah merencanakan aksi kejahatan ini sejak awal perjalanan. Pengejaran terhadap pelaku pembegalan sadis ini terus dilakukan secara intensif.
Kondisi terakhir korban dilaporkan mulai stabil, namun ia masih harus menjalani perawatan intensif akibat luka bakar tingkat tinggi yang dideritanya.
Kapolsek Jrengik menyatakan bahwa kasus ini memiliki kompleksitas yang mengharuskan penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini sontak menimbulkan keresahan luar biasa di kalangan pengemudi ojek online, memicu perbincangan luas mengenai risiko keamanan saat menerima orderan di luar sistem aplikasi resmi. Publik berharap agar aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas motif di balik kejahatan yang melampaui batas kemanusiaan ini.(G.Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar