Barong Gugat Kahyangan

BLORA – RI, Ratusan Pegiat Seni menggelar Aksi Unjuk Rasa di depan Kantor Bupati Blora, Senin (29/6/20 20).

Aksi turun ke jalan menuntut kejelasan status pembatasan sosial terkait Covid-19 itu, sempat membuat macet jalan di sekitar lokasi.

Pasalnya para Pekerja Seni turut membawa puluhan Barongan dan berbagai peralatan kesenian ke tengah jalan.

Seno Margo Utomo, salah seorang Peserta Aksi, mengatakan dirinya ingin kejelasan status dari Pemkab Blora sehingga para Pekerja Seni bisa beraktivitas kembali di tengah-tengah masyarakat.

“Kami ingin bisa menggelar lagi Kesenian,” katanya.

Seno juga mengatakan, sejak pandemi awal Maret 2020, penghasilan mereka menyusut lantaran kebijakan Pemerintah setempat yang melarang Gelaran Pentas Seni.

“Hari ini sebagai bentuk kerinduan mereka mulai menggelar Kesenian secara serentak di Kabupaten Blora,” ucapnya.

Eko Arifianto, Peserta Aksi yang lain mengatakan, sejak pandemi Covid-19, banyak Seniman Tradisional di Blora kehilangan pekerjaan.

Dirinya menyebut, pencabutan maklumat Polri Nomor MAK/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 oleh Kapolri Jenderal Idham Azis, yang berisi tentang kepatuhan terhadap kebijakan Pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19, pada 25 Juni lalu menjadi angin segar bagi para Pekerja Seni di Blora.

Namun dirinya masih menunggu kepastian aturan dari Pemkab Blora sendiri.

Hasil dari audensi Pekerja Seni Kabupaten Blora, Joko Nugroho Bupati Blora mengatakan, “mulai 1 Juli 2020 akan dimulai dibuka untuk Pekerja Seni memulai pekerjaannya, yang kecil-kecil dahulu, seperti Hajatan maupun Organ Tunggal,” ucapnya.

Untuk pertemuan masa yang besar belum di ijinkan oleh Bupati Blora.

Bahkan Joko Nugroho mengatakan, “kalo saya lihat tidak mematuhi protokol kesehatan, tak gragali (diberhentikan paksa),” ucapnya. (Erh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *