Breaking News
light_mode
Trending Tags

Di Intimidasi Oleh Oknum Polisi Saat Melakukan Liputan, 5 Wartawan Kaltim Lapor Propam

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Rabu, 21 Okt 2020
  • visibility 331
  • print Cetak

SAMARINDA – RI, 5 Wartawan Samarinda, Kaltim yang mendapat tindakan represif dari Oknum Kepolisian, pada Kamis (8/10/2020) pukul 22.00 WITA, lapor ke Propam didampingi oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, lima Jurnalis tersebut melapor ke Propam Polresta Samarinda, pada Sabtu (10/10/2020) pukul 15.00 WITA.

Mereka adalah Samuel Gading (Lensa Borneo/Dijambak), Mangir (Disway Nomersatu Kaltim/Diinjak kakinya), Kiky (Kalimantan TV/Dipukul bagian dada), Yuda Almeiro (IDN Time/Diintimidasi), dan Faishal Alwan Yasir (Koran Kaltim/Ditahan sementara di Polres).

Pasca terjadinya Demonstrasi Omnibus Law di Gedung DPR, pada Kamis (8/10). Lima Jurnalis ini mendapat tindak represif dari Aparat pada Kamis (8/10) malam, saat mereka meliput Aksi di depan Mapolresta Samarinda.

Para Jurnalis ini melapor sesuai Pasal 18 UU Nomor 40/1999 tentang Pers Jo Pasal 335 (1) dan Pasal 351 (1) KHUP tentang Penganiayaan. Setelah pelaporan ini, selanjutnya para Korban akan dipanggil pada Senin (12/10) untuk membuat Berita Acara.

Sederet barang bukti tindakan represif Oknum Aparat berupa foto hingga video juga telah siap. “Mereka berlima mengalami kejadian yang berbeda-beda. Tapi mereka berlima semuanya merekam video dengan titik yang berbeda. Jadi, video mereka masing-masing ini lah yang akan disampaikan,” tutur Sabir, Kuasa Hukum dari Jaringan Advokasi Masyarakat (JAM) Borneo ini AJI sendiri berkomitmen mendampingi para Jurnalis hingga mereka mendapat hak-haknya.

“Karena kami menilai, saat Rekan Korban menceritakan kronologi, ada dugaan penganiayaan. Bahwa itu terbukti atau tidak, itu kita lihat dari hasil pemeriksaan nanti,” terang Sabir Ibrahim, Kuasa Hukum para Korban.

Kekerasan fisik dan intimidasi terhadap Pewarta bisa diproses Pidana karena secara nyata dan terbuka menghalangi-halangi kerja-kerja Pers. Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40/1999 tentang Pers, “Setiap orang yang secara melawan Hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja Pers, dipidana dengan Pidana Penjara paling lama dua tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta”. “Setiap orang” dalam pasal itu termasuk Polisi.

AJI juga meminta Kepolisian menghormati Nota Kesepahaman Dewan Pers – Polri terdaftar dengan Nomor: 2/DP/MoU/II/2017 dan Nomor: B/15/II/2017 tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan.

Adapun kronologi yang telah kami himpun dari salah satu Media. KRONOLOGI  KEJADIAN (8 Oktober 2020), sekitar pukul 22.00, dua orang Wartawan Samuel Gading (Wartawan Lensa Borneo.id) dan Yuda Almerio (Wartawan IDN Times.com) berangkat meliput adanya isu Penahanan 12 Peserta Aksi Tolak Omnibus Law yang dilaksanakan Aliansi Kaltim Menggugat. Tiba di lokasi, yakni di Kantor Polresta Samarinda.

Keduanya bertemu dengan Faishal Alwan Yasir (Koran Kaltim) dan Kiky (Kalimantan TV), yang terlebih dahulu sudah berada di tempat itu. Tujuannya sama. Meliput penangkapan 12 Peserta Aksi. Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 22.11 WITA, tiba-tiba terjadi keributan di depan Kantor Polresta Samarinda. Massa Aksi dari Aliansi Kaltim Menggugat yang meminta ke-12 temannya dibebaskan, adu mulut dengan beberapa Oknum Kepolisian yang baru datang. Beberapa Jurnalis kemudian spontan merekam kejadian tersebut.

Satu Oknum Polisi tersulut emosinya hingga mengejar seorang massa Aksi dan terjadilah pemukulan. Melihat peristiwa tersebut, Jurnalis yang berada di dalam ikut keluar menyaksikan keributan itu.

Termasuk Yuda, Samuel dan Faishal. Sebagai seorang Jurnalis, mereka pun mengambil gambar dari peristiwa itu. Tiba-tiba saja, Samuel dijambak oleh salah satu Oknum Polisi yang berpakain bebas dan menggunakan masker menutupi wajah Pelaku.

Samuel kemudian berteriak dan mengatakan bahwa dirinya Jurnalis seraya menunjukkan ID Card. Oknum tersebut kemudian melepas jambakan dan pergi ke dalam kerumunan. Mangir (Disway Nomorsatu Kaltim)– ketika merekam video keributan itu, diteriaki beberapa Oknum Polisi. Seorang Oknum berbadan besar mengenakan jaket putih-hitam, menggunakan masker, berjalan mendekati Mangir sambil membungkuk.

Setelah itu membelakangi dan menginjak kaki kanan Mangir. Mangir sepontan mendorong dan mengatakan bahwa dirinya Wartawan sambil menunjukkan id card. Namun, Oknum tersebut tak menggubris dengan posisi membelakangi sambil tetap menginjak kaki Mangir.

Oknum tersebut meminta untuk berhenti merekam. Yuda, Wartawan IDN Times menahan Oknum tersebut untuk memberhentikan tindakannya. Dan satu orang Wartawan Riski dari Kaltim TV membantu meleraikan kejadian itu. Melihat Aksi itu, Samuel juga ikut menyampaikan bahwa Mangir juga seorang Jurnalis. Oknum Polisi tersebut balik berteriak; “Memangnya kenapa kalau kau Wartawan ?!!”.

Situasi semakin panas ketika Oknum Polisi tersebut menuduh teman-teman Jurnalis membuat “Framing” atau memberitakan secara tidak berimbang situasi yang terjadi di tempat tersebut. Kemudian seorang Oknum Aparat menunjuk-nunjuk ke arah Yuda dan mempertanyakan urusan peliputan. Telunjuk Oknum tersebut berkali-kali menyentuh dada Yuda. Ketika itu Yuda dan teman-temannya di intimidasi untuk memberitakan hal-hal yang baik saja.

Faishal juga mendapat perlakuan tidak mengenakan. Ia didatangi Oknum yang mempertanyakan identitasnya. Yang mencederai profesinya sebagai Jurnalis. “Saya Pers,” kata Faishal, sambil menunjukkan identitas Jurnalisnya. Seteleh peristiwa itu, Kanit Jatanras meminta para Jurnalis itu untuk bertemu sebelum pulang.

Namun Yuda, Samuel, Apriskian dan Mangir memilih pulang. Sementara Faishal tertinggal dan ditahan oleh seorang Oknum. Ketika ia akan mengambil sepeda motornya. Oknum itu meminta agar Faishal memanggil kembali teman-teman Wartawan untuk bertemu Kanit Jatanras. Faishal pun menghubungi rekan-rekan Jurnalis lainnya.

Ia menunggu di Halaman samping Ruang INAFIS, dan ditemani Oknum tersebut. Faishal yang berada di Polresta Samarinda itu menghubungi rekan-rekannya untuk kembali ke Polresta dan bertemu di Kantor Jatanras. Karena tidak ada yang datang akhirnya, Faishal pun pamit pulang.

Pelaporan ini sebagai upaya memberikan efek jera kepada para Pelaku kekerasan terhadap Jurnalis. Apalagi, kasus kekerasan yang dialami lima Jurnalis bukan yang pertama di Kaltim. Selama ini, kasus kerap berakhir hanya dengan permintaan maaf. Tetapi, hal ini kerap terulang. Untuk itu, para Korban juga berhak menuntut haknya sebagai warga Negara dan Jurnalis yang pekerjaannya sudah dijamin oleh Undang-undang. (cucuk)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vaksinasi Nasional, Polres Jombang Sasar Rumah Ibadah

    Vaksinasi Nasional, Polres Jombang Sasar Rumah Ibadah

    • calendar_month Senin, 6 Sep 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 295
    • 0Komentar

    JOMBANG – RI, Guna mencapai target vaksinasi Nasional, Kepolisian Resor (Polres) Jombang menggelar vaksin Covid-19 di rumah ibadah, Senin (06/09/2021). Sebanyak 300 warga Jombang menjalani vaksinasi Covid-19 di Klenteng Hok Liong Kiong di Jalan RE Martadinata, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Ratusan orang tersebut disuntik vaksin sinovac. Proses vaksinasi di rumah ibadah ini dipantau langsung oleh […]

  • Pilkada Damai, Kapolres Sumenep Ajak Anak Panti Asuhan Taman Harapan Do’a Bersama

    Pilkada Damai, Kapolres Sumenep Ajak Anak Panti Asuhan Taman Harapan Do’a Bersama

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 379
    • 0Komentar

    SUMENEP, RI – Polres Sumenep menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap masa depan generasi muda dengan menyelenggarakan kegiatan istimewa di bawah tema Polres Sumenep Peduli. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi juga sebagai motivator dan inspirator bagi generasi penerus bangsa. Sabtu, 23 November 2024. Acara yang […]

  • Operasi Mantap Praja Kapuas 2024: Polres Kubu Raya Amankan Tahapan Pemilu di Kantor Bawaslu dan KPU

    Operasi Mantap Praja Kapuas 2024: Polres Kubu Raya Amankan Tahapan Pemilu di Kantor Bawaslu dan KPU

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 423
    • 0Komentar

    , KUBU RAYA,RI – Personel Polres Kubu Raya yang tergabung dalam Operasi Mantap Praja Kapuas 2024 melaksanakan pengamanan di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Gudang Logistik KPU Kabupaten Kubu Raya. Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memberikan rasa aman kepada masyarakat selama tahapan pemilu […]

  • Melalui Program Binrohtal, Polres Pasuruan Kota Tingkatkan Karakter Personel Polri

    Melalui Program Binrohtal, Polres Pasuruan Kota Tingkatkan Karakter Personel Polri

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 263
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Dengan menerapkan Prokes Polres Pasuruan Kota menggelar Binrohtal (Pembinaan Rohani dan Mental) bagi seluruh Personel serta ASN Polres Pasuruan Kota. Pembinaan Rohani dan mental merupakan program Bag Sumda Polres Pasuruan Kota dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan Personelnya. Kegiatan Binrohtal yang digelar setiap hari Kamis, dilaksanakan di Masjid At – Taqwa Polres […]

  • Apes! Baru Beli Sabu Rp 50 Ribu di Kampung Beting, Pria Ini Diciduk Polisi di Dermaga Rasau Jaya

    Apes! Baru Beli Sabu Rp 50 Ribu di Kampung Beting, Pria Ini Diciduk Polisi di Dermaga Rasau Jaya

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    KUBU RAYA,RI- Seorang pria bernasib apes setelah baru saja membeli narkotika jenis sabu di Kampung Beting, Pontianak. Pria berinisial SDO (25), warga Kecamatan Teluk Pakedai, diciduk polisi saat hendak menyeberang di Dermaga Rasau Jaya pada Jumat (7/3) sekitar pukul 04.37 WIB pagi. Kapolsek Rasau Jaya, IPTU Muhammad Saleh melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu […]

  • UPTD  Pengairan Bringin Dinas PU PR Bidang SDA Lakukan Rehab Jaringan Irigasi (JI) Ngrampu

    UPTD Pengairan Bringin Dinas PU PR Bidang SDA Lakukan Rehab Jaringan Irigasi (JI) Ngrampu

    • calendar_month Sabtu, 28 Nov 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 498
    • 0Komentar

    MAGETAN – RI, Pekerjaan Rehab Jaringan Irigasi Ngampru merupakan paket kegiatan yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) dengan tujuan bermanfaat bagi masyarakat setempat maupun sekitarnya. Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Pengairan Bringin Kecamatan Gorang Gareng Kabupaten Magetan Jawa Timur. “Jaringan Irigasi Ngampru mendapatkan layanan Aliran Air Irigasi dari DAM NGAMPRU yang terletak di Desa […]

expand_less