Dokter Amin Menjadi Referensi Mencari Solusi Masalah Pendidikan di Kota Probolinggo
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 39 menit yang lalu
- visibility 9
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Probolinggo dalam memperhatikan sektor pendidikan dengan menggelar Dialog Khusus Terpadu Atasi Masalah Pendidikan (DOKTER AMIN) di SMP Negeri 9, Senin (4/5). Kegiatan ini menjadi forum kolaboratif lintas sektor dalam memperkuat komitmen bersama menghadapi berbagai persoalan pendidikan, mulai dari radikalisme hingga perundungan digital.
Acara dihadiri Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua DPRD Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani, perwakilan Forkopimda, Kementerian Agama, serta kepala sekolah, perwakilan guru dan siswa se-Kota Probolinggo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat Siti Romlah, menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga sekolah terhadap bahaya radikalisme dan cyberbullying, sekaligus memperkuat implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) melalui penguatan pendidikan karakter.
“Dialog ini menjadi ruang diskusi interaktif antara pemerintah daerah, pendidik, siswa, dan masyarakat untuk merumuskan langkah konkret menjaga lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan piagam inovasi digitalisasi literasi pembuatan 1.000 buku digital serta peresmian pameran buku perpustakaan. Inovasi SMARTGRUB (Satu Murid dan Guru, Satu Buku) turut diperkenalkan sebagai gerakan literasi yang mendorong siswa menghasilkan karya tulis secara berkelanjutan.
Wali Kota Aminuddin mengapresiasi inovasi tersebut dan menyebutnya sebagai langkah awal yang bersejarah dalam membangun budaya literasi di kalangan pelajar. “Ini suatu starting yang luar biasa. Pengalaman bersejarah bagi anak-anak yang akan menjadi warisan dan inspirasi ke depan,” katanya.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pengukuhan Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta deklarasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang objektif, transparan, dan akuntabel.
Ketua DPRD Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani dalam kesempatan tersebut menegaskan penolakan terhadap segala bentuk perundungan, termasuk cyberbullying, yang masih terjadi di lingkungan pendidikan.
“Kami di DPRD menolak keras perundungan. Pengawasan harus diperkuat dan sinergi antar pihak perlu diluruskan. Ini tidak boleh hanya bersifat seremonial,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, termasuk edukasi hukum bagi siswa.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menyampaikan bahwa Indonesia tengah menghadapi momentum penting menuju Indonesia Emas dengan bonus demografi, sehingga kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan.
“Kita harus menciptakan lingkungan terbaik bagi generasi penerus, dari guru hingga fasilitas sekolah. Semua pihak harus terlibat untuk membangun pendidikan yang berkualitas,” ujar Dokter Amin-sapaan wali kota.
Ia juga menargetkan gerakan literasi yang telah dimulai di SMP Negeri 9 dapat berkembang ke sekolah lain, bahkan mencapai ribuan karya buku sebagai warisan pendidikan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud rekomendasi kebijakan, penguatan sinergi lintas sektor, serta komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkarakter di Kota Probolinggo. (suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar