Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hati-hati Ketipu Nasihat Bijak yang Malah Bikin Hidup Melarat: Syukur Itu Berjuang, Bukan Pasrah Tanpa Usaha!

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 155
  • print Cetak

SAMPANG, RI – Di tengah kesulitan ekonomi, sering kali kita mendengar kalimat-kalimat yang terdengar menyejukkan hati namun sebenarnya bisa menjadi penampilan racun bagi semangat juang. Fenomena “nasihat yang memiskinkan” ini mulai disorot karena banyak warga yang terjebak dalam zona nyaman dan kemiskinan hanya karena salah mengartikan makna spiritual.

Banyak orang salah kaprah dengan kalimat “Yang penting bersyukur.” Syukur yang sejati bukanlah berhenti berusaha dan menerima keadaan dengan tangan terlipat. Secara spiritual, Tuhan memberikan kita akal, kesehatan, dan waktu untuk digunakan sebaik-baiknya. Jika kita memiliki kesempatan untuk maju namun memilih diam dengan alasan “sudah takdir,” itu bukanlah bentuk ketakwaan, melainkan bentuk penyia-nyiaan nikmat. Takdir seharusnya menjadi penyemangat untuk bekerja lebih keras, bukan alasan untuk memaklumi rasa malas.

Satu poin yang sangat tajam adalah adanya perilaku kesombongan spiritual. Ini terjadi ketika seseorang merasa dirinya lebih mulia atau lebih “suci” dibanding orang lain hanya karena ia mengaku tidak mengejar harta duniawi.

Mengaku bisa hidup tanpa uang di dunia saat ini sering kali hanyalah bentuk keangkuhan yang halus untuk menutupi ketidakmampuan diri. Merasa suci dengan kemiskinan, padahal masih bergantung pada bantuan orang lain atau fasilitas yang dibangun dari keringat orang lain, adalah sebuah kemunafikan. Spiritualitas yang benar justru mendorong kemandirian agar kita bisa menjadi “tangan di atas” yang memberi manfaat bagi sesama.

Nasihat bahwa “Uang tidak dibawa mati” sering disalahgunakan untuk mematikan ambisi positif. Memang benar uang tidak masuk ke liang lahat, namun manfaat dari uang tersebut—seperti sedekah, membantu keluarga, dan membangun fasilitas umum—adalah investasi yang dibawa sampai ke akhirat. Tanpa kemandirian ekonomi, seseorang akan sulit menjaga martabatnya. Menjadi pemilik usaha atau pemimpin yang berdaya secara finansial jauh lebih mulia daripada sekadar menjadi pengikut yang tidak punya pilihan hidup.

Bahkan para utusan Allah, seperti Nabi Muhammad SAW, juga berikhtiar dengan berdagang. Beliau adalah seorang pedagang sukses sebelum menjadi Rasul, dan beliau juga menikah dengan seorang wanita kaya, Khadijah RA, yang juga merupakan seorang pengusaha. Para penyebar agama, seperti para sahabat Nabi, juga berikhtiar dengan berdagang dan bekerja keras untuk menyebarkan Islam.

Warga diimbau untuk mulai memilah nasihat yang masuk ke telinga mereka. Bedakan mana nasihat yang benar-benar menguatkan jiwa dan mana yang hanya menidurkan semangat. Sebelum mengikuti sebuah nasihat, tanyakan dulu pada hati kecil: “Apakah kata-kata ini membuat saya lebih semangat bekerja, atau justru membuat saya betah dalam kemiskinan?” Hidup yang tenang bukan didapat dari sikap masa bodoh, melainkan dari kerja keras dan kendali penuh atas nasib diri sendiri.

Dalam konteks ini, perlu diingat bahwa kemiskinan bukanlah tanda kesucian, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan keberanian dan strategi yang tepat. Jangan biarkan diri kita terjebak dalam lingkaran kemiskinan hanya karena salah mengartikan makna spiritualitas. Sebaliknya, mari kita bangkit dan berusaha untuk mencapai kemandirian ekonomi dan spiritualitas yang seimbang.

Jangan pernah berhenti berjuang untuk mencapai impianmu. Syukur bukanlah hanya kata-kata, melainkan tindakan nyata yang kita lakukan setiap hari. Mari kita jadikan syukur sebagai motivasi untuk terus maju dan mencapai kesuksesan.

(G. Nas)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RDP Komisi III Bahas Infrastruktur, H. Abdus Syukur Soroti Jalan Cokro Dan Regulasi Tender

    RDP Komisi III Bahas Infrastruktur, H. Abdus Syukur Soroti Jalan Cokro Dan Regulasi Tender

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI-Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Probolinggo kembali memanas, bukan karena emosi, tapi karena kepedulian. Infrastruktur jadi menu utama pembahasan. Senin (02/03/2026). Dari angka miliaran rupiah sampai desain teknis, semuanya dikuliti pelan-pelan. Di forum itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo dari Partai Golkar, H. Abdus Syukur, menyampaikan sejumlah catatan penting terkait program […]

  • Berita Kehilangan

    Berita Kehilangan

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Post Views: 158

  • Sambut Tahun Baru 1444 Hijriyah, Dandim 0819/Pasuruan Hadiri Do’a Bersama

    Sambut Tahun Baru 1444 Hijriyah, Dandim 0819/Pasuruan Hadiri Do’a Bersama

    • calendar_month Sabtu, 30 Jul 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Pasuruan, RI – Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf Nyarman M.Tr (Han) menghadri Do’a bersama dalam rangka menyambut  Tahun Baru 1444 H/2022 M yang bertempat di Pondok Pesantren Darusallam Desa Sidowayah Kec. Beji Kab. Pasuruan, Jum’at (29/7/22). Tanggal 1 Muharram ditetapkan sebagai awal tahun baru dalam kalender Hijriyah, menandai  peristiwa pentingnya terjadi sejarah islam, yaitu memperingati peristiwa […]

  • Diskon PBB-P2 hingga 40 Persen, Begini Cara Mendapatkannya

    Diskon PBB-P2 hingga 40 Persen, Begini Cara Mendapatkannya

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Foto Pemerintah Kota Mojokerto memberikan keringanan berupa diskon Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 40 persen. Kota Mojokerto, RI – Pemerintah Kota Mojokerto memberikan keringanan berupa diskon Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 40 persen untuk tahun pajak 2025. Kebijakan ini berlaku sampai akhir tahun 2025.‎‎‎Jika nilai PBB-P2 setelah […]

  • Tim Futsal SMPN.3. Pontianak Taklukan SMPN.7. Sungai Raya .8-1

    Tim Futsal SMPN.3. Pontianak Taklukan SMPN.7. Sungai Raya .8-1

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Foto : Tim Futsal SMPN.3 Pontianak Taklukan Tim Futsal SMPN 7 Sungai Raya. 8-1 PONTIANAK,RI- Dalam laga sengit turnamen antar-pelajar, dengan aksi gemilang pencetak gol dan strategi pelatih yang tangguh. Jalannya Pertandingan babak Pertama belum berberapa menit dimulainya permainan SMPN 3 Pontianak langsung tampil menyerang dan mencetak Satu gol cepat melalui kerja sama lini tengah […]

  • Jelang Hakordia, Polri perkuat komitmen Pegawai Pajak agar tidak korupsi

    Jelang Hakordia, Polri perkuat komitmen Pegawai Pajak agar tidak korupsi

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Jawa Barat ,RI-Satgassus Pencegahan korupsi polri gencar melakukan sosialisasi antikorupsi menjelang hari antikorupsi sedunia (Hakordia 2024) Yudi Purnomo Harahap Anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Polri yang merupakan mantan Penyidik KPK menjadi narasumber dalamKegiatan sosialisasi antikorupsi dan antigratifikasi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut dibuka oleh Kepala KPP Pratama Ciawi Gatot Sulandoko […]

expand_less