Breaking News
light_mode
Trending Tags

Honorer 7 Tahun Didepak Tanpa Pesangon, DR.(C) Imam Subiyanto: Ini Bukan Reformasi ASN, Tapi Pemiskinan Terencana

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • visibility 177
  • print Cetak

Honorer 7 Tahun Didepak Tanpa Pesangon
‎
‎Pemalang, RI – Seorang tenaga honorer di Dinas Pariwisata Kabupaten Pemalang , bernama Romadlon ,  harus menelan pil pahit setelah tujuh tahun mengabdi sejak 2018.
‎
‎Tanpa kesalahan, tanpa pelanggaran disiplin dan tanpa proses transparan, tanpa surat,  ia diberhentikan begitu saja per 28 Desember 2025, tanpa pesangon, tanpa kompensasi, bahkan tanpa kepastian hukum.
‎
‎Ironisnya, tenaga honorer tersebut memiliki 8 buah SK Honorer resmi dan selama bertahun-tahun menjalankan tugas rutin pemerintahan.
‎
‎Dia dikeluarkan semata karena tidak dapat mengikuti seleksi PPPK akibat terbentur usia. Akibatnya kini ia menganggur mendadak, kehilangan sumber penghidupan setelah negara selesai “memanfaatkannya”.
‎
‎Dipakai Bertahun-Tahun, Dibuang Seketika.
‎
‎Kasus ini langsung menuai kecaman keras dari kalangan praktisi hukum. DR.(C) Imam Subiyanto, S.H., M.H., CPM, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengingkaran tanggung jawab negara yang telanjang.
‎
‎“Bekerja tujuh tahun dengan SK resmi itu bukan relawan. Negara menikmati tenaga dan loyalitasnya, lalu ketika skema berubah dan usia tidak masuk, orang ini ditendang begitu saja. Ini bukan reformasi ASN, ini pemiskinan terencana,” tegas Imam.
‎
‎Menurutnya, kegagalan mengikuti seleksi PPPK karena usia bukan kesalahan tenaga honorer dan tidak dapat dijadikan alasan hukum untuk pemberhentian sepihak.
‎
‎Langgar Prinsip Negara Hukum.
‎
‎Imam menegaskan, tindakan “menyuruh berhenti” tanpa surat (hanya ucapan) , tanpa skema transisi dan tanpa kompensasi menabrak Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB).
‎
‎“Administrasi negara tidak boleh bermental lepas tangan. Kalau tidak mampu mengangkat, negara wajib memberi perlindungan transisi atau kompensasi. Mengusir tanpa apa pun adalah bentuk pemutusan hubungan kerja sepihak oleh pemerintah,” ujarnya.
‎
‎Ia menyebut, jika tidak ada SK Pemberhentian yang sah dan kompensasi pengabdian, maka tindakan tersebut berpotensi kuat sebagai Perbuatan Melawan Hukum oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintah.
‎
‎Bom Waktu Sosial di Daerah
‎
‎Lebih jauh, Imam mengingatkan bahwa kasus ini hanya puncak gunung es. Banyak tenaga honorer lain di daerah yang terancam mengalami nasib serupa akibat kebijakan transisi ASN yang tidak disertai perlindungan sosial dan keadilan kebijakan.
‎
‎“Kalau satu orang dibiarkan, maka puluhan akan menyusul. Ini bom waktu sosial. Pemerintah daerah tidak boleh bersembunyi di balik regulasi pusat, lalu membiarkan rakyatnya jatuh miskin,” katanya.
‎
‎Desakan Tanggung Jawab Pemerintah
‎
‎Kasus ini memicu desakan agar pemerintah daerah:
‎1. membuka data pemberhentian tenaga honorer,
‎2. menghentikan praktik pemberhentian sepihak.
‎3. menyediakan kompensasi dan skema transisi yang manusiawi.
‎
‎“Negara yang beradab tidak memperlakukan pengabdian rakyatnya seperti tisu—dipakai lalu dibuang,” pungkas Imam Subiyanto.* (imam wtw)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pupuk Sinergitas Bersama Media, Polres Sumenep Gelar Piramida

    Pupuk Sinergitas Bersama Media, Polres Sumenep Gelar Piramida

    • calendar_month Jumat, 22 Des 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 287
    • 0Komentar

    SUMENEP, RI – Dalam rangka menjalin keakraban dengan insan pers, Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko, S.H., S.I.K., M.H. ngobrol santai bersama awak media setempat. Kegiatan itu dikemas lewat Piramida “Ngopi Bareng Media”, di lantai II Ruang Rapat Satpas BPKB Polres Sumenep. Kapolres Sumenep mengatakan, tidak ada agenda khusus pertemuan ini, hanya ngobrol santai sambil […]

  • Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik Lebaran, Polres Mojokerto Kota Gelar Latpraops Ketupat Semeru 2025

    Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik Lebaran, Polres Mojokerto Kota Gelar Latpraops Ketupat Semeru 2025

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI- Sebagai langkah kesiapan mendukung Ops Ketupat Semeru 2025, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri S.I.K., M.H. beserta Jajaran melaksanakan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ketupat Semeru 2025 di Aula Hayam Wuruk Polres Mojokerto Kota pada Selasa (18/03) Dihadiri oleh Wakapolres KOMPOL Suwarno S.H., serta Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran, Kapolres menyampaikan bahwa […]

  • Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur, Kuasa Hukum Keluarga Terlapor Akan Laporkan Balik Orang Tua Korban

    Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur, Kuasa Hukum Keluarga Terlapor Akan Laporkan Balik Orang Tua Korban

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 99
    • 0Komentar

    SUMENEP,RI-Kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang sempat diselesaikan melalui mediasi di tingkat desa kini memasuki babak baru. Setelah keluarga korban melaporkan perkara tersebut kepada pihak kepolisian, keluarga salah satu terlapor yang masih berstatus anak dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam proses pernikahan kedua anak tersebut.Kamis, 04/06/2026 Sebelumnya, […]

  • Kodim 0819 Pasuruan Bersama Mitra Tani Modern Bertekad Majukan Ketahanan Pangan

    Kodim 0819 Pasuruan Bersama Mitra Tani Modern Bertekad Majukan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kamis, 17 Jun 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 388
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Kali ini, Kegiatan Panen Raya Padi Organik di Area Persawahan Kecamatan Gondangwetan tepatnya di Dusun Tumpuk Desa Wonosari dihadiri orang nomor dua Jajaran Kodim 0819/Pasuruan. Adalah Mitra Tani Modern dengan menggandeng Kodim 0819 Pasuruan yang diwakili langsung Mayor Arh M. Ridwan melakukan langsung proses Panen Padi Organik yang mulai dilaksanakan sejak hari […]

  • Gawat Oknum Pegawai Dispendik Kabupaten Pasuruan Diduga Ngik Ngik Didalam Mobil Dinas

    Gawat Oknum Pegawai Dispendik Kabupaten Pasuruan Diduga Ngik Ngik Didalam Mobil Dinas

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    PASURUAN, RI – Dugaan tindakan asusila yang dilakukan oknum pegawai Dispendik Kabupaten Pasuruan didalam kompleks Perkantoran Raci Kabupaten Pasuruan, hal tersebut menjadikan sorotan publik setelah vidio pemeriksaan oleh Satpol PP beredar lua Apalagi dengan beredarnya Vidio tersebut , tampak seorang pria berinisial H mengenakan seragam pegawai Pemkab Pasuruan tengah diinterogasi oleh petugas Satpol PP pada […]

  • Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Harga Beras, Temukan Penurunan di Pasar Tradisional

    Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Harga Beras, Temukan Penurunan di Pasar Tradisional

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    PASURUAN, RI – Tim Satgas Pangan Polres Pasuruan bersama Badan Pangan Nasional dan Bulog Cabang Malang melakukan pemantauan harga beras di sejumlah pasar tradisional dan toko modern di wilayah Kabupaten Pasuruan, Kamis (13/11/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu dilakukan sebagai upaya pengendalian harga dan memastikan ketersediaan beras di pasaran tetap aman. Pemantauan […]

expand_less