Breaking News
light_mode
Trending Tags

Investigasi: Dugaan Pembuangan Limbah Cair Peternakan Ayam ke Sungai di Lumajang Terungkap, Pengakuan Pemilik Jadi Sorotan

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 4 menit yang lalu
  • visibility 3
  • print Cetak

LUMAJANG,RI – Dugaan pembuangan limbah cair peternakan ayam potong secara langsung ke aliran sungai di wilayah Desa Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, menjadi perhatian publik. Dugaan praktik yang disinyalir telah berlangsung dalam waktu lama itu mencuat setelah saluran pembuangan yang diduga berasal dari area peternakan mengalami penyumbatan hingga limbah meluap ke jalan akses perkebunan warga.

Temuan tersebut memunculkan kembali keresahan masyarakat yang selama ini mengaku sering mendapati air sungai berubah keruh dan mengeluarkan bau menyengat pada waktu-waktu tertentu. Kecurigaan warga akhirnya mengarah pada sebuah saluran pipa yang diduga terhubung langsung dari area kandang menuju aliran sungai.

Pipa Diduga Disembunyikan, Terungkap Saat Saluran Mampet
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat saluran pipa yang mengarah ke sungai. Warga menduga pipa tersebut digunakan sebagai jalur pembuangan limbah cair peternakan. Dugaan itu menguat setelah saluran tersumbat sehingga limbah meluap ke permukaan jalan perkebunan.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku sempat merekam kondisi tersebut.

“Selama ini kami mengira air sungai keruh karena hujan. Setelah saluran itu mampet, baru terlihat ada pipa yang diduga mengalirkan limbah dari kandang ke sungai,” ujarnya.

Warga Khawatir Pencemaran Lingkungan
Warga menilai apabila dugaan tersebut benar, maka pembuangan limbah tanpa melalui pengolahan berpotensi mencemari sungai, mengganggu ekosistem, merusak kualitas air irigasi, hingga berdampak terhadap kesehatan masyarakat yang menggunakan sumber air di sekitar lokasi.

Mereka meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang bersama aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan lapangan, pengambilan sampel air, serta menelusuri dugaan adanya pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan limbah.

Pemilik Peternakan Akui Ada Pembuangan ke Sungai
Saat dikonfirmasi, pemilik peternakan, Siti Maimunah, mengakui adanya pembuangan limbah cair ke aliran sungai. Namun, ia menyebut aktivitas tersebut baru dilakukan sekitar lima hari terakhir dan diklaim hanya sebagai uji coba saluran pembuangan.

“Baru sekitar lima hari ini kami buang ke sungai. Kemarin memang meluber karena salurannya mampet, itu masih tahap uji coba,” ucap Siti Maimunah.

Dalam keterangannya, ia juga menyebut aktivitas tersebut dilakukan pada malam hari.

“Kalau malam dibuang, selama ini tidak ada masalah,” katanya.

Lebih lanjut, Siti juga menyampaikan bahwa praktik serupa menurut pengakuannya pernah dilakukan pada kandang sebelumnya.

“Dari dulu aman saja buang kotoran ayam yang banyak itu ke sungai. Kandang yang sebelumnya, sebelum kena banjir, sekitar 12 tahun juga dibuang ke sungai. Ini pasti orang tubing yang komplain,” imbuhnya.

Siti juga berpendapat limbah peternakan yang dialirkan ke sungai tidak menimbulkan persoalan karena menurutnya dapat dimanfaatkan.

“Sebenarnya saya lebih dulu di sini daripada orang tubing. Kenapa harus komplain? Kotoran ayam saya bermanfaat untuk mengairi sawah dan jadi makan ikan di sungai kok malah dipermasalahkan. Di sungai juga banyak yang buang pampers dan bonggol pisang, terus komplainnya ke siapa?” ucapnya, (23/7/2026).

Di akhir keterangannya, Siti juga menyampaikan keberatan apabila warga yang menurutnya berasal dari kelompok tubing tetap melintasi jalan yang berada di atas lahannya.

“Kalau besok orang tubing jangan lewat jalan saya. Jalan yang dilewati itu berada di lahan milik saya,” tegasnya.

Menunggu Langkah Aparat
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang maupun Kepolisian terkait dugaan pencemaran tersebut.

Masyarakat berharap dilakukan investigasi menyeluruh melalui pemeriksaan instalasi pengolahan limbah, penelusuran jalur pembuangan, serta uji laboratorium terhadap kualitas air sungai. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, warga meminta penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Azis/Septa)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konfirmasi Ketua LIPK Sumenep Dengan Inspektorat Sumenep Terkait Penyimpangan Beras Raskin Tahun 2017/2019

    Konfirmasi Ketua LIPK Sumenep Dengan Inspektorat Sumenep Terkait Penyimpangan Beras Raskin Tahun 2017/2019

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 276
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Dari hasil konfirmasi Ketua LIPK Sumenep dengan Inspektora Kabupaten Sumenep, terkait dugaan tidak pidana korupsi penyimpangan beras raskin tahun 2017 sampai dengan 2019 yang terjadi di Desa Dasuk Laok Kecamatan Dasuk Sumenep bagian Wilayah Utara Madura Jawa Timur, Selasa 19 Mei 2020. Ketua Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK) Sumenep, Sayfiddin menjelaskan kepada […]

  • Rapat Paripurna DPRD Ke -14 Kota Tasikmalaya Di Buka Oleh Ketua Dewan

    Rapat Paripurna DPRD Ke -14 Kota Tasikmalaya Di Buka Oleh Ketua Dewan

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    KOTA TASIKMALAYA, RI – Bertempat di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya diselenggarakan Rapat Paripurna ke-14, Senin (24/325). Agenda rapat tersebut dibuka d dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, SH., M.Si dan turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Wali Kota Tasikmalaya, Wakil Walikota Tasikmalaya, para anggita DPRD, Camat, lurah, juga para undangan […]

  • Pererat Sinergi Bersama Ulama, Kapolresta Mojokerto Silaturahmi Ke Tokoh Agama

    Pererat Sinergi Bersama Ulama, Kapolresta Mojokerto Silaturahmi Ke Tokoh Agama

    • calendar_month Selasa, 26 Des 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 292
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI – Dalam rangka mempererat sinergi antara Polri bersama Tokoh Agama untuk memelihara kamtibmas yang aman dan kondusif, Kapolresta Mojokerto AKBP Daniel S. Marunduri, S.I.K, M.H, melaksanakan silaturahim ke tokoh agama di wilayah hukum Polresta Mojokerto, Selasa (26/12/23). Dengan didampingi Pejabat Utama Polresta Mojokerto, silaturahmi dilaksanakan dengan mengunjungi K.H Muthoharun Afif .L.C selaku […]

  • Aplikasi SAPA BOS, Cara Pemkot Probolinggo Perkuat Akuntabilitas dan Cegah Penyimpangan Dana Pendidikan

    Aplikasi SAPA BOS, Cara Pemkot Probolinggo Perkuat Akuntabilitas dan Cegah Penyimpangan Dana Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, RI-Guna memperkuat cakupan sektor pendidikan terkait memberikan kepastian hukum kepada sekolah, sehingga lembaga pendidikan dapat menjalankan fungsinya secara profesional dan akuntabel, termasuk mencegah kesalahan administrasi, serta meminimalkan potensi penyimpangan dan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana BOS, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi meluncurkan kegiatan Sarana Advokasi Peningkatan Akuntabilitas Bantuan Operasional Sekolah (SAPA BOS) Tahun […]

  • FESTIVAL DURIAN DI ALUN – ALUN KAJEN SEDOT ANIMO MASYARAKAT PEKALONGAN DENGAN SALING BEREBUT GUNUNGAN DURIAN

    FESTIVAL DURIAN DI ALUN – ALUN KAJEN SEDOT ANIMO MASYARAKAT PEKALONGAN DENGAN SALING BEREBUT GUNUNGAN DURIAN

    • calendar_month Senin, 15 Jan 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 350
    • 0Komentar

    KABUPATEN PEKALONGAN, RADARINDONESIAONLINE.COM- Untuk tahun 2024 ini, Festival Durian akan digelar di Alun-alun Kajen Kabupaten Pekalongan Minggu, (14/1/24) mulai pukul 08.00 Wib sampai malam hari Festival Durian ini dibuka langsung oleh Bupati Pekalongan Hj. Fadia Arafiq, SE. MM didampingi suamiselaku Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan H. Muhtarudin Ashraff Abu dan akan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan […]

  • Siap Jadi Role Model Reformasi Birokrasi, Wakil Bupati Gresik Tutup Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan III

    Siap Jadi Role Model Reformasi Birokrasi, Wakil Bupati Gresik Tutup Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan III

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Foto Siap Wakil Bupati Gresik Tutup Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan III. (Kom) Gresik, RI – Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan III yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Timur. Secara resmi ditutup, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul […]

expand_less