Kapal Porsen Beroperasi Bebas di Pulau Kangean Nelayan Lokal Menjerit
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
- visibility 191
- print Cetak

Kapal Porsen Beroperasi Bebas di Pulau Kangean Nelayan Lokal Menjerit
SUMENEP,RI- kehadiran Kapal Porsen di Pulau Kangean sangat meresahkan masyarakat nelayan terutama masyarakat nyamplong Ondung Desa Kalikatak Kec. Arjasa Kabupaten Sumenep Ujung Timur Madura Jawa Timur.
Dari hasil investigasi Kepada nelayan lokal bahwasanya dengan kehadiran kapal porsen sangat meresahkan para nelayan lokal di mana dengan adanya kapal Porsen membuat hasil tangkapan para nelayan sangatlah miris kini Pulau Kangean terutama yang sangat dirugikan adalah nelayan nyamplong Ondung, biasanya nelayan lokal sehari- harinya bisa mendapatkan hasil yang memadai namun kini terus merugi dengan kehadiran kapal porsen tersebut.
Menurut Buhari sebagai penggerak mewakili masyarakat nelayan dusun nyamplong Ondung mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan merasa miris dan menjadi pemikirannya karena sejak tahun 1993 kapal Porsen itu sudah beroprasi di Pulau kangean kami takut kehilangan kesabaran kami bukan tidak bisa melakukan sesuatu yang tidak diinginkan hanya saja kami berfikir panjang karena kami percaya masih ada pemerintah dan instansi terkait yang bisa mengatur persoalan ini kamis 22/8/25.
Buhari menambahkan bukan sekarang ini kami mengadu kepada instansi terkait sejak tahun 2022 namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut, namun dengan adanya LSM dan media yang siap mengawal dan membantu mencari solusi sehingga teman- teman mau lagi bergerak terkait persoalan Porsen ini dulu kami pernah minta bantuan pada seseorang sanggup mau memfalitasi masalah ini habis kami kasih dana sampai sekarang menghilang jadi mudah-mudahan dengan adanya media dan LSM yang mau membantu saya ucapkan terima kasih atas bantuannya,’harapnya.
Ditempat yang sama Musa nelayan asal dusun nyamplong Ondung mengaku perahunya kini terparkir di tepi pantai sudah dua bulan lebih saya tidak melaut bukan karena ombak atau angin namun dari hasil melaut tidak sebanding dengan biaya hasil tangkapan, karena saya cari ikan manual sangat sulit laut semakin kosong melompong seperti di satu bersih karena per Porsen hasil tangkapan setiap harinya di perkirakan 4 sampai 5 ton permalam coba bayangkan misal 5×100 Porsen sudah berapa ton ikan kita diambil kalau ini dibiarkan tentunya anak cucu kita nanti kesulitan untuk mencari ikan saya berharap kepada para pemangku yang ada di kecamatan Arjasa dan Instansi terkait untuk bertindak,”harapnya.
(M)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar