Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua DPD RI Ingatkan 4 Konsekuensi Kenegaraan Terhadap Inpres Rehabilitasi Pegiat dan Pengikut PKI

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
  • visibility 253
  • print Cetak

JAKARTA , RI –  Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan ada empat Konsekuensi Kenegaraan yang harus dicermati oleh DPD RI terhadap lahirnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2023.

Hal itu disampaikan LaNyalla dalam Rapat Gabungan Pimpinan Alat Kelengkapan DPD RI yang membahas Inpres Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Pelaksanaan Rekomendasi Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat, di Ruang Majapahit, Gedung B DPD RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/4/2023).

Rapat gabungan menghadirkan dua narasumber yakni pengamat politik Ichsanudin Noorsy dan akademisi UI Dr Mulyadi, M.Si. Hadir juga Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, seluruh pimpinan alat kelengkapan dewan, Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin dan Togar M Nero, Sekjen DPD RI Rahman Hadi dan Deputi Administrasi DPD RI Lalu Niqman Zahir.

“Mengapa saya gunakan kata Konsekuensi Kenegaraan, karena memang isi dari Instruksi Presiden ini berdampak kepada Kenegaraan Indonesia. Sehingga yang perlu kita bedah, pelajari dan pahami di sini adalah seberapa jauh konsekuensi kenegaraan bagi Indonesia atas Inpres Nomor 2 tersebut?” katanya.

Menurut LaNyalla yang pertama perlu dicermati adalah Inpres tersebut memerintahkan kepada 19 institusi negara, yang terdiri dari Kementerian, Jaksa Agung, Panglima TNI dan Kapolri untuk melaksanakan rekomendasi Tim PP-HAM.

Dimana di dalam Diktum Pertama huruf (a) tertulis; memulihkan hak korban atas peristiwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat secara adil dan bijaksana;

“Ini penting untuk kita gali, tentang seberapa luas makna kata memulihkan hak korban? Karena salah satu yang diperjuangkan PKI saat itu, dalam konteks peristiwa tahun 1965-1966 adalah menawarkan ideologi komunisme sebagai alat mencapai tujuan dan cita-cita kemerdekaan Indonesia,” papar LaNyalla.

Sementara, ditegaskan olehnya, bangsa ini telah bersepakat, bahwa Pancasila adalah satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara.

“Bahkan, saya pribadi menilai bahwa kita masih harus memperjuangkan agar Pancasila dapat kembali menjadi norma hukum tertinggi dalam Konstitusi kita, yang telah mengalami perubahan di tahun 1999 hingga 2002 silam,” lanjut dia.

Konsekuensi kedua dikatakan LaNyalla, dalam Inpres jelas menugaskan alat negara, yaitu TNI dan Polri untuk melaksanakan rekomendasi Tim PP-HAM. Sedangkan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan, dalam menjalankan tugasnya berdasarkan atas kebijakan dan keputusan politik negara.

“Pertanyaannya, apakah Inpres sudah cukup sebagai konsideran atau payung hukum untuk sebuah kebijakan dan keputusan Politik Negara? Ini perlu kita kaji dengan jernih dan cermat,” paparnya.

Yang ketiga, Inpres No 2 tahun 2023 juga mengandung konsekuensi penggunaan uang negara melalui APBN. Sehingga juga harus dilakukan telaah atas output dan outcome terhadap penggunaan uang negara dalam koridor sosial benefit bagi negara ini,” ucapnya.

Dan terakhir, kata LaNyalla, jika rekomendasi dari Tim PP-HAM dalam durasi masa lalu hanya berhenti di tahun 1965-1966, bagaimana dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya? Termasuk peristiwa di dekade tahun 1948, yang juga menimbulkan korban tak sedikit di kalangan masyarakat sipil oleh aksi-aksi Komunisme. 

“Semoga dengan pembahasan ini, kita bisa melihat lebih jernih dan luas dalam perspektif kenegaraan, sebagai bagian dari upaya kita memperjuangkan Pancasila kembali kokoh sebagai grondslag dan staats fundamental norm bangsa ini,” ujarnya.

Seperti diketahui Inpres Nomor 2 Tahun 2023 didahului dengan lahirnya Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2022, tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia Yang Berat Masa Lalu, atau disingkat Tim PP-HAM.

Sejak lahirnya Keppres tahun 2022 tersebut, terjadi polemik di masyarakat. Mengingat salah satu rekomendasi dari Komnas HAM yang harus diselesaikan adalah peristiwa tahun 1965-1966. Dimana semua tahu bahwa pada saat itu terjadi upaya kudeta oleh Partai Komunis Indonesia terhadap negara ini.

Kemudian TNI Angkatan Darat mengambil langkah untuk melakukan operasi pemulihan keadaan melalui penangkapan tokoh-tokoh utama PKI yang diduga terlibat. Lalu diikuti terjadinya situasi konflik horizontal di kalangan sipil, antara pengikut dan pendukung PKI dengan Non-PKI. Konflik horizontal sipil tersebut juga dipicu oleh rangkaian sejarah panjang aksi-aksi kelompok Komunis di Indonesia yang terjadi jauh sebelum tahun 1965.

Sehingga bangsa ini masih belum dapat menerima secara hitam putih bahwa dalam peristiwa 1965-1966, seperti dinyatakan Komnas HAM, bahwa posisi korban adalah mereka yang terlibat atau pengikut PKI. Atau dengan kata lain, pegiat PKI dan keluarga pegiat PKI adalah korban pelanggaran HAM berat. (Biro Pers, Media dan Informasi LaNyalla Center/M-One)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Kapolsek Mojoroto Polres Kediri Kota, Belikan Becak Baru Untuk Ponijan Yang Menjadi Korban Pencurian Becak

    Aksi Kapolsek Mojoroto Polres Kediri Kota, Belikan Becak Baru Untuk Ponijan Yang Menjadi Korban Pencurian Becak

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 245
    • 0Komentar

    KEDIRI – RI, Kapolsek Mojoroto Polres Kediri Kota, Kompol Muhklason telah melakukan hal tidak biasa. Ia membelikan becak baru untuk Tukang Becak yang bernama Ponijan warga Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto yang melapor telah  kehilangan becaknya, Kamis (2/12/2021). Menurut Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason, berawal seorang pria bernama Ponijan (55) warga Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri […]

  • Respek Eksekutif Jawab Pandangan Umum Fraksi Terhadap LPj Pelaksanaan APBD 2024

    Respek Eksekutif Jawab Pandangan Umum Fraksi Terhadap LPj Pelaksanaan APBD 2024

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (4/6/2025) kembali menggelar rapat paripurna dengan agenda Jawaban Eksekutif atas Pemandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Probolinggo terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Probolinggo Tahun Anggaran 2024. Rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Didik Humaidi ini dihadiri oleh […]

  • HUT Ke-79 TNI, Kodim 0815/Mojokerto Sasar Karya Bakti Pasar Tengah Kota

    HUT Ke-79 TNI, Kodim 0815/Mojokerto Sasar Karya Bakti Pasar Tengah Kota

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI- Sejumlah personel Kodim 0815/Mojokerto bersama anggota Polres dan masyarakat tampak memadati area Pasar Tanjung Anyar yang terletak di tengah Kota, Jalan Residen Pamuji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (18/09/2024). Bukan untuk melaksanakan sidak harga kebutuhan pokok di pasaran, rombongan personel gabungan bersama masyarakat ini merupakan kegiatan sosial karya bakti yang telah […]

  • Polsek Kangayan Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Pencurian Pembobol Toko

    Polsek Kangayan Kembali Ungkap Kasus Tindak Pidana Pencurian Pembobol Toko

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 354
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Minggu 13 Nopember 2022, telah dilakukan penangkapan terhadap Tersangka Bambang Proyoga alias Bambang yang diduga telah melakukan pencurian dengan pemberatan berupa isi toko milik Korban Hasinuddin Desa Saobi Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep Ujung Timur Madura, Jawa Timur. Sebagai Pelapor atas nama Fatimah/Istri Korban Hasinuddin umur 48 tahun, Alamta Dusun Lao’nna Desa Saobi […]

  • Ketua IWP Jamaluddin Angkat Bicara Terkait Somasi Kades Kalidandan Ke Dewan Pers

    Ketua IWP Jamaluddin Angkat Bicara Terkait Somasi Kades Kalidandan Ke Dewan Pers

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Kritik pers terhadap pejabat publik sebagai upaya kontrol sosial dalam menjalankan salah satu fungsi pers adalah keniscayaan. Sabtu 19 Juli. 2025 Namun harus tetap profesional, berpegang teguh pada kaidah-kaidah Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Salah satu pengertian profesional, yang juga diatur dalam KEJ adalah, tidak membuat berita yang tidak berimbang, tendensius, fitnah dan berita bohong, […]

  • Canda Ria Anggota Satgas TMMD 113 bersama Warga

    Canda Ria Anggota Satgas TMMD 113 bersama Warga

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 269
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Personel TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-113 Kodim 0819 Pasuruan dalam mengisi waktu luangnya pada malam hari tetap menjalin keakraban bersama warga Bukan tanpa alasan, kegiatan yang dilakukan Prajurit TNI mengunjungi warga yang bermukim di wilayah Dusun Tegalan Desa Sebalong ini dikarenakan memang sudah menjadi kebiasaan Prajurit TNI dalam melaksanakan tugas […]

expand_less