Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori: Lembaga Penyiaran Tunduk UU Pers!

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
  • visibility 362
  • print Cetak


Surabaya, RI – Saya Ketua Umum PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia) menolak keras draf revisi RUU Penyiaran” yang diinisiasi oleh DPR RI. Sikap saya itu sejak Rabu sore 15/5/2024 sampai Jum’at 17/5 jam 15.00 telah dipublikasikan 300 lebih media / jurnalis Anggota PJI. Sebagian besar berjudul “Revisi UU Penyiaran, Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Setuju”. Dan sub judul “Penyiaran Bagian Giat Jurnalistik”.

Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu melalui Whatsapp kepada saya, Jum’at 17/5 jam 10.23 menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota PJI yang tegas menolak keras draf Revisi RUU Penyiaran yang jelas jelas bertujuan mengebiri dan memecah belah Pers serta sengaja mengadu domba kewenangan Dewan Pers dengan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Sehari sebelumnya, Ketua Umum PWI, Hendry Ch. Bangun juga memberi dukungan apresiasi.

Saya memang setuju UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 direvisi karena memang tidak relevan. Lembaga penyiaran tak pelak bagian dari jurnalistik. Wajib tunduk pada UU Pers, UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik serta Peraturan/Aturan Dewan Pers dan Peraturan/Aturan Organisasi Pers masing masing. Bukan tunduk pada KPI atau lembaga lain apapun.

Yang saya tolak substansi draf revisi RUU penyiarannya. Penilaian saya, dipenuhi klausul hukum “amburadul dan super ngawur” serta dzolim. Saya yakin penyusunnya orang orang yang istilah Surabayaan, “lholak-lholok” atau “Nol Besar” atau sama sekali tidak mengerti dunia jurnalistik / Pers.

Pendapat saya, dalam UU penyiaran, idealnya KPI berfungsi sebagai pengawas program siar. Untuk penindakan tetap wajib berkoordinasi dengan Dewan Pers dan atau Organisasi Pers masing masing. Bila KPI menemukan pelanggaran yang dilakukan program siar, KPI menyerahkan temuannya kepada Dewan Pers atau Organisasi Pers masing masing untuk diselesaikan melalui mekanisme Pers. Atau bisa juga dipisahkan kriteria antara program siar produk jurnalistik dan non jurnalistik. Dan KPI hanya sebagai pengawas program siar yang non jurnalistik, misalnya program hiburan. Kalau KPI dipaksakan menangani masalah Pers / jurnalistik, ya ngawur!

Klausul hukum “amburadul” dan “super ngawur” serta dzolim yang saya maksudkan;
Pasal 17, pasal 23, pasal 26A, pasal 27, pasal 28A, pasal 36A, pasal 39 dan pasal 40, mensahkan pembredelan Pers ala Orde Baru oleh KPI. Padahal pembredelan diharamkan dalam UU Pers.

Belum lagi dalam pasal 42, lembaga penyiaran dipisahkan dengan dunia jurnalistik dan mendegradasi kewenangan Dewan Pers serta memecah belah dan mengadu domba Dewan Pers dengan KPI. Payah..! Lembaga penyiaran tak mungkin dipisahkan dengan dunia jurnalistik! Selama lembaga penyiaran mematuhi amanat UU Pers (berbadan hukum dan lain lain) serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik, lembaga penyiaran tunduk pada UU Pers. Segala permasalahan jurnalistik terkait lembaga penyiaran wajib diselesaikan oleh Dewan Pers dan Organisasi Pers masing masing. Bukan oleh KPI atau lembaga lain apapun.

Pasal 50B ayat 2 huruf (c) lebih parah lagi, melarang penayangan eksklusif atau siaran langsung jurnalistik investigasi lembaga penyiaran. Ketahuilah Bung, Jurnalisme Investigasi itu kasta tertinggi dalam kegiatan jurnalistik! Melarang jurnalisme investigasi disiarkan langsung berarti menghalalkan “pembungkaman” atau sekurangnya “pengkerdilan” Pers atau dunia jurnalistik ala Orde Baru yang diharamkan dalam UU Pers.

Pasal 50B ayat 2 huruf (k), mengatur konten siaran mengandung “penghinaan dan pencemaran nama baik” seperti di UU ITE. Mengherankan…, “Bapak / Ibu Dewan Terhormat” apa tidak paham atau justru ‘tutup mata” kalau peraturan yang memuat istilah ‘penghinaan dan pencemaran nama baik’ berpotensi jadi “pasal karet” dan pasti membatasi kebebasan Pers?! Sekali lagi saya pertegas, haram membatasi kebebasan Pers. Dalam UU Pers, urusan Pers sudah diserahkan pada Dewan Pers dan Organisasi Pers masing masing.

Pasal 51 huruf E, juga tidak selayaknya. Masak penyelesaian sengketa jurnalistik dilakukan di pengadilan?! Sengketa penyiaran atau sengketa jurnalistik wajib diselesaikan sesuai amanat UU Pers!, titik. Wajib diterapkan mekanisme perselisihan Pers oleh Dewan Pers dan organisasi Pers masing masing.

Sebenarnya masih banyak lagi klausul hukum yang jelas jelas menciptakan Peraturan Negara yang saling bertentangan atau saling berkelahi antar Undang-undang.

Segera cabut draf Revisi RUU Penyiaran! Selanjutnya ajak Dewan Pers, Pakar Pers, Komunitas Pers dan Organisasi Pers yang kredibel untuk membahas RUU Revisi UU Penyiaran.

Bila UU Penyiaran tetap mengandung cacat parah seperti saya maksudkan di atas, Pers pasti akan melawan. Khususnya anggota PJI pasti akan saya dorong untuk melakukan perlawanan ekstra keras.

Seluruh komunitas Pers saya minta pro aktif melawan kengawuran dan kedzoliman RUU Penyiaran yang sedang digodog Dewan, sampai RUU Penyiaran itu dicabut dan bukan hanya sekedar melawan. Dewan Pers kita daulat sebagai motor penggerak seluruh elemen Pers Nasional.
(Red)

  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Sehat Dalam Rangka Hari Bhayangkara.Ke- 78 Dilaksanakan di Polsek Kota

    Jalan Sehat Dalam Rangka Hari Bhayangkara.Ke- 78 Dilaksanakan di Polsek Kota

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Pontianak,RI –Ratusan warga masyarakat Kota Pontianak dengan sangat antusias sekali ,mengikuti olah raga bersama, berupa Jalan Sehat dan Senam yang digelar Polsek Pontianak Kota dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke 78, Jum’at (27/6/24). Olahraga bersama ini, merebutkan berbagai hadiah menarik. Diantaranya sepeda, kulkas, mesin cuci, setrika hingga peralatan elektronik lainnya. Kapolsek Pontianak Kota Kompol Eeng […]

  • Sat Reskrim Polres Kediri Kota Berhasil Amankan 9 Pelaku Pengeroyokan

    Sat Reskrim Polres Kediri Kota Berhasil Amankan 9 Pelaku Pengeroyokan

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 306
    • 0Komentar

    KEDIRI KOTA – RI, Satreskrim Polres Kediri Kota akhirnya berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi pada hari Senin (10/5/2022) di Lingkungan Jegles Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren dan di Lingkungan Tirtoudan Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Dari hasil ungkap kasus tersebut, Sat Reskrim Polres Kediri Kota mengamankan sembilan Pelaku Pengroyokan. Sembilan Pelaku yang diamankan adalah […]

  • Optimalkan Potensi Produksi Alas Kaki Lokal Kota Mojokerto, Pemkot Gelar Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Bagi Pelaku Usaha

    Optimalkan Potensi Produksi Alas Kaki Lokal Kota Mojokerto, Pemkot Gelar Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Bagi Pelaku Usaha

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 429
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI. Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) menggelar Pelatihan Pengelolaan Bisnis dan Manajemen Wirausaha 2024 di Gedung Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra, Gunung Gedangan, Kecamatan Magersasri, Kota Mojokerto. Pelatihan yang menghadirkan narasumber praktisi dari PT. Mencetak Banyak Gol sekaligus pemilik toko retail Topscore Imam Choirul Roziqin ini […]

  • DPRD Musi Rawas Gelar Rapat Paripurna, Bahas MoU Program Propemperda Tahun 2026

    DPRD Musi Rawas Gelar Rapat Paripurna, Bahas MoU Program Propemperda Tahun 2026

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 75
    • 0Komentar

      MUSI RAWAS, RI-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas menggelar Rapat Paripurna dalam rangka pembahasan dan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas terkait Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.(20/08/2026) Rapat tersebut turut dihadiri Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud, Ketua DPRD Musi […]

  • Dua Hari Hilang , Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Didalam Sumur

    Dua Hari Hilang , Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Didalam Sumur

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Pemalang , RI – Seorang pria paruh baya yang bernama Aris (55) warga Desa Pegiringan Bantarbolang Pemalang , ditemukan tewas didalam sumur miliknya , Selasa 7/1/2024. Mengetahui kejadian itu , Wahidin (45) tetangga korban segera melaporkan kejadian itu ke perangkat desa , dan diteruskan ke Polsek , Koramil dan Puskesmas setempat. Dengan menggunakan tali , […]

  • Operasi Pekat Polres Kubu Raya, Dua Senjata Tajam dan Tiga Botol Miras Disita

    Operasi Pekat Polres Kubu Raya, Dua Senjata Tajam dan Tiga Botol Miras Disita

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 281
    • 0Komentar

    KUBU RAYA – Radar Indonesia – Polres Kubu Raya berhasil mengamankan dua bilah senjata tajam dan beberapa botol minuman keras dalam operasi Penyakit Masyarakat (PEKAT) di Jalan Mayor Alianyang Desa Durian, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa (26/3/24) pukul 21.00 WIB. Operasi tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kubu Raya, AKP Much Shopian, dan melibatkan tim […]

expand_less