Obyek Wisata Danau Ranau Ditutup Sementara Di Awal Tahun 2021

Radar Indonesia
3 Jan 2021 13:41
Peristiwa 0 284
3 menit membaca

OKU SELATAN – RI, Penutupan Lokasi Wisata Danau Ranau dan penghentian kegiatan sosial kemasyarakatan Oku Selatan. Sabtu (02/01/2021).

Menindak lanjuti hasil Rapat Terbatas Satgas Covid-19 dalam menyikapi situasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Oku Selatan. Berdasarkan ditemukannya fakta dilapangan di berbagai Destinasi Wisata sekitar Kawasan Danau Ranau mengalami lonjakan Pengunjung (Wisatawan) baik lokal, Kabupaten maupun Regional dari berbagai Kabupaten dalam dan luar Sumsel, yang dipicu oleh adanya libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Ditengah situasi pandemi Covid-19 yang seharusnya membatasi pergerakan masyarakat dalam skala besar yang pada akhirnya menyebabkan protokol kesehatan dalam pengendalian Covid-19 tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No : 360/215/SATGAS/OKUS/2020 tentang protokol kesehatan orang perjalanan selama Liburan Natal dan Tahun Baru dalam masa pandemi Covid-19 dan kemudian dilaksanakan Rapat Terbatas antar BUPATI, KAPOLRES, BPBD, DISKOMINFO dan DISPARBUD OKU Selatan tentang penutupan kunjungan Wisatawan ke Danau Ranau dan Wisata lain di Kawasan OKU Selatan yang menghasilkan keputusan bahwa seluruh Destinasi Pariwisata yang terdapat di Wilayah OKU Selatan tanpa terkecuali harus ditutup untuk sementara waktu sampai semua situasi dapat kembali terkendali.

Ada 19 Destinasi Wisata di OKU Selatan yang ditutup diantaranya Pantai Pelangi, Pantai Bidadari, Taman Bunga BMG, Icon Danau Ranau, Water Boom Ranau Indah, Ranau Rafting, Filla Pusri, Air Terjun Litle Niagara, Air Terjun Manduriang, serta Air Terjun Subik Tuha dan seluruh Destinasi Wisata yang ada di OKU Selatan.

Meninjau kembali Surat Keputusan Bupati terkait pelaksanaan Prokes dalam kegiatan Pesta Pernikahan dan keramaian sosial kemasyarakat. Melaksanakan Operasi Yustisi Prokes di Kampung Abadi dan sekitar secara mobile berjalan kaki masuk ke Kampung agar lebih efektif  dan tepat sasaran terutama Pasar-pasar Tradisional.

Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan, karena terdapat 1 Tahanan Polres OKU Selatan yang positif Covid-19. Tersangka tidak ada riwayat perjalan keluar dari OKU Selatan (dugaan transmisi lokal). Terdapatnya 3 Pegawai UMKM tempe terpapar Covid-19, terdapatnya 3 orang Pegawai Klinik Ismadana yang terpapar Covid-19, masa liburan panjang di Danau Ranau berpotensi menjadi penyebaran Covid-19 dari masyarakat luar OKU Selatan. Terutama Lampung Barat dan Batu Raja.

Pelaksanaan penutupan lokasi Wisata dilakukan oleh Tim Gabungan TNI dan Polri serta PEMDA OKU Selatan di pintu masuk Kecamatan Warkuk dan Rantau Panjang, Sosialisasi dilaksanakan mulai malam kemarin (01/01/2021) melalui Media Sosial dan Media Konvensional serta WA Bisnis POLRES OKU Selatan dan Jejaring Informasi Pemerintah Daerah. Untuk melaksanakan penutupan Kawasan Wisata tersebut agar dapat berjalan dengan baik.

Dalam hal ini Kapolres OKU Selatan, AKBP Julkarnain Harahap. SIK diwakili Wakapolres OKU Selatan Kompol Muda Parlaungan Nasution, saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, membenarkan adanya penutupan tersebut. “Sehubungan dengan Percepatan Penanganan Penularan Virus Covid-19, bersama ini juga akan diadakan Razia yang berpontesi menimbulkan kerumunan dan penutupan akses masuk bagi Wisatawan yang datang dari luar Daerah yang akan dilaksanakan mulai dari hari Sabtu, (02/02/2021). Titik Razia dimulai dari Kecamatan Muaradua, Kecamatan Simpang, Kecamatan Buay Rawan, Kecamatan BPPRT, Kecamatan WRS, Kecamatan Banding Agung,” ungkapnya.

Penutupan sementara seluruh Destinasi Wisata ini akan sangat berpengaruh bagi perekonomian para Pelaku Usaha di Bidang Pariwisata di OKU Selatan, Okta Sarmin (29 Tahun) yang keseharianya bekerja sebagai Pemandu Wisata disalah satu Destinasi Wisata Permainan Air, mengeluhkah penutupan yang terkesan mendadak ini.

“Pengunjung sudah banyak yang booking bahkan sudah banyak yang memberi DP (Dana Pertama) harus dikembalikan secara utuh karena pembatalan bukan karena Wisatawan melainkan dari pihak kami yang membatalkan, karena untuk mendukung Pemerintah dalam menghambat penyebaran Covid-19,” imbuhnya. (Seno#1)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DIGITAL RI EDISI 259

DIGITAL RI EDISI 258

DIGITAL RI EDISI 257

DIGITAL RI EDISI 256

DIGITAL RI EDISI 254

DIGITAL RI EDISI 255

x
x