Polres Sumenep Diduga Lamban Bongkar Siapa Aktor Terbunuhnya Hamsan

SUMENEP – RI, Terkait dugaan pembunuhan berencana terhadap Korban Hamsan, asal Desa Buddi. Salah satu Aktivis Kepulauan Kengean meminta Polres Sumenep membongkar siapa Aktor Intelektual atas terbunuhnya Korban Hamsan.

Berdasarkan Informasi yang didapat oleh Media Relasipublik.com, salah satu Terduga pelaku inisial “S” telah berhasil diamankan pihak Polres Sumenep, tepatnya di Desa Gung- gung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Namun, Terduga Pelaku inisial “S”  dikabarkan dilepas kembali karena alasan tidak cukup bukti. Saat ini, Terduga Pelaku “S” dikabarkan malarikan diri ke Banjarmasin, kok bisa …?

Kendati itu, Inisial (i) Salah satu Aktivis ternama asal Kepulauan Kengean tersebut angkat bicara, Dia menyatakan, dalam persoalan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Korban Hamsan, Polres Sumenep diminta secepatnya membongkar siapa Aktor dari pembunuhan itu.

Pasalnya, jika pihak Polres lamban menangani perkara dugaan kasus pembunuhan berencana ini akan mencederai kepercayaan Masyarakat terhadap Institusi Polri, Khususnya penegak hukum Polres Sumenep.

Mestinya, persoalan ini menjadi atensi agar masyarakat tidak berasumsi adanya adegan seperti kasus Polisi tembak Polisi yang terjadi di Rumah Dinas Eks Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdi Sambo.

Mengapa ? Karena tindak pidana dugaan pembunuhan berencana Korban Hamsan terkesan pihak penegak hukum Polres Sumenep diam, melemah, dan tidak bertindak cepat menangkap Pelaku.

Bahkan, salah satu Terduga Pelaku inisial “S” dikabarkan dilepas setelah diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Polres Sumenep.

Sepertinya, hukum di wilayah Sumenep tajam ke bawah tumpul ke atas. Artinya, melemah bagi orang-orang yang berkuasa, berduit, dan tajam bagi orang yang tidak berduit sehingga hukum terkesan tebang pilih.

Seharusnya, penegak hukum Polres Sumenep, melakukan penahanan terhadap Terduga Pelaku inisial “S” agar kejahatan tidak lagi tertata dengan baik sehingga Keluarga Korban Hamsan dapat merasakan penegakan hukum yang berkeadilan.

“Tetapi dalam persoalan ini, kenapa Inisial ‘S’ ditangkap dan dilepas, endingnya dikabarkan tidak cukup bukti. Lalu kenapa ditangkap dan diperiksa ..?,” ujar Akmawi.

Menurut inisial i, jika benar Terduga Pelaku inisial “S” dilepas, sudah pasti Pihak Polres Sumenep mencederai Istitusi Polri, dan kasus dugaan tindak pidana pembunuhan berencana Korban Hamsan, persoalan ini diduga seperti kasus Polisi tembak Polisi di Rumah Dinas Eks Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdi Sambo.

Pertanyaanya, apakah Aktor Intelektual kasus tindak pidana pembunuhan berencana Korban Hamsan telah membungkam penegak hukum Polres Sumenep, saya pun tidak tahu.?

Tinggal kita lihat, apakah Institusi Polri Khususnya Polres Sumenep harus “menundukkan bahu” atau “menghamba” di hadapan Pelaku…!!!

Maka jika itu benar, Reputasi dan Integritas penegakan hukum Polres Sumenep akan tercoreng di era Kapolres AKBP Edo Satya Kentriko, karena selama ini publik melihat dengan mata telanjang, bagaimana penanganan kasus ini ditangani Pihak Polres Sumenep.

“Misalnya, Terduga Pelaku inisial ‘S’ benar ditangkap dan dibebaskan dengan alasan belum cukup bukti. Mungkin hanya satu orang diduga Pelaku inisial ‘AR’ yang akan di proses hukum,” ujarnya.

Maka dengan demikian, diduga 6 orang Pelaku dan Aktor Intelektual akan bebas dari perkara ini, sehingga hanya akan ada satu jadi Tersangka..?

Untuk itu, saya berharap para Pelaku masalah ini lewat Justice Collaborator agar mempermudah penegak hukum untuk mengungkap siapa Pelaku, siapa Aktor Intelektual dibalik kasus tindak pidana dugaan pembunuhan berencana terhadap Korban Hamsan.

“Diduga motif peristiwa pembunuhan ini berkaitan dengan Sihir terhadap Oknum,” katanya.

Ia menambahkan, berkaitan dengan kasus tindak pidana dugaan pembunuhan berencana terhadap Korban Hamsan, sebagian masyarakat berasumsi ada Sambo Kangean.

Faktanya, ‘S’ atau ‘E’ aman-aman saja, dan inisial ‘S’ dalam video rekamaan diduga diamankan Anggota dan Kanit Polsek Kangean, lalu diperiksa di Mapolres Sumenep, dan diduga dilepaskan karena tidak cukup bukti. Kini Terduga ‘S’ dikabarkan melarikan diri ke Banjarmasin.

Jadi, ditangkap hanya ‘AR’. Padahal, Kepala Desa Buddi Sunanto menyatakan bahwa ‘AR’ tidak ikut serta dalam kasus tindak pidana dugaan pembunuhan berencana Korban Hamsan. Lalu siapa pembunuhnya..? karena ini merupakan kejahatan kemanusiaan tingkat tinggi sehingga harus diusut sampai tuntas agar negara ini tidak hancur dan dirusak oleh orang-orang yang berduit saja, seakan hukum bisa dibeli.

“Mestinya, Polres Sumenep menahan inisial ‘S’ agar tidak kabur ke Banjarmasin, sehingga dapat mempermudah mengetahui siapa Aktor Intelektualnya,” tegasnya.

“Satu kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan seribu kebaikan yang tidak terorganisir,” tutupnya.

Sementara, Kasi Humas Polres Sumenep AKP. Widiarti ditanya persoalan itu menyampaikan, “waduh sudah ditulis, DPO lari jauh ini,” balasnya Via WhatsApp, Sabtu (24/9/2022). (WD/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.