Raselius Bernasib Sama Menjadi Korban Wfone
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
- visibility 288
- print Cetak

Raselius beserta kawan kawan didampingi kuasa hukum saat mendatangi Polda Kalbar
PONTIANAK, RI – Raselius Adalah salah satu korban Wfone (Word Pay One) Yang sama – sama bernasib dengan anggota Wfone lainya.
Dia bersama keluarga dan kawan – kawan anggota wfone lainya juga senasib dikarena kan tidak bisa melakukan penarikan”, ujar Rasilius kepada. Berberapa awak Media usai melakukan kordinasi dipolda Kalbar, Senin (24 /3/2025).
Dikatakan Rasilius, pada awal mula para anggota masuk Wfone semua itu atas kesadaran masing- masing dengan menyetorkan uang untuk ditabung kan sebesar Rp 4800.000.
Dikatakan nya, namanya juga Aplikasi bukan hanya di wfone saja”, jelasnya.
Tentu aplikasi lainnya banyak juga jadi jikapun ini terjadi tidak bisa melakukan penarikan Sampai kapanpun kita tidak bisa ya sudahlah kita legowo saja”, ujarnya.
Sampai saat ini kita masih mempunyai saldo yang masing masing jumlah berbeda dan semua itu saya minta kepada anggota Wfone di Kabupaten Landak jangan menjadi pikiranlah.
Dia minta sudahilah, karena masalah ini kita anggap pengalaman pahit bagi kita dan jangan kita ulangi lagi Karena saya sama juga seperti anggota yang lain mengalami hal yang sama juga marilah kita berpikir yang jernih untuk lebih baik kedepanya mari kita rangkul satu sama lainya jauh lebih baik mari kita berdamai”, ujar dia.
Sebagai Kuasa Hukum, Andreas Tuto menyatakan “kami sebagai tim kuasa hukum Resilius pada hari ini Senin (24/3/2025) telah mendatangi Polda Kalbar untuk berkoordinasi baik ke Krimsus maupun ke Kriminal umum.
Untuk yang pertama saya minta kepada Dirkrimsus Polda Kalbar untuk meminta perlindungan. Hukum terhadap Klain kami dan Klain kami ini pun sudah dituduh melarikan uang anggota wfone.
Permasalahan nya sudah jelas disampaikan oleh Klien kami, Bapak Rasilius, bahwa Aplikasi wfone tersebut melalui medsos jika dikatakan korban ya Klien kami juga korban. Juga karena memakai aplikasi dan tidak bisa menarik. Hingga sampai ke keluarga juga tidak bisa melakukan penarikan.
Jika klain kami ini dikatakan salah tentu ditingkat penegak hukumlah yang menyatakan, salah yang penting ada pembuktian nya”, Ucapnya.
Hingga kini masalahnya adalah Klain kami dianggap melarikan uang anggota bersama Tika Monika yang lari keluar negeri dan lari.kemana – mana”, ujarnya.
Jadi perlu kami sampaikan bahwa Klain kami ini tidak lari kemana – mana dan dia masih ada diwilayah Kalimantan Barat”, jelasnya.
Apalagi menurut keterangan Klain kami sendiri bahwa dia tidak pernah merasa menggelapkan uang atau melarikan uang Bapak ibu sekalian.
Berdasarkan penjelasan nya setiap orang yang masuk dalam aplikasi wfone tersebut mereka pertama kalinya melalui leadernya yang harus berjumlah 10 orang berarti dia sebagai leader”, ujarnya.
Karena sarat untuk menjadi anggota wfone menggunakan hanya menggunakan KTP barulah berinvestasi nominalnya Rp 480.000.
Jadi bapak ibu transper uangnya bukanlah ke Klain kami melainkan ke rekening atas nama RW, SW, YD, DR” , ujar Andreas.
Jadi setiap anggota yang bergabung ke wfone telah mentransfer uangnya ke rekening orang – orang yang dimaksud bukan kepada Klain kami tutur Andreas.
Jika dituduh klain kami mekarikan uang anggota wfone kami perlu bukti- bukti yang kuat untuk bisa dibuktikan”, Tuturnya.
Adapun himbauan kami sebagai tim kuasa hukum Klain kami Bapak Rasilius dalam hal ini husus nya di Kabupaten Landak, jika bapak ibu, mau menempuh jalur hukum dipersilalakan asalkan bis melampirkan bukti – buktinya.
Menurut Klain kami lagi bahwa ada anggota yang lebih duluan masuk ke wfone ternyata yang lebih duluan bergabung tersebut adalah orang- orang diatasnya lagi sehingga dia tidak mengalami kerugian malah untung karena sudah melakukan penarikan.tuturnya lagi.
Jika mereka sebagai anggota baru dan teryata tidak bisa melakukan penarikan pada hal mereka ada top up dan itupun tidak dipaksa oleh Klain kami.kata Andreas.
Jikapun Klain kami ini ada Hb memperkenalkan Wfone tersebut bahwa mereka tersebut pernah melakukan penarikan.
Kemudian masalah ada seminar, itu dikarenakan mereka tersebut sudah pernah melakukan penarikan apalagi sekarang ini untuk jumlah anggota seluruh Kalimantan Barat kurang lebih sebanyak 8 Ribu anggota tuturnya.
Kami datang ke Polda ini hanya untuk berkordinasi dan bersama – sama mencari Tika Monika karena dia sebagai mentornya”. pungkasnya.
Tim Redaksi
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar