Ratusan Calon Warga Tingkat 1 PSHT Disahkan di Gor Mojopahit Disaksikan Walikota Mojokerto dan Wabup Mojokerto Pada 1 Suro
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
- visibility 268
- print Cetak

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) dan Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian dalam kegiatan pengesahan warga baru PSHT.
MOJOKERTO, RI – Tepat pada peringatan 1 muhaaram atau yang dikenal dengan 1 suro ratusan calon warga PSHT tingkat satu dari berbagai wilayah kabupaten mojokerto dan Kota mojokerto (mulai dari Dawarblandong, Kemelagi, Jetis, Mojoanyar, Brangkal, Magersari, Gajah mada, Wates dan wilayah Mojokerto Raya lainnya) mengikuti serangkaian acara syakral yang di laksanakan di GOR Mojopahit Kota Mojokerto pada jum’at (27/06/2025) malam berlangsung dengan tertib dan khidmad tanpa adanya konvoi.
Acara bersejarah ini pun di kawal ketak oleh pihak kepolisian dan pamter masing masing wilayah Mojokerto raya di beberapa titik menuju GOR Mojopahit.
Suasana haru dan syakral ini menyelimuti GOR Mojopahit sepanjang malam, turut di saksikan oleh jajaran yang berperan penting dan para tamu undangan kehormatan diantaranya :
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari
Wakil Bupati Mojokerto, dr. Muhammad Rizal Octavian
Kapolresta Mojokerto, AKBP Daniel Somanonasa Marunduri, S.I.K, M.H,
Ketua Cabang SH Terate Kota Mojokerto, Kangmas Bambang Boedi Waspodo Hendriawan
Ketua Cabang SH Terate Kabupaten Mojokerto Kangmas H. Hari Soecipto
Ketua Dewan Pusat Kangmas KRT Tjatur Njoto Hadinegoro, S.Sos, MM,
Ketua IPSI Kota Mojokerto sekaligus anggota DPRD, Deni Novianto
Kabag SDM Polresta, Kompol Likulsani, S.H
Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P., M.I.P.
Ketua Panitia, Mas Wibowo Dwi Roso Utomo, S.T.
dalam prosesi pengesahan warga baru tingkat 1 ini dengan diawali dengan doa bersama, dilanjut dengan pengucapan ikrar setia hingga berkumandangnya mars PSHT yang sangat menyentuh hati para warga PSHT menambah kekhidmatan prosesi pengesahan warga baru tingkat 1.
Pada Sambutannya, Ning Ita mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran PSHT di wilayah Mojokerto Raya. Ia menekankan pentingnya 1 Suro sebagai simbol pembaruan jiwa dan komitmen moral bagi para pendekar muda.
“1 Suro bukan sekadar pergantian kalender. Bagi PSHT, ini adalah momentum kelahiran kembali secara spiritual untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan akhlak mulia,” ucap Ning Ita.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pengurus dan pelatih PSHT yang telah menjaga ajaran luhur organisasi sejak berdirinya pada 1922.
“PSHT sudah eksis jauh sebelum NKRI berdiri. Hingga saat ini, PSHT tetap kokoh dengan falsafah Memayu Hayuning Bawono, yang bermakna memperindah kehidupan dunia. Ini menjadikan PSHT bukan sekadar perguruan bela diri, tetapi juga pembentuk jiwa dan akhlak mulia,” jelasnya.
“Di tengah tantangan nilai moral dan arus informasi yang kerap bertentangan dengan jati diri bangsa, saya ingin kalian menjadi mercusuar karakter bangsa. Jadilah generasi yang unggul, berintegritas, dan cinta tanah air,” tegas Ning Ita.
Kehadiran Forkopimda Mojokerto Raya dalam acara ini menjadi simbol sinergi dan komitmen bersama dalam menciptakan suasana damai, harmonis, serta mendorong pembangunan berbasis budaya dan karakter.
Momentum ini tidak hanya mempertegas peran PSHT dalam pelestarian tradisi, tapi juga memperkuat posisi organisasi sebagai kekuatan sosial yang terus tumbuh dan menginspirasi masyarakat luas
Sebagai penutup, Ning Ita Wali Kota Mojokerto juga berpesan kepada warga baru untuk senantiasa menjaga ajaran organisasi, membawa nama baik PSHT, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Dan menyampaikan tiga pesan penting kepada warga baru. Pertama, untuk senantiasa memegang teguh ajaran PSHT. Kedua, menjaga nama baik organisasi. Dan ketiga, berperan aktif dalam pembangunan masyarakat dan bangsa. (al_ri)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar