Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kritik Keras Sineas Lokal: Saatnya Industri Film Adil pada Budaya dan Pengobatan Tradisional Nusantara

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 50
  • print Cetak

SAMPANG, RI – Praktik penggambaran budaya dan pengobatan tradisional di dalam dunia perfilman nasional kembali menuai sorotan tajam. Kalangan jurnalis dan pengamat media di daerah sangat menyayangkan pola representasi yang kerap ditampilkan oleh industri hiburan tanah air yang dinilai tidak objektif.

Selama bertahun-tahun, layar lebar dan televisi nasional sering kali mengulang pola cerita yang menempatkan praktisi pengobatan alternatif, tabib, atau figur metafisika dalam stereotip yang merugikan.

Karakter-karakter tersebut hampir selalu dilekatkan pada busana adat, blangkon, atau kain batik, serta digambarkan melalui narasi kelam yang identik dengan ilmu hitam atau hal-hal mistis yang menyeramkan.

Cara pandang ini dinilai tidak adil dan keliru secara sosiologis maupun kultural.

Dalam tradisi masyarakat Nusantara, profesi yang berkaitan dengan pengobatan holistik, peracikan herbal, dan olah energi leluhur sejatinya merupakan bagian dari warisan pengetahuan tradisional yang berorientasi pada pertolongan kemanusiaan.

Namun, demi mengejar sensasi dan keuntungan komersial—terutama dalam genre horor—industri perfilman kerap melakukan jalan pintas visual yang mendiskreditkan atribut budaya bangsa sendiri.

Reduksi semacam ini dikhawatirkan dapat membentuk opini publik yang salah, di mana masyarakat secara tidak sadar digiring untuk menganggap bahwa seluruh tradisi, adat istiadat, dan warisan pengobatan leluhur identik dengan kesesatan atau hal-hal yang mengerikan.

Melalui pandangan kritis ini, dunia jurnalistik dan pengamat budaya mendesak para penulis skenario, produser, serta sineas nasional agar lebih bijak dan objektif dalam memproduksi karya.

Kreativitas dalam perfilman seharusnya mampu mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal secara bermartabat, bukan justru menjadikannya objek stereotip murahan.

Sudah saatnya industri kreatif tanah air berbenah dengan menyajikan narasi yang adil, edukatif, dan menghargai akar budaya Nusantara sendiri.

(Ns/red)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prestasi Gemilang Lampung Utara Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Ditunjukkan Melalui Piagam Penghargaan Kementerian Dalam Negeri

    Prestasi Gemilang Lampung Utara Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Ditunjukkan Melalui Piagam Penghargaan Kementerian Dalam Negeri

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Lampung Utara,Wakil Bupati Lampung Utara, H. Ardian Saputra, S.H., dengan bangga menerima Penghargaan yang dihadiahi oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas prestasi luar biasa dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang tercermin dari skor 2,63 dan Status Kinerja Sedang yang diperoleh dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2022. Penghargaan yang […]

  • Sekolah Sambil Mondok Belajar Agama, MAN Pemalang Menjadi Pilihan Favorit

    Sekolah Sambil Mondok Belajar Agama, MAN Pemalang Menjadi Pilihan Favorit

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 781
    • 0Komentar

    Pemalang, RI – Pergaulan anak-anak remaja seusia anak SMA, dengan berbagai fasilitas dan sarana handphone lewat medsos yang begitu bebas dan tanpa batas menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orangtua. Berbagai contoh kasus sudah banyak terjadi yang terkadang sangat miris dan memprihatinkan. Barangkali itulah yang menjadi alasan mengapa banyak orangtua yang mendorong anaknya, untuk masuk di sekolah […]

  • Pemdes cugung Langu salurkan BLT dana desa Tahap 1 di Tahun 2026 sebanyak (19) KPM

    Pemdes cugung Langu salurkan BLT dana desa Tahap 1 di Tahun 2026 sebanyak (19) KPM

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Pemdes cugung Langu salurkan BLT dana desa Tahap 1 di Tahun 2026 sebanyak (19) KPM Bengkulu ,RI-Pemerintah Desa Cugung Langu, Kecamatan Semidang Alas,Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap 1 Tahun 2026 kepada warga penerima manfaat sebanyak 19 KPM,sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat Sabtu 30/05/2026 […]

  • Bupati Ade Sugianto Lantik Sebanyak 2.466 PPPK

    Bupati Ade Sugianto Lantik Sebanyak 2.466 PPPK

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Kab. Tasikmalaya, RI – Selasa, 7/5- 2024, Bupati Kab. Tasikmalaya melantikPPPK kab. tasikmalayaSebanyak 2.466 PPPK, bertempat dilapangan upacara setda Kab. Tasiikmalaya.Pelantikan PPPK kali ini begitu semarak dengan banyaknya keluarga yang mengantar peserta P3K yang akan dilantik , terlihat penuhnyaa ditiap sudut oleh kendaran tak ketinggalan para pedagang UMKM dan pedagang lainnya.Sementara peserta yang akan dilantik […]

  • Bupati Mojokerto Dan Forkopimda Adakan Rakor Sosialisasi Program MESRA

    Bupati Mojokerto Dan Forkopimda Adakan Rakor Sosialisasi Program MESRA

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 253
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Bupati Mojokerto dan Forkopimda Kabupaten Mojokerto melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) sosialisasi terkait penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) selama Bulan Ramadhan serta progam Mojokerto Sehat dan Tertib Ramadhan (MESRA), di Pendopo Graha Maja Tama Jalan Ahmad Yani Nomer 16 Mojokerto, pada hari Rabu (14/4/2021). Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fahmawati mengatakan, kami mengucapkan terima […]

  • Jampidum Restorasi (Pulihkan) 3 Perkara Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif Kejati Kalbar

    Jampidum Restorasi (Pulihkan) 3 Perkara Melalui Pendekatan Keadilan Restoratif Kejati Kalbar

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    PONTIANAK, RI – Komitmen Kejaksaan Republik Indonesia menghadirkan keadilan yang humanis kembali diwujudkan oleh Kejari Singkawang, Kejari Pontianak, dan Kejari Ketapang melalui penyelesaian 3 (tiga) perkara dengan mekanisme Restorative Justice (RJ) pada Senin (08/12/2025) secara virtual. Penyelesaian ini tidak hanya mengedepankan pemulihan hubungan antara pelaku dan korban, tetapi juga memberikan sanksi sosial sebagai bentuk tanggung […]

expand_less