Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sapma Kota Tasikmalaya Soroti Anggaran di DKP3 Kota Tasikmalaya

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 66
  • print Cetak

KOTA TASIKMALAYA,RI- Kami menyoroti anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat/APBN Tahun Anggaran 2025 dan 2026 yang diterima, dikelola, maupun dilaksanakan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya**.

Kami memandang bahwa setiap anggaran yang masuk ke daerah, khususnya untuk sektor pertanian, ketahanan pangan, peternakan, maupun perikanan, harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Pertanyaannya sederhana: *berapa total anggaran APBN yang masuk pada tahun 2025 dan 2026, diperuntukkan untuk program apa saja, siapa penerima manfaatnya, dan sejauh mana realisasi serta dampaknya bagi masyarakat?*

DKP3 sendiri memiliki peran strategis dalam pencapaian target pembangunan Kota Tasikmalaya, termasuk ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian. Dokumen perencanaan daerah tahun 2026 juga menempatkan DKP3 sebagai perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap sejumlah indikator sektor pangan dan pertanian.

*Kami meminta DKP3 Kota Tasikmalaya untuk membuka data secara transparan*, khususnya terkait:

1. Total anggaran APBN yang masuk atau disalurkan melalui program DKP3 pada Tahun 2025 dan 2026.
2. Rincian program, kegiatan, dan jenis bantuan yang dibiayai.
3. Lokasi pelaksanaan program.
4. Kelompok tani, kelompok pembudidaya ikan, peternak, atau pihak lain yang menjadi penerima manfaat.
5. Mekanisme penetapan penerima bantuan.*STATEMENT KEPADA MEDIA*

Kami menyoroti *anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat/APBN Tahun Anggaran 2025 dan 2026 yang diterima, dikelola, maupun dilaksanakan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya*.

Kami memandang bahwa setiap anggaran yang masuk ke daerah, khususnya untuk sektor pertanian, ketahanan pangan, peternakan, maupun perikanan, harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Pertanyaannya sederhana: *berapa total anggaran APBN yang masuk pada tahun 2025 dan 2026, diperuntukkan untuk program apa saja, siapa penerima manfaatnya, dan sejauh mana realisasi serta dampaknya bagi masyarakat?*

DKP3 sendiri memiliki peran strategis dalam pencapaian target pembangunan Kota Tasikmalaya, termasuk ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian. Dokumen perencanaan daerah tahun 2026 juga menempatkan DKP3 sebagai perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap sejumlah indikator sektor pangan dan pertanian.

*Kami meminta DKP3 Kota Tasikmalaya untuk membuka data secara transparan*, khususnya terkait:

1. Total anggaran APBN yang masuk atau disalurkan melalui program DKP3 pada Tahun 2025 dan 2026.
2. Rincian program, kegiatan, dan jenis bantuan yang dibiayai.
3. Lokasi pelaksanaan program.
4. Kelompok tani, kelompok pembudidaya ikan, peternak, atau pihak lain yang menjadi penerima manfaat.
5. Mekanisme penetapan penerima bantuan.
6. Nilai anggaran yang telah direalisasikan dan yang belum terealisasi.
7. Hasil atau capaian konkret dari setiap program yang menggunakan uang negara.

Kami tidak ingin persoalan anggaran hanya berhenti pada istilah *“serapan anggaran tinggi.”* Serapan anggaran bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Anggaran bisa saja terserap, tetapi publik tetap berhak mempertanyakan: *apakah program tersebut benar-benar meningkatkan produksi? Apakah kesejahteraan petani meningkat? Apakah bantuan tepat sasaran? Dan apakah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat?*

Informasi pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya sendiri mencantumkan dokumen anggaran SKPD, termasuk DKP3 untuk tahun 2025, sementara dokumen APBD Tahun 2026 juga telah ditetapkan melalui Perda Kota Tasikmalaya Nomor 9 Tahun 2025.

*Jangan sampai anggaran dari pusat hanya habis secara administratif, tetapi manfaatnya tidak terlihat secara nyata di lapangan. Jangan sampai petani dan pelaku usaha perikanan hanya menjadi objek dalam laporan, sementara persoalan mereka terus berulang dari tahun ke tahun.*

Kami mendorong adanya *transparansi, evaluasi, dan pengawasan terhadap seluruh anggaran APBN yang diserap atau dilaksanakan melalui DKP3 Kota Tasikmalaya pada Tahun 2025 dan 2026*.

*“Uang negara bukan sekadar soal berapa persen yang terserap, tetapi seberapa besar manfaatnya benar-benar sampai kepada rakyat.”*

Karena itu, kami meminta DKP3 Kota Tasikmalaya untuk menjelaskan secara terbuka kepada publik mengenai *besaran anggaran, peruntukan, realisasi, penerima manfaat, serta capaian dari setiap program yang bersumber dari APBN Tahun 2025 dan 2026.*
6. Nilai anggaran yang telah direalisasikan dan yang belum terealisasi.
7. Hasil atau capaian konkret dari setiap program yang menggunakan uang negara.

Kami tidak ingin persoalan anggaran hanya berhenti pada istilah *“serapan anggaran tinggi.”* Serapan anggaran bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Anggaran bisa saja terserap, tetapi publik tetap berhak mempertanyakan: *apakah program tersebut benar-benar meningkatkan produksi? Apakah kesejahteraan petani meningkat? Apakah bantuan tepat sasaran? Dan apakah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat?*

Informasi pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya sendiri mencantumkan dokumen anggaran SKPD, termasuk DKP3 untuk tahun 2025, sementara dokumen APBD Tahun 2026 juga telah ditetapkan melalui Perda Kota Tasikmalaya Nomor 9 Tahun 2025.

*Jangan sampai anggaran dari pusat hanya habis secara administratif, tetapi manfaatnya tidak terlihat secara nyata di lapangan. Jangan sampai petani dan pelaku usaha perikanan hanya menjadi objek dalam laporan, sementara persoalan mereka teryus berulang dari tahun ke tahun.*

Kami mendorong adanya *transparansi, evaluasi, dan pengawasan terhadap seluruh anggaran APBN yang diserap atau dilaksanakan melalui DKP3 Kota Tasikmalaya pada Tahun 2025 dan 2026*.

*“Uang negara bukan sekadar soal berapa persen yang terserap, tetapi seberapa besar manfaatnya benar-benar sampai kepada rakyat.”*

Karena itu, kami meminta DKP3 Kota Tasikmalaya untuk menjelaskan secara terbuka kepada publik mengenai *besaran anggaran, peruntukan, realisasi, penerima manfaat, serta capaian dari setiap program yang bersumber dari APBN Tahun 2025 dan 2026.(TIm)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Jatim Pakaikan Sepatu Secara Langsung Pada Salah Satu Siswa SD di Bondowoso

    Gubernur Jatim Pakaikan Sepatu Secara Langsung Pada Salah Satu Siswa SD di Bondowoso

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    BONDOWOSO,RI-Ketika ada kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa ke Bondowoso membawa berkah bagi sebagian anak sekolah dasar (SD). bertempat di Pendopo Raden Bagus Asra Pemberian sepatu kepada siswa-siswi membuat senyum kebahagiaan terpancar dari raut wajahnya selasa kemarin. Salah satu penerima, Anisa Nurfadilah yang saat ini duduk di bangku kelas VI SD Tamansari I kecamatan […]

  • Warga Masyarakat Pontianak Utara Mengucapkan Terima Kasih Kepada Pemkot Pontianak

    Warga Masyarakat Pontianak Utara Mengucapkan Terima Kasih Kepada Pemkot Pontianak

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Pontianak,RI- Ternyata Keluhan Warga Masyarakat Dikecamatan Pontianak Utara tentang.adanya ke rusakan jalan di depan.Kafe Coboy ,sangat direspon cepat oleh pemerintah Kota.Pontianak melalui Dinas PU Kota Pontianak . Warga masyarakat Di Kecamatan Pontianak Utara sangat menyambut baik atas perbaikan jalan Yang dilakukan. Oleh dinas PU Kota Pontianak yang di kerjakan dengan sistem pengaspalan. Diiketahui sebelumnya bahwa […]

  • Polres Probolinggo Sambut Kepemimpinan Baru, Lepas AKBP Latif Menuju Polres Kediri

    Polres Probolinggo Sambut Kepemimpinan Baru, Lepas AKBP Latif Menuju Polres Kediri

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Polres Probolinggo menggelar rangkaian tradisi penyambutan Kapolres Probolinggo yang baru sekaligus pelepasan pejabat lama di Mapolres Probolinggo, Rabu (29/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar, disambut secara resmi menggantikan AKBP M. Wahyudin Latif, yang selanjutnya mengemban amanah sebagai Kapolres Kediri. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Kapolres Probolinggo, dilanjutkan laporan kesatuan kemudian […]

  • Usai Kasih Suara Warga Antusias Gunakan Tanda Tinta di Sekarsari

    Usai Kasih Suara Warga Antusias Gunakan Tanda Tinta di Sekarsari

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 293
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Kemeriahan pesta demokrasi dalam Pemilu tidak hanya sebatas di TPS saja. Tetapi juga diberbagai tempat yang menawarkan berbagai promo dengan menunjukkan tanda tinta pencoblosan. Promo tanda tinta ini juga banyak dimanfaatkan oleh warga untuk berkunjung ke Pemandian Sekarsari usai melakukan pencoblosan. Salah satunya adalah Juniarti warga dari Jetis. Ia bersama suami dan kedua […]

  • Kolaborasi Polres Pasuruan Kota dan Gapoktan Ubah Lahan Kering 9,7 Hektare Jadi Ladang Jagung yang Subur

    Kolaborasi Polres Pasuruan Kota dan Gapoktan Ubah Lahan Kering 9,7 Hektare Jadi Ladang Jagung yang Subur

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 200
    • 0Komentar

    KOTA PASURUAN,RI- Program ketahanan pangan terus mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk kepolisian, perusahaan, dan kelompok petani. Salah satu buktinya adalah penanaman bibit jagung serentak yang dilakukan pada 20 November 2024 di Desa Curahdukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Polres Pasuruan Kota, PT. SIER, PT. Syngenta, PT. Chiel Jedang Indonesia, serta Gabungan […]

  • Kios BUMDes Desa Dungun Disewakan Hingga Rp32 Juta, Inspektorat Turun Tangan

    Kios BUMDes Desa Dungun Disewakan Hingga Rp32 Juta, Inspektorat Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Sebanyak 37 kios milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Dungun, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo yang berada di kawasan Rest Area Dungun menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul temuan awak media terkait praktik penyewaan kios dengan nominal tinggi dan bervariasi, yang diduga tidak dikelola secara transparan dan berpotensi merugikan keuangan desa. Dari hasil penelusuran, […]

expand_less