Sedekah Bumi Punduttrate: Dari Tradisi Leluhur Menuju Desa Swasembada Air dan Pangan
- account_circle Pom py
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

Sedekah Bumi Punduttrate: Dari Tradisi Leluhur Menuju Desa Swasembada Air dan Pangan
GRESIK, RI — Tradisi Sedekah Bumi di Desa Punduttrate, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, tahun ini tak sekadar menjadi ritual tahunan. Di balik tradisi syukuran yang diwariskan lintas generasi, warga membawa agenda yang jauh lebih substantif: membangun desa yang mampu memenuhi kebutuhan air dan pangan secara mandiri.
Sedekah Bumi Desa Punduttrate akan digelar pada Sabtu, 12 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menuju Desa Swasembada Air dan Swasembada Pangan.”
Tema tersebut bukan sekadar slogan. Warga Punduttrate mulai menunjukkan langkah konkret melalui gerakan gotong royong membangun sarana tampungan air bersih secara swadaya.
Menariknya, pembangunan tersebut dilakukan atas inisiatif dan kesadaran masyarakat, tanpa mengandalkan APBN, APBD maupun APBDes.
Musyawarah warga menjadi titik awal lahirnya gerakan tersebut, terutama sebagai respons terhadap ancaman kekeringan dan kebutuhan air bersih yang terus menjadi persoalan penting bagi masyarakat desa.
Semangat serupa juga diarahkan pada sektor pangan. Pengelolaan lahan pertanian secara mandiri didorong untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi dari potensi desa sendiri.
Dengan demikian, Sedekah Bumi tahun ini menjadi ruang untuk mempertemukan tradisi, gotong royong, dan gagasan kemandirian desa.
Rangkaian kegiatan akan diisi dengan doa bersama, syukuran, kirab hasil bumi, kirab tumpeng, pembacaan doa Sedekah Bumi, serta makan bersama warga dan tamu undangan.
Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh desa, jajaran pemerintahan desa dan masyarakat umum dijadwalkan turut hadir.
“Melalui Sedekah Bumi ini, kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat tanah dan air. Tetapi yang lebih penting, kita ingin memperteguh tekad bersama agar Desa Punduttrate mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan air dan pangan,” ujar salah satu perwakilan warga.
Bagi masyarakat Punduttrate, mempertahankan tradisi bukan berarti berhenti pada seremoni. Nilai gotong royong yang terkandung dalam Sedekah Bumi justru hendak diterjemahkan menjadi gerakan nyata.
Dari tradisi yang diwariskan leluhur, warga kini membangun visi baru: Punduttrate sebagai desa yang mandiri air, kuat pangan, dan sejahtera masyarakatnya.
Jika konsistensi gotong royong tersebut terus terjaga, Sedekah Bumi Punduttrate bukan hanya menjadi perayaan budaya, tetapi dapat menjadi penanda dimulainya gerakan kemandirian desa dari akar rumput. (Rdwn)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar