Stasiun Pasar Turi Surabaya: Saksi Sejarah, Pusat Mobilitas, dan Simbol Kemajuan Kota
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
- visibility 67
- print Cetak

SURABAYA, RI- 3 Maret 2026 – Stasiun Surabaya Pasar Turi (SBI), yang lebih akrab disapa Stasiun Pasar Turi, tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu stasiun kereta api tertua sekaligus paling vital di Kota Surabaya. Berlokasi sangat strategis di Jalan Semarang Nomor 1, Kecamatan Bubutan, stasiun ini tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi massal utama, tetapi juga sebagai pusat distribusi barang dan simbol sejarah panjang perkembangan perkeretaapian di wilayah Jawa Timur.
Dibangun pada masa kolonial Belanda dengan nama awal Station Soerabaja Goesti, stasiun ini mulai beroperasi secara resmi pada akhir abad ke-19. Sejak saat itu, Pasar Turi telah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting, mulai dari masa penjajahan, perjuangan kemerdekaan, hingga perkembangan pesat Surabaya sebagai kota metropolitan modern.
Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan perdagangan tradisional seperti Pasar Turi, Pasar Atom, dan kawasan bisnis di sekitar Jembatan Merah membuat stasiun ini menjadi simpul ekonomi yang tak tergantikan.
Stasiun Pasar Turi melayani berbagai jenis layanan kereta api, mulai dari kelas ekonomi, ekonomi premium, hingga kereta bisnis dan eksekutif. Beberapa kereta unggulan yang berangkat dan tiba di sini meliputi KA Sembrani, KA Argo Bromo Anggrek, KA Bima, KA Harina, KA Ambarawa Ekspres, serta berbagai kereta lokal dan aglomerasi seperti KA Kertajaya dan KA Jayabaya.
Jalur utara (Pantura) yang dilayani stasiun ini menghubungkan Surabaya dengan kota-kota besar seperti Semarang, Cirebon, Jakarta, hingga Bandung, sehingga menjadi tulang punggung mobilitas antarkota di jalur pantai utara Jawa.
Fasilitas yang tersedia saat ini mencakup ruang tunggu ber-AC yang nyaman, loket tiket konvensional dan self-service check-in, layanan pemesanan tiket daring melalui aplikasi KAI Access, ruang menyusui, musala, toilet bersih, serta berbagai toko, kios makanan, minimarket, dan tenant UMKM yang menawarkan beragam produk mulai dari makanan ringan hingga oleh-oleh khas Surabaya.
Area parkir kendaraan roda dua dan roda empat juga telah diperluas untuk mengakomodasi lonjakan pengguna.
Meskipun bangunan utamanya telah berusia lebih dari satu abad, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya terus melakukan berbagai upaya revitalisasi dan modernisasi. Dalam beberapa tahun terakhir, pembaruan dilakukan secara bertahap, meliputi:
– Perbaikan dan pelebaran area peron agar lebih aman dan nyaman bagi penumpang penyandang disabilitas serta keluarga dengan anak kecil
– Peningkatan sistem informasi penumpang berbasis digital, termasuk layar LED raksasa dan aplikasi mobile yang memberikan update real-time
– Penataan ulang akses masuk-keluar stasiun serta integrasi dengan transportasi umum seperti bus Trans Jatim, angkutan kota, ojek online, dan taksi
– Pemasangan CCTV tambahan serta peningkatan sistem keamanan terintegrasi untuk memastikan rasa aman bagi seluruh pengguna
– Renovasi ruang tunggu kelas eksekutif dan penambahan fasilitas charging station serta Wi-Fi gratis di seluruh area stasiun
Keberadaan Stasiun Pasar Turi tidak hanya sekadar infrastruktur transportasi, melainkan juga pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Surabaya. Setiap harinya, ribuan penumpang datang dan pergi, pedagang kecil memperoleh rezeki dari aktivitas di sekitar stasiun, serta menjadi titik pertemuan berbagai lapisan masyarakat.
“Dengan terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai sejarahnya, Stasiun Pasar Turi tetap menjadi salah satu ikon kemajuan dan dinamika Kota Pahlawan. Kami berkomitmen menjaga warisan ini sambil terus meningkatkan pelayanan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern,” ujar salah seorang pejabat PT KAI Daop 8 Surabaya.
Di tengah perkembangan transportasi cepat dan moda alternatif, Stasiun Pasar Turi terus membuktikan relevansinya sebagai jantung perkeretaapian Surabaya yang tak tergantikan.
(G. Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar