Trans7 Belajar dari Kesalahan, Masyarakat Diminta Untuk Bijak Bermedia Sosial
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
- visibility 231
- print Cetak

SAMPANG, RI – Trans7 baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah menayangkan konten yang dianggap melecehkan kiai dan pesantren di program Xpose Uncensored. Masyarakat masih memviralkan konten tersebut di media sosial, meskipun Trans7 telah meminta maaf dan mengunggah pernyataan maaf di akun X resmi mereka.
Kepala Departemen Programming Trans7, Renny Andhita, mengakui bahwa tayangan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan. “Kami memahami bahwa konten tersebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata Renny.
Jurnalis Radar Indonesia Kabiro Sampang menyatakan bahwa “Kita harus belajar dari kesalahan ini dan memastikan bahwa lembaga penyiaran lebih berhati-hati dalam menyajikan konten.” Jurnalis tersebut juga menambahkan bahwa lembaga penyiaran harus memiliki standar yang tinggi dalam menyajikan konten yang sesuai dengan nilai-nilai masyarakat.
Jurnalis Radar Indonesia Kabiro Sampang juga memohon kepada masyarakat untuk tidak terpancing lagi dan lebih dewasa dalam bermedia sosial. “Mari kita menjadi masyarakat yang lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak terpancing emosi, dan selalu berpikir kritis,” tambahnya.
Masyarakat diharapkan dapat menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak menyebarkan konten yang dapat menimbulkan konflik atau perpecahan. Dengan demikian, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan damai.
Untuk menyelesaikan masalah ini, beberapa langkah dapat diambil:
- Dialog: Lakukan dialog dengan pihak Trans7 dan masyarakat untuk mencari solusi.
- Laporan: Buat laporan kepada KPI atau lembaga terkait.
- Media sosial: Gunakan media sosial untuk menyampaikan pendapat dan membangun kesadaran masyarakat.
Penting untuk mempertimbangkan berbagai aspek dan memilih langkah yang paling efektif untuk menyelesaikan masalah. Memboikot Trans7 bisa menjadi salah satu opsi, namun perlu dipertimbangkan terlebih dahulu apakah boikot akan efektif dalam menyelesaikan masalah.
Trans7 berjanji untuk lebih berhati-hati ke depannya dan meminta maaf kepada seluruh kiai, santri, dan keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo. “Kami akan melakukan evaluasi internal untuk memastikan bahwa konten yang kami sajikan sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan,” kata Renny.
Dengan demikian, Trans7 berharap dapat memperbaiki kesalahan yang telah terjadi dan menjadi lembaga penyiaran yang lebih baik di masa depan.
( G.Nas )
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar