Puncak acara Haul ke – 44 KH. Abdul Hamid Bin Abdulloh Umar dan Haul ke 35 Nyai Hj. Nafisah Bin KH. Ahmad Qusyairi PASURUAN, RI – Puncak acara Haul ke – 44 KH. Abdul Hamid Bin Abdulloh Umar dan Haul ke 35 Nyai Hj. Nafisah Bin KH. Ahmad Qusyairi berlangsung tertib dan lancar Berpusat di Pondok Pesantren Salafiyah, Jalan KH Abdul Hamid Kelurahan Kebonsari Kota Pasuruan Selasa , 02/09/2025
Kharisma dan nama besar Al Arif Billah Almaghfurlah KH. Abdul Hamid sangat melekat di mata umat Islam di seluruh penjuru daerah. Perjuangan dan ketauladanannya menggugah puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah turut menghadiri serangkaian acara dengan khidmat untuk mendapat barokahnya.
Hadir di Haul KH.Abdul Hamid Ke.44 antara lain, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dengan didampingi Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.TP., M.Si., bersama Wakil Wali Kota Pasuruan, M. Nawawi, S.Kom., MM., Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara S.I.K., M.I.Kom, Dandim 0819/Pasuruan, Letkol Inf Boga Bramiko., M.Han,. Turut hadir pula segenap tokoh agama, ulama, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan di tengah kondisi polemik yang terjadi di berbagai daerah.
“Kita baru saja menyaksikan beberapa momen – momen yang memprihatinkan di negeri yang kita cintai ini, namun kita semua meyakini dengan ikhtiar dan doa, bangsa dan negara yang kita cintai ini dapat bangkit untuk menatap masa depan yang lebih baik, ” ujar Wagub Emil.
Wagub Emil juga menyampaikan pesan agar masyarakat saling menjaga dan tidak terpecah dengan berbagai informasi yang diyakininya mudah beredar namun belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Yang membawa risiko besar adalah informasi yang salah yang beredar di media-media sosial,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil juga berpendapat bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, kendati demikian tetap harus disikapi dengan baik agar tidak memicu kerusuhan dan perpecahan.
“Kita juga di pemerintahan terus mawas diri terhadap masukan, walaupun itu lewat kritikan. Kita juga tidak boleh mengatakan bahwa menyampaikan aspirasi itu tidak baik. Boleh disampaikan, disuarakan, sembari tetap berwaspada,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyebut haul KH Abdul Hamid sebagai momen kebersamaan yang sarat nilai keikhlasan. Ia mengajak masyarakat menjadikannya pengingat untuk terus memperkuat persatuan.( mjb)


Tidak ada komentar