Sorotan Terkait Tanah Uruk Sekolah Rakyat Kedungasem Mengarah Hingga ke DPUPR Kota Probolingo
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Polemik tanah Uruk Proyek Sekolah Rakyat SR ini, berawal dari hasil pemantauan Ormas Tapal Kuda Nusantara TKN, yang dipublikasikan oleh salah satu media online di Probolinggo, pada hari kamis 22 Oktober 2026.
“Bahwa proyek Sekolahan Rakyat yang berada di kelurahan Kedungasem Kota Probolinggo, pemerintah kota menganggarkan biaya sebesar 2,6 milyar rupiah, yang dimenangkan oleh CV Alifka kabupaten Jember untuk anggaran pengurukan Sekolah Rakyat Kedungasem Kota Probolinggo, bermasalah”.
M Joyo selaku wakil ketua III DPP Ormas Tapal Kuda Nusantara mengatakan, “kami berdasarkan data menemukan adanya pengirim material tambang yang diduga ilegal, yang masuk kedalam pembangunan sekolah rakyat di kelurahan Kedungasem Kota Probolinggo”, jelas M Joyo di pemberitaan media online terbit 22 Oktober 2026.
Ormas tapal kuda berharap, “agar semua pihak terkait segera melakukan kajian kembali, demi kesuksesan pekerjaan sekolah rakyat, yang bersumber dari APBD kota Probolinggo Jawa Timur. (dikutip dari salah satu media online), pada 22 Oktober 2026.
Sumber berita online yang lain diunggah tanggal 22 Oktober 2026, menjelaskan, “bahwa DPUPR Kota Probolinggo tepis isu material sirtu tak berijin di pembuangan sekolah rakyat, Legalitas material pasir dan batu Sirtu untuk pembangunan sekolah rakyat di kelurahan Kedungasem Kota Probolinggo, setelah muncul nya dugaan penggunaan material tanpa ijin, namun pihak kontraktor dan dinas PUPR memastikan material tersebut berasal dari tambang resmi”.
“Dugaan tersebut dibantah pihak CV Alifcka konstruksi Sofyan Junaidi, selaku staf lapangan kontraktor menyatakan, bahwa material yang digunakan telah dilengkapi dokumen perizinan dan telah diserahkan kepada dinas PUPR Kota Probolinggo”.
“Isu itu tidak benar, kita sudah resmi”, jelas Sofyan, (dikutip dari media online) terbit 22 Oktober 2026.
“Untuk Urukan sirtu ngambil di Pakuniran dari PT bahtera Kurnia abadi”, jelas Ghofur kepala Dinas PUPR.
“Ia menegaskan, bahwa pihaknya telah memastikan kelengkapan perizinan pemasok material tersebut PT bahtera lengkap ijinnya”, pungkas Ghofur. (dikutip dari media online) diunggah 22 Oktober 2026.
Selanjutnya pada hari Jum’at tanggal 23 Oktober 2026, pihak Ormas Tapal Kuda Nusantara mendatangi kantor dinas PUPR Kota Probolinggo, lakukan koordinasi terkait temuan tersebut.
Tak hanya itu, Ormas GMPI Probolinggo pun mendatangi kantor dinas PUPR, dalam hal ini DPD GMPI Probolinggoraya selaku kuasa pendampingan, pengawasan dan pengamanan Pengurukan sirtu proyek Sekolah Rakyat Kedungasem Kota Probolinggo.
Kedua Ormas yang bersebrangan itu, sempat beradu argumentasi dihalaman depan kantor PUPR yang agak memanas namun tetap kondusif. Tak lama kemudian, kedua belah pihak ditemui oleh kepala dinas PUPR, karena hari Jumat, pihak PUPR memberi waktu untuk koordinasi pukul 1 siang setelah sholat Jum’at.
Ketua Ormas DPD GMPI Probolinggo A Dhany saat ditemui mengatakan, “bahwa kami GMPI hanya melakukan fungsi pendampingan pengamanan yang ditunjuk CV Alifcka konstruksi Jember, dengan artian bahwa, pihak GMPI bekerja melakukan pengamanan hululalang kendaraan di wilayah keluar masuk proyek, agar percepatan proyek tersebut berjalan aman dan lancar, dan kami pun mengajak kepada semua pihak, baik awak media, LSM dan ormas untuk saling membantu agar proyek strategis nasional ini selesai tepat waktu”, jelas A Dhany ketua DPD GMPI Probolinggo.
Sementara itu, Sofyan Junaidi selaku staf lapangan kontraktor CV Alifcka konstruksi mengatakan, “bahwa apa yang dikerjakan sesuai dengan aturan dan instruksi dari pihak penyedia yakni Dinas PUPR, dan semua persyaratan baik dokumen perijinan sudah kami penuhi, dan kami serahkan kepada pihak penyedia yakni Dinas PUPR Kota Probolinggo”, ungkap Sofyan Junaidi. (Suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar