Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hearing ADD Blitar Belum Temui Titik Terang, 4 Organisasi Desa Desak Solusi

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 23 menit yang lalu
  • visibility 8
  • print Cetak

BLITAR,RI-Pembahasan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Blitar untuk tahun anggaran 2027 belum menemui titik terang. Empat organisasi yang mewakili unsur pemerintahan desa meminta pemerintah daerah dan DPRD mencari solusi atas persoalan alokasi anggaran yang dinilai perlu ditingkatkan untuk mendukung kebutuhan desa.
Jumat (16/10/2026). Di ruang kerja DPRD Jalan Kota Baru Nomor 10 Kanigoro Blitar.

Pertemuan itu dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i, dan dihadiri beberapa anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Khusna Lindarti, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Empat organisasi yang hadir yakni Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Forum Sekretaris Desa Indonesia (FORSEKDESI), dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan organisasi desa meminta agar kebutuhan pemerintahan desa mendapat perhatian dalam penyusunan APBD 2027. Namun, hearing belum menghasilkan keputusan final mengenai besaran ADD yang akan dialokasikan.

Ketua PKDI, Rudi Puryono, mengatakan pihaknya masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah dan DPRD untuk menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan.

Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap jalannya hearing. Ia menilai pertemuan tersebut belum memberikan ruang yang cukup untuk membahas alternatif penyelesaian persoalan ADD.

Menurutnya, pembahasan anggaran semestinya tidak hanya berfokus pada perencanaan yang disampaikan pemerintah daerah, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pemerintahan desa dan pelayanan masyarakat.

“Ketika kepentingan mereka berdua ini terakomodasi dan desa dikalahkan, enggak fair,” ujarnya..

Ia menegaskan, perjuangan kenaikan ADD bukan semata-mata untuk kepentingan kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun perangkat desa. Menurut dia, kebutuhan anggaran tersebut berkaitan dengan keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa serta mempertimbangkan penyesuaian anggaran secara bertahap.

Salah satu opsi yang disampaikannya adalah penambahan alokasi melalui Perubahan APBD (P-APBD), dengan tetap memperhitungkan kondisi keuangan daerah.

Namun, ia menyayangkan belum adanya tawaran penyelesaian seperti itu dalam hearing.
Dari 4 organisasi desa memberikan waktu sekitar empat hari untuk melihat perkembangan tindak lanjut atas aspirasi mereka.

Pihaknya telah menyampaikan surat kepada lembaga kepolisian terkait rencana penyampaian aspirasi secara terbuka.

Apabila komunikasi dengan pemerintah daerah dan DPRD tidak menghasilkan perkembangan yang diharapkan, konsolidasi organisasi desa berpotensi berlanjut ke aksi yang lebih besar.

“Kalau teman-teman eksekutif dan legislatif , seharusnya ini tidak perlu terjadi,” katanya.

Meski demikian, hingga hearing berakhir belum ada keputusan mengenai besaran ADD yang akan ditetapkan dalam APBD 2027.

Sementara, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i, menjelaskan bahwa penyusunan anggaran daerah memiliki tahapan dan mekanisme yang harus dilalui.

Menurutnya, perencanaan awal APBD berada di tangan eksekutif. Selanjutnya, DPRD membahas rancangan anggaran tersebut dan menjalankan fungsi pengawasan serta memberikan pertimbangan terhadap alokasi yang diajukan.

“Yang punya kewenangan untuk penganggaran pertama itu eksekutif,” ujar Rifa’i usai kegiatan kepada awak media.

Ia menjelaskan, alokasi ADD Kabupaten Blitar sebelumnya telah dianggarkan mendekati 12 persen berdasarkan perhitungan pemerintah daerah. Namun, perubahan kondisi keuangan daerah, termasuk penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), turut menjadi pertimbangan dalam pembahasan anggaran.

Rifa’i juga mengingatkan bahwa penambahan alokasi untuk satu sektor perlu memperhitungkan kebutuhan belanja lainnya. Karena itu, usulan kenaikan ADD harus dibahas dengan mempertimbangkan prioritas pembangunan daerah secara keseluruhan.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, mengatakan pembahasan ADD untuk tahun anggaran 2027 masih berlangsung. Pemerintah daerah masih melakukan penghitungan dengan mempertimbangkan formula yang berlaku serta kemampuan keuangan daerah.

“Minimal 10 persen. Kita sudah menganggarkan kurang lebih 12 persen,” kata Khusna.

Ia menjelaskan, penghitungan ADD berkaitan dengan komponen Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH), sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Khusna, penyusunan anggaran 2027 sebelumnya menggunakan asumsi anggaran 2026 karena informasi mengenai transfer dari pemerintah pusat turut memengaruhi perencanaan daerah.

Setelah dilakukan penghitungan, terdapat komponen anggaran yang mengalami perubahan. Karena itu, usulan penambahan ADD masih perlu dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas pembangunan Kabupaten Blitar.

Khusna belum memastikan apakah besaran ADD akan bertambah atau tetap. Ia menyatakan koordinasi antara pemerintah daerah dan DPRD masih akan dilanjutkan.

“Kita akan komunikasi terus,” ujarnya.

Hearing tersebut belum menghasilkan kesepakatan mengenai besaran ADD yang diminta organisasi desa. Di satu sisi, organisasi desa mendorong adanya penambahan alokasi untuk memenuhi kebutuhan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Disisi lain, pemerintah daerah menyatakan penghitungan anggaran harus mempertimbangkan ketentuan yang berlaku dan kemampuan fiskal.

Perkembangan pembahasan selanjutnya akan menjadi penentu apakah tuntutan tersebut dapat menemukan titik temu melalui mekanisme penyusunan APBD atau berlanjut ke penyampaian aspirasi secara terbuka. ( hms)

Tags
  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Masker Babinsa Rejoso Ingatkan Warganya

    Operasi Masker Babinsa Rejoso Ingatkan Warganya

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 339
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan terus dilakukan oleh Jajaran Kodim 0819 Pasuruan untuk memutus penyebaran Covid – 19 di Wilayah Kota/Kabupaten Pasuruan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Koramil 0819/08 Rejoso, Kamis (16/09/21). Operasi Masker yang melibatkan Personil Babinsa dari Koramil 08 Rejoso ini di gelar sebagai upaya memutus penyebaran Covid -19 di […]

  • Dandim 0819/Pasuruan Ikuti Upacara Dalam Rangka Hut TNI ke 78

    Dandim 0819/Pasuruan Ikuti Upacara Dalam Rangka Hut TNI ke 78

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Pasuruan, RI – Aparat Gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) Angkatan Udara (AU) dan Polri serta kesatuan lain yang ada di wilayah Kota / Kabupaten Pasuruan menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-78. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Yonkav 8/NSW/2/Kostrad, Desa Beji Kec. Beji Kab. Pasuruan, Kamis (5/10/23) dalam […]

  • Main HP Sambil Ngecas, Anselmus Warga Desa Kerohok Tewas Tersengat Aliran Listrik

    Main HP Sambil Ngecas, Anselmus Warga Desa Kerohok Tewas Tersengat Aliran Listrik

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 408
    • 0Komentar

    LANDAK, RI- Nasib naas dialami Anselmus warga Dusun Agal Desa Kerohok Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Anselmus meninggal dunia akibat tersetrum arus listrik saat menggunakan telepon selulernya sambil mengecas, pada Selasa ( 30/7/2024 ). Kapolsek Mandor IPTU Yulianus Van Chanel, TK. S.I.P membenarkan kejadian tersebut dimana dari informasi awal yang didapat pihaknya bahwa korban meninggal dunia […]

  • Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Pasuruan Menggelar Doa Bersama

    Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Pasuruan Menggelar Doa Bersama

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    PASURUAN, RI – Forum kerukunan Umat Beragama ( FKUB) Kota Pasuruan menggelar Doa bersama dengan pemuka lintas agama beserta puluhan ojek online di kantor sekretariat FKUB Jalan panglima Sudirman kota Pasuruan ,Jum,at (05/09/2025). Dalam doa bersama ini hadir wakil walikota Pasuruan M. Nawawi ,serta para perwakilan pemuka pemuka agama dari Islam,kristen ,katolik ,Hindu,Budha,serta agama Khonghucu […]

  • Satgas Imbangan TMMD Ke 123 Kodim 1209/Bky Sosialisasikan Rekruitmen Masuk TNI-AD

    Satgas Imbangan TMMD Ke 123 Kodim 1209/Bky Sosialisasikan Rekruitmen Masuk TNI-AD

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 187
    • 0Komentar

    BENGKAYANG,RI – Satgas TMMD imbangan Ke-123 Kodim 1209/Bky terus sasar dan apliasikan program baik pekerjaan fisik maupun non fisik,dalam pekerjaan non fisik kali ini melakukan sosialisasi rekrutmen Calon Prajurit TNI,di Aula Desa.Sekida.Kec.Jagoi Babang,Kab.Bengkayang.Sabtu (8/3/25). Menurut Pasiter Kodim 1209/Bky Kapten Inf.Bahar bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda, khususnya putra-putri terbaik di […]

  • Dugaan Aktivis Anti Pemerintah Sumenep Berkomplot dengan Mafia Tanah

    Dugaan Aktivis Anti Pemerintah Sumenep Berkomplot dengan Mafia Tanah

    • calendar_month Minggu, 5 Mei 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Didapati Dalam Sebuah Rumah Mewah Saat Disita Polda Sumenep, RI – Beredarnya Video berdurasi 30 detik yang dikirim oleh Asli  Pelapor yang memasukkan H. Sugianto dalam tahanan berlapis baja yaitu  Bapak Tiv Lazaro yang ada di barisan terdepan saat penyitaan dan penyegelan police line  sejumlah aset milik H. Sugianto yang saat ini lagi gencar gencarnya […]

expand_less