Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kepala Desa Tambak Mas Di Duga Melakukan Tindakan Sewenang-Wenang Atas Penggunaan Tanah Milik Warga Tanpa Ijin, Kini Di Duga Akan Merambah Ke Dugaan Korupsi

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
  • visibility 310
  • print Cetak
Sumihartatik Kades Tambak Mas Sukomoro

MAGETAN,RI – Kepala Desa Tambak Mas Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan Jawa Timur yang semula di laporkan oleh warganya  sendiri atas dugaan pemakaian  tanah tanpa ijin  pemiliknya atau kuasanya  sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1960, kini di duga akan merambah  ke penyalahgunaan wewenang dan dugaan Korupsi.

Warga yang sedang membongkar makadam

Untuk di ketahui sebelumnya Kepala Desa Tambak Mas, Sumihartatik di laporkan karena membuat makadam di tanah sertifikat hak milik  warga padahal belum semua warga setuju atas makadam tersebut namun  dengan serta merta pembangunan makadam tersebut tetap di lanjutkan hingga akhirnya di laporkan  ke ranah hukum.

Namun saat kasus ini masih berjalan di Reskrim Polres Magetan, kepala desa tersebut tidak menempuh jalan kekeluargaan  atas dugaan pemakaian  tanah tanpa ijin  tersebut, namun justru di sinyalir membuat persoalan baru dengan membongkar makadam tersebut pada lokasi yang ke dua pada sabtu (24/08/2019) lalu yang mana ada dua lokasi tanah yang di laporkan atas dugaan penggunaan tanap ijin pemilik  padahal secara administrasi pekerjaan yang menggunakan dana desa (DD) tersebut, laporan pertanggungjawabannya ke Pemerintah Pusat semestinya sudah sudah selesai atau tutup buku karena menggunakan dana desa anggaran tahun 2018 lalu  namun justru  membongkar makadam tersebut yang justru di duga akan menimbulkan persoalan baru.

Pak Gendut dan Pak Tuwadi warga desa Tambak Mas

Kepala Seksi  Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Magetan, Sudi Haryansah yang di minta tanggapannya terkait hal tersebut , mengganggap bahwa setiap penggunaan tanah hak milik harus seijin pemiliknya tanpa terkecuali.

“Setiap penggunaan tanah hak milik harusnya minta ijin pemilik dulu gak bisa dengan alasan untuk kepentingan umum lalu memaksakan hak milik orang lain untuk di gunakan atau di makadam itu salah,” ungkap Sudi kepada Koran ini pada Rabu (04/09/19) lalu.

“Malah kami ada sosialisasi dengan pihak Dinas PU misalnya karena tanah dan bangunannya di gunakan untuk pelebaran jalan, minimal bangunan yang ada di lokasi kalau di bongkar akan di bangun kembali sebagai gantinya. Artinya kalau pemilik tanah tidak berkenan tanahnya di gunakan untuk jalan atau di makadam  ya di lewati saja,” terangnya.

Terkait pembongkaran makadam yang sudah selesai pembangunannya beberap bulan lalu dan di bongkar kembali di duga ada unsur korupsi atas pembangunan makadam terebut, Kasi intel juga memberi tanggapannya.

“Terkait pembongkaran makadam yang sudah selesai pekerjaannya dan sudah serah terima ke Pemerintah,kita nanti akan kita lihat dulu unsur pelanggarannya,” ungkapnya. Terkait terllihatnya secara utuh bangunan makdam tersebut lantaran di bongkar dan di duga material dan kwalitas pekerjaan di duga tidak sesuai spesifikasi perencanaan, menurutnya akan menunggu laporan masyarakat.

“Kalau di duga makadam itu di duga ada indikasi korupsi karena setelah di bongkar dan terlihat secara jelas material yang di gunakan dan bila tidak sesuai dengan perencanaan nanti kita tunggu laporan dari masyarakat  dan akan kita tindak lanjuti. Kita sangat berharap Dana desa itu untuk membangun desa jangan sampai di salah gunakan,” tegasnya.

Salah satu warga yang lama berkecimpung di pemerintahan desa setempat selama 29 tahun  merasa heran dengan sikap pihak desa tersebut. ”Kami sebagai warga masyarakat desa tambak Mas tentunya mempertanyakan sikap pihak desa atas pembangunan makadam tersebut. Tentunya menjadi pertanyaan kenapa sudah di Makadam  malah di bongkar lagi,” tanya Gendut panggilan akrab warga tersebut dengan heran.

”Saya kira itu merupakan pelanggaran Hukum dan Kepala Desa dalam hal ini seolah-olah tidak mempunyai program kerja yang jelas. Padahal sebelum di bangun harusnya ada perencanaan dan musyawarah jadi tidak bisa mengambil tindakan membangun makadam kalau akhirnya di bongkar lagi, itu  sangat salah menurut saya. Itu kan menggunakan uang negara dalam hal ini Dana Desa (DD) kan gak semudah itu serta merta di bongkar pasang seolah-olah itu proyek pribadi yang menggunakan uang pribadi. Untuk itu saya harap para lembaga swadaya masyarakat atau pemerhati masalah rakyat Instansi terkait dalam hal ini pengawas dan pemeriksa keuangan turun tangan melihat persoalan ini, karena saya lihat nilai anggaran yang di gunakan dalam proyek itu kemungkinan tidak sampai  menghabiskan anggaran sampai dengan seratus tiga puluh juta lebih (Rp.132.000.000-red) coba di perhatikan permasalahan ini bagaimana  kalau di lihat dari kacamata keadilan bagi masyarakat,” ungkap Gendut(57)  penuh heran, Minggu (8/9/19)  lalu.

“Buat penegak hukum juga kami harapkan ada perhatian kalau ada penyelewengan di sana karena secara kasat mata pun  kwalitas makadam itu di duga kurang bagus  maupun kwantitas yang tentunya berkurang beberapa ratus  meter karena  makadam itu  di bongkar kembali,” pintanya, (tanah makadam yang di bongkar adalah 2,5 M x 16 M dan 2,5 M x 50 M-red). Tuwadi (64) warga desa setempat juga merasa pembangunan makadam tersebut bukan skala prioritas.

”Kalau menurut saya pembangunan makadam itu bukan sesuatu yang prioritas karena sudah ada jembatan dan di sebelah kali sudah ada jalan besar. Jadi saya sangat tidak setuju pembangunan makadam itu anggarannya bisa buat yang lain yang lebih prioritas,” ungkap Tuwadi sepakat dengan Gendut.

Koran ini sudah mencoba konfirmasi ke  Kepala Desa Sumihartatik lewat ponselnya karena beberapa kali koran ini ingin menemuinya  di Kantor Desa belum bisa bertemu, namun koran ini belum mendapat balasan atau tanggapan. (Bs/Ebit/Team).

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Cimahi Komitmen dalam Peningkatan Layanan Kesehatan

    Pemkot Cimahi Komitmen dalam Peningkatan Layanan Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    CIMAHI,RI-Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, Pemkot Cimahi berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Empat Puskesmas pun diintruksikan membuka layanan persalinan 24 jam. Keempat Puskesmas yang membuka layanan persalinan 24 jam itu adalah Puskesmas Melong Tengah, lalu Puskesmas Melong Asih, kemudian Puskesmas Cimahi Selatan, dan yang terbaru yakni Puskesmas Cipageran. “Jadi kita ada […]

  • Paguyuban Sopir Angkot Pemalang Sepakat Dukung Cabup Mansur Hidayat.

    Paguyuban Sopir Angkot Pemalang Sepakat Dukung Cabup Mansur Hidayat.

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Pemalang, RI – Dukungan kepada calon bupati Pemalang Mansur Hidayat terus bertambah. Kali ini datang dari ratusan sopir angkot . Mereka datang dengan membawa mobil angkot , dan mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan cabup Mansur Hidayat – Boby Dewantara. Deklarasi dari sopir angkot Pemalang di Pilbub 2024, Mansur Hidayat berharap agar dukungan ini memberikan semangat untuk […]

  • Program Ketahanan Pangan, Polsek Masalembu Tanam Beni Jagung

    Program Ketahanan Pangan, Polsek Masalembu Tanam Beni Jagung

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sumenep, RI – Jajaran Polsek Masalembu yang dipimpin Kapolsek IPTU. Marsono S.H., bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) dan juga warga, laksanakan kegiatan menanam benih jagung di lahan pertanian warga Dusun Tengah Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep. Rabu, (20/11/2024) Turut serta hadir dalam kegiatan Menanam benih jagung ini Perwakilan Koramil 0827/22 Serka Yohanes […]

  • Kapolda Berikan Semangat Masyarakat Ciptakan Herd Immunity Di Jatim

    Kapolda Berikan Semangat Masyarakat Ciptakan Herd Immunity Di Jatim

    • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 240
    • 0Komentar

    SURABAYA – RI, Pejabat Utama Polda Jatim, Kamis siang (5/8/2021) melakukan pengecekan gerai vaksinasi Merdeka, yang disiapkan oleh Polda Jatim, di Taman Bungkul Surabaya.  “Hari ini kami jajaran Polda Jawa Timur beserta Forkopimda, terus melaksanakan program vaksinasi di seluruh wilayah Jawa Timur. Kemarin kami melaksanakan vaksinasi di pesisir kemudian ke universitas dan sekarang kami melaksanakan […]

  • Bupati Sujiwo Tegaskan: Tak Boleh Ada Warga Miskin Kubu Raya yang Diabaikan Pelayanannya karena BPJS

    Bupati Sujiwo Tegaskan: Tak Boleh Ada Warga Miskin Kubu Raya yang Diabaikan Pelayanannya karena BPJS

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    KUBU RAYA,RI– Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, S.E., M.Sos, menegaskan komitmennya bahwa tidak boleh ada masyarakat miskin di Kabupaten Kubu Raya yang diabaikan pelayanannya, terutama dalam bidang kesehatan, hanya karena tidak mampu membayar iuran BPJS. Hal itu disampaikan Sujiwo dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu […]

  • MTQ Tingkat Kecamatan Siap Digelar Desa Kuala Dua Utus Berberapa  Kafilah

    MTQ Tingkat Kecamatan Siap Digelar Desa Kuala Dua Utus Berberapa Kafilah

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KUBU RAYA,RI- Tidak lama lagi di Kabupaten Kubu Raya akan melaksanakan MTQ tingkat kecamatan yang rencananya dilaksanakan di Kecamatan Sui Ambawangn Kabupaten.Kubu Raya pada 14 April 2026. Tutur Ketua LPTQ Desa Kuala Dua H.Abbas.S.Ag.kepada Media ini kemaren. Dalam hal ini, kami dari Desa Kuala dua tetap mendukung kegiatan MTQ tersebut karena melibatkan semua kecamatan dikubu […]

expand_less