Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kepala Desa Tambak Mas Di Duga Melakukan Tindakan Sewenang-Wenang Atas Penggunaan Tanah Milik Warga Tanpa Ijin, Kini Di Duga Akan Merambah Ke Dugaan Korupsi

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
  • visibility 282
  • print Cetak
Sumihartatik Kades Tambak Mas Sukomoro

MAGETAN,RI – Kepala Desa Tambak Mas Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan Jawa Timur yang semula di laporkan oleh warganya  sendiri atas dugaan pemakaian  tanah tanpa ijin  pemiliknya atau kuasanya  sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1960, kini di duga akan merambah  ke penyalahgunaan wewenang dan dugaan Korupsi.

Warga yang sedang membongkar makadam

Untuk di ketahui sebelumnya Kepala Desa Tambak Mas, Sumihartatik di laporkan karena membuat makadam di tanah sertifikat hak milik  warga padahal belum semua warga setuju atas makadam tersebut namun  dengan serta merta pembangunan makadam tersebut tetap di lanjutkan hingga akhirnya di laporkan  ke ranah hukum.

Namun saat kasus ini masih berjalan di Reskrim Polres Magetan, kepala desa tersebut tidak menempuh jalan kekeluargaan  atas dugaan pemakaian  tanah tanpa ijin  tersebut, namun justru di sinyalir membuat persoalan baru dengan membongkar makadam tersebut pada lokasi yang ke dua pada sabtu (24/08/2019) lalu yang mana ada dua lokasi tanah yang di laporkan atas dugaan penggunaan tanap ijin pemilik  padahal secara administrasi pekerjaan yang menggunakan dana desa (DD) tersebut, laporan pertanggungjawabannya ke Pemerintah Pusat semestinya sudah sudah selesai atau tutup buku karena menggunakan dana desa anggaran tahun 2018 lalu  namun justru  membongkar makadam tersebut yang justru di duga akan menimbulkan persoalan baru.

Pak Gendut dan Pak Tuwadi warga desa Tambak Mas

Kepala Seksi  Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Magetan, Sudi Haryansah yang di minta tanggapannya terkait hal tersebut , mengganggap bahwa setiap penggunaan tanah hak milik harus seijin pemiliknya tanpa terkecuali.

“Setiap penggunaan tanah hak milik harusnya minta ijin pemilik dulu gak bisa dengan alasan untuk kepentingan umum lalu memaksakan hak milik orang lain untuk di gunakan atau di makadam itu salah,” ungkap Sudi kepada Koran ini pada Rabu (04/09/19) lalu.

“Malah kami ada sosialisasi dengan pihak Dinas PU misalnya karena tanah dan bangunannya di gunakan untuk pelebaran jalan, minimal bangunan yang ada di lokasi kalau di bongkar akan di bangun kembali sebagai gantinya. Artinya kalau pemilik tanah tidak berkenan tanahnya di gunakan untuk jalan atau di makadam  ya di lewati saja,” terangnya.

Terkait pembongkaran makadam yang sudah selesai pembangunannya beberap bulan lalu dan di bongkar kembali di duga ada unsur korupsi atas pembangunan makadam terebut, Kasi intel juga memberi tanggapannya.

“Terkait pembongkaran makadam yang sudah selesai pekerjaannya dan sudah serah terima ke Pemerintah,kita nanti akan kita lihat dulu unsur pelanggarannya,” ungkapnya. Terkait terllihatnya secara utuh bangunan makdam tersebut lantaran di bongkar dan di duga material dan kwalitas pekerjaan di duga tidak sesuai spesifikasi perencanaan, menurutnya akan menunggu laporan masyarakat.

“Kalau di duga makadam itu di duga ada indikasi korupsi karena setelah di bongkar dan terlihat secara jelas material yang di gunakan dan bila tidak sesuai dengan perencanaan nanti kita tunggu laporan dari masyarakat  dan akan kita tindak lanjuti. Kita sangat berharap Dana desa itu untuk membangun desa jangan sampai di salah gunakan,” tegasnya.

Salah satu warga yang lama berkecimpung di pemerintahan desa setempat selama 29 tahun  merasa heran dengan sikap pihak desa tersebut. ”Kami sebagai warga masyarakat desa tambak Mas tentunya mempertanyakan sikap pihak desa atas pembangunan makadam tersebut. Tentunya menjadi pertanyaan kenapa sudah di Makadam  malah di bongkar lagi,” tanya Gendut panggilan akrab warga tersebut dengan heran.

”Saya kira itu merupakan pelanggaran Hukum dan Kepala Desa dalam hal ini seolah-olah tidak mempunyai program kerja yang jelas. Padahal sebelum di bangun harusnya ada perencanaan dan musyawarah jadi tidak bisa mengambil tindakan membangun makadam kalau akhirnya di bongkar lagi, itu  sangat salah menurut saya. Itu kan menggunakan uang negara dalam hal ini Dana Desa (DD) kan gak semudah itu serta merta di bongkar pasang seolah-olah itu proyek pribadi yang menggunakan uang pribadi. Untuk itu saya harap para lembaga swadaya masyarakat atau pemerhati masalah rakyat Instansi terkait dalam hal ini pengawas dan pemeriksa keuangan turun tangan melihat persoalan ini, karena saya lihat nilai anggaran yang di gunakan dalam proyek itu kemungkinan tidak sampai  menghabiskan anggaran sampai dengan seratus tiga puluh juta lebih (Rp.132.000.000-red) coba di perhatikan permasalahan ini bagaimana  kalau di lihat dari kacamata keadilan bagi masyarakat,” ungkap Gendut(57)  penuh heran, Minggu (8/9/19)  lalu.

“Buat penegak hukum juga kami harapkan ada perhatian kalau ada penyelewengan di sana karena secara kasat mata pun  kwalitas makadam itu di duga kurang bagus  maupun kwantitas yang tentunya berkurang beberapa ratus  meter karena  makadam itu  di bongkar kembali,” pintanya, (tanah makadam yang di bongkar adalah 2,5 M x 16 M dan 2,5 M x 50 M-red). Tuwadi (64) warga desa setempat juga merasa pembangunan makadam tersebut bukan skala prioritas.

”Kalau menurut saya pembangunan makadam itu bukan sesuatu yang prioritas karena sudah ada jembatan dan di sebelah kali sudah ada jalan besar. Jadi saya sangat tidak setuju pembangunan makadam itu anggarannya bisa buat yang lain yang lebih prioritas,” ungkap Tuwadi sepakat dengan Gendut.

Koran ini sudah mencoba konfirmasi ke  Kepala Desa Sumihartatik lewat ponselnya karena beberapa kali koran ini ingin menemuinya  di Kantor Desa belum bisa bertemu, namun koran ini belum mendapat balasan atau tanggapan. (Bs/Ebit/Team).

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beberapa Warga Masyarakat di Sungai Raya Dalam Dambakan Gedung SMA

    Beberapa Warga Masyarakat di Sungai Raya Dalam Dambakan Gedung SMA

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    SUNGAI RAYA DALAM,RI- Memasuki tahun ajaran baru, setiap tahun itulah yang terjadi, disaat akan mendaftar kan anak – anak Mereka ke jenjang SMA Negeri terbentur dengan Zonasi. Masalah tersebut dikeluhkan berberapa orang tua yang ada di Desa Sungai raya dalam disaat ,anak – anak kami lulus dari SMP kami sangat bingung untuk memasukan anak kami […]

  • Dukung Swasembada Pangan, Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Polres Probolinggo Hasilkan 1,1 Ton Jagung

    Dukung Swasembada Pangan, Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Polres Probolinggo Hasilkan 1,1 Ton Jagung

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI-Polres Probolinggo menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025 di lahan ketahanan pangan yang berlokasi di Desa Alas Sapi Kecamatan Banyuanyar, Sabtu (27/9/2025). Acara ini menjadi bagian dari program Swasembada Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Dari 1500 m² lahan yang ditanami, panen kali ini diperkirakan menghasilkan jagung hingga 1,1 ton. Panen raya ini turut dihadiri […]

  • Karena Suka Main-Main Narkoba Ditangkap Polisi

    Karena Suka Main-Main Narkoba Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 287
    • 0Komentar

    JOMBANG – RI, Sabtu Kanit Narkoba AKP. MOCH. MUKID, SH memerintahkan keanggotanya adanya informasi adanya transaksi jual beli Narkoba di Wilayah Jombang, sekitar jam 08.30 pagi langsung meluncur TKP Dusun Sidowarek Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, (09/01/2021). Didapati Tersangka yang bernama SUPARNO Umur (38) kelahiran Jombang 18-09-1982, bekerja sehari-hari sebagai Tukang Jual Beli Rosokan dengan alamat […]

  • Kapolres Pasuruan Menggelar Silahturahmi Dengan  Para Jurnalis Pasuruan Raya

    Kapolres Pasuruan Menggelar Silahturahmi Dengan Para Jurnalis Pasuruan Raya

    • calendar_month Sabtu, 3 Jul 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 233
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Dalam rangka  menjalin kemitraan dengan para  Jurnalis se Pasuruan  Raya baik media Cetak , Onlen maupun media  Elektronik, Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz  S.I.K., M.Si siang ini melakukan silahturahmi dan sekalian memperkenalkan diri sebagai Kapolres Pasuruan  yang baru.  Acara tersebut digelar di Gedung Tribrata Polres Pasuruan pada hari Jum’at, 02/07/2021 Acara tersebut […]

  • Ngopi Bareng, Dianita: Sehat Itu Dimulai Dari Diri Kita Sendiri

    Ngopi Bareng, Dianita: Sehat Itu Dimulai Dari Diri Kita Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 210
    • 0Komentar

    BELITUNG TIMUR ,RI – Kepala Dinas Kesehatan Belitung Timur Dianita bersama jajarannya bersilaturahmi dengan Awak Media dan LSM Belitung Timur guna menjalin tali silaturahmi yang mana seperti kita ketahui bersama media adalah merupakan corong penyampaian informasi dan edukasi, pertemuan bertempat di salah satu Warung Kopi di Manggar, Jum’at (20/11/2024). Puluhan Awak Media LSM, dan jajaran […]

  • <strong>Bulan Bakti PT Timah Tbk di Belitung Timur Disambut Antusias, Sebanyak 85 Anak Ikuti Khitanan Massal</strong>

    Bulan Bakti PT Timah Tbk di Belitung Timur Disambut Antusias, Sebanyak 85 Anak Ikuti Khitanan Massal

    • calendar_month Kamis, 13 Jul 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 240
    • 0Komentar

    BELITUNG TIMUR – RI, Rangkaian kegiatan Bulan Bakti PT Timah Tbk di Belitung Timur disambut antusias masyarakat. Sebanyak 85 anak-anak mengikuti khitanan massal yang digelar di Kantor Camat Manggar, Kamis (13/7/2023). Menyambut HUT ke-47 PT Timah Tbk, anggota holding industri pertambangan MIND ID menggelar Bulan Bakti dengan kegiatan khitanan massal dan donor yang dilaksanakan di […]

expand_less