HMI Kabupaten Lumajang Mendesak Kapolres Lumajang Undur Diri
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
- visibility 138
- print Cetak

Ilustrasi
LUMAJANG, RI – Maraknya pencurian kendaraan bermotor yang ada di Kabupaten Lumajang akhir – akhir ini semakin gencar sehingga menimbulkan keresahan dan kegelisahan bagi masyarakat asli Lumajang sendiri maupun warga yang datang berlibur dan singgah di Kabupaten Lumajang.
Buntut dari hilangnya empat kendaraan milik mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lumajang akhirnya Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sekertariat Lumajang Intan Nuryani melakukan press release mendesak Kapolres Lumajang untuk mundur dari jabatannya.
“Kami mendesak Kapolres Lumajang untuk mundur diri dari jabatannya, karena telah meresahkan dan gagal memberikan rasa aman masyarakat Lumajang,” Ucap Intan, Sabtu (9/8/2025).
“HMI juga mengungkapkan keprihatinan atas kejadian pencurian di Desa Ranuyoso Kabupaten Lumajang pada tanggal 06 Agustus 2025 dua sepeda motor milik mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Jember (UNEJ) dan saat pencurian terjadi tidak mendengar apapun, hal ini menunjukkan lemahnya sistem keamanan,” imbuh Intan.
Dikutip dari Media Online Kelumajang.com Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 2025 di Kabupaten Lumajang resmi berakhir lebih cepat.
Keputusan ini diambil Universitas Jember (UNEJ) dan sejumlah perguruan tinggi lain setelah rangkaian pencurian sepeda motor menimpa peserta KKN di wilayah tersebut.
Padagal KKN yang dimulai 15 Juli 2025 itu seharusnya berakhir pada 20 Agustus 2025. Namun, demi keamanan, ribuan mahasiswa harus menghentikan kegiatan di tengah jalan
“Kami memahami rasa kecewa mahasiswa, tapi keselamatan mereka adalah prioritas,” kata Sekretaris LP2M UNEJ bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Ali Badrudin, Jumat (8/8/2025).
Surat Untuk Begal dari Bunda Indah
Dilain waktu dan tempat berbeda Bupati Lumajang Bunda Indah Amperawati saat berpidato di salah satu desa di Lumajang, beliau pernah menyampaikan akan surati preman – preman dan begal agar tidak mengganggu Kota Lumajang.
“Saya sepakat tidak ada preman – premanan pokoknya dimasa saya jadi bupati, lumajang ini harus menjadi kota yang aman, tidak ada lagi lumajang kota begal,” ucap Bunda Indah disalah satu akun media sosial Lumajang Gaya Bebas.
“Nanti begal – begal itu mau saya surati, Bapak – bapak begal kasihani saya, saya ini perempuan loh jangan ganggu – ganggu disini nanti tak surati semua begal – begal lewat media sosial aja. Preman – preman juga apalagi mantan premannya udah jadi DPR,” imbuh Bupati Lumajang.
Semudah itu kah menyelesaikan masalah, segampang itu kah untuk menyurati para pelaku kejahatan yang ada di Lumajang, Kapolres Lumajang dan Pemerintah Kabupaten Lumajang harus segera ambil sikap dan wajib menjaga keamanan masyarakat Kabupaten Lumajang sendiri maupun masyarakat kabupaten lain yang datang singgah maupun wisata ke Kabupaten Lumajang. (Azis/Ari)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar