Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pelapor Terindikasi Main Mata dengan Penyidik, Lansia Buta di Pamekasan Dijadikan Tersangka

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
  • visibility 305
  • print Cetak

Pamekasan,RI – Kasus dugaan pemalsuan tanah di Polres Pamekasan yang viral mengguncang jagad sosial dengan mentersangkakan Lansia buta bernama Bahriyah (61) warga Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan terus menjadi kemelut dan menyita perhatian publik. Senin, 25/03/2024.

Bagaimana tidak, kasus tersebut dinilai sangat janggal dan terindikasi kuat ada ketidakberesan dalam proses hukum yang sedang ditangani Polres Pamekasan.

Sebab, Bahriyah merupakan pemilik sah tanah sesuai Leter C Nomor 2208, Blok IIa, Kelas V Luas 0,223 da dan bukti sertifikat  serta bukti pendukung lainnya bahkan terus menerus membayar pajak bangunan sejak mendapat hibah dari orang tuanya.

Namun celakanya, nenek tua yang kesehariannya hanya meraba-raba dan tak berdaya tersebut kini jadi korban dugaan  kriminalisasi oknum penyidik  Polres Pamekasan lantaran dijadikan sebagai tersangka. Minggu, 24/03/2024.

Lantas, setelah kasus lansia buta jadi tersangka viral, dengan penuh bangga Suhartatik (Titik) membuat status WhatsApp.

“Adoww banyak yang komen kok sekarang viral di tiktok gitu. Gak apa-apa saya viral di tiktok, ku dijelek jelekkan monggo dengan senang hati, tapi Allah maha adil kan, suatu saat kebenaran bakalan terungkap. Jangan tanya kenapa kok saya viral di tiktok ya, saya gak bakalan menjawab, la ngok congok dibik, apakah watakku seperti itu, orang yang dekat dan tahu karakter aku itulah jawabnya, titik itu Seperti apa,” demikian status istri polisi tersebut.

Berkenan dengan kasus nenek tua buta tersebut, Praktisi Hukum A. Effendi, S.H turut memberikan sentilan kritik.

A. Effendi menyebut oknum penyidik terlalu buru-buru dalam menetapkan tersangka bahkan terkesan tidak punya otak dan tidak punya hati nurani.

“Oknum penyidik yang mentersangkakan nenek buta pemilik tanah tersebut terkesan tidak punya otak karena saya menduga lebih mementingkan teman se-Profesinya dari pada asas keadilan,” sebut A. Effendi, S.H

Menurut pria berambut gondrong ini, penetapan tersangka tehadap nenek buta justru akan berbuntut panjang dan akan jadi bumerang untuk penyidiknya sendiri.

“Penyidik tidak boleh semena-mena dalam menentukan pasal apalagi menetapkan orang sebagai tersangka. Penyidik juga harus mempelajari berkas berkas dari terlapor dan data data lainnya.

“Juga harus di pahami, Penyidik itu tidak boleh bodoh. Penyidik harus pandai dan banyak belajar lagi tentang UU. Jangan serta- merta karena pelapor  memiliki sertifikat kemudian nenek buta tersebut dijadikan sebagai tersangka. Penyidik harus  jeli dan hati-hati. Pahami itu,” tambahnya.

Lantas, A. Effendi mempertanyakan  apakah penyidik sudah meneliti asal muasal sertifikat itu seperti apa dan bagaimana.

“Sementara Leter C jelas-jelas atas orang tuanya si nenek. Bagaimana bisa kemudian muncul sertifikat yang disiapkan oleh Ibu Bhayangkari tersebut. Nah sertifikat tersebut apakah didapat sesuai prosedural atau tidak,” katanya.

“Sekarang itu banyak oknum penyidik yang tidak memiliki sertifikat kepenyidikan. Makanya tidak banyak penyidik yang paham akan UU.apa lagi pelapornya seorang Bayangkari Pasti sedikit banyak dugaan saya  penyidik akan berpihak karena saya pikir temannya seorang polisi dan pelapornya adalah istri dari si temannya,” tukasnya.

Pendiri Lidik Hukum dan HAM ini menduga ada keberpihakan dan kelengahan penyidik dalam menetapkan tersangka terhadap nenek tua tak berdosa tersebut.

“Saya rasa, penyidik Polres Pamekasan terlalu gegabah dan  terburu buru dalam penetapan tersangka nenek buta. Dan Itu akan menjadi bumerang terhadap penyidik sendiri karena masyarakat luas pastinya tidak akan tinggal diam terhadap persoalan seperti ini. Apalagi ini sudah viral,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya,  Perempuan buta Lanjut usia (61) bernama Bahriyah asal Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, diduga jadi korban kriminalisasi oknum penyidik Polres Pamekasan terkait kasus dugaan pemalsuam tanah yang dilaporkan atas nama titik yang bersuamikan anggota Polisi. Minggu, 24/03/2024.

Nenek tak berdosa pemilik tanah sah sesuai Leter C Nomor 2208, Blok IIa, Kelas V Luas 0,223 da tersebut kini dijadikan tersangka tanpa dasar hukum yang kuat.

Padahal, sejak memperoleh hibah dari orang tuanya pada tahun 1975 hingga sekarang, tanah tersebut tidak pernah ada perubahan data kepada orang lain, termasuk kepada Haji Fathollah Anwar maupun kepada ahli warisnya yang saat ini menjadi pelapor.

Bahkan Bahriyah selalu membayar pajak bangunan sejak mendapatkan hibah dari orang tuanya.



Kendati begitu, pada tahun 2016 -2019, SPPT PBB-Nya tanah milik nenek Lansia tersebut tiba tiba berganti ke atas nama Titik (pelapor) yang diduga secara illegal tanpa izin maupun tanpa adanya peralihan, baik jual beli atau peralihan lainnya.

Kemudian, pada tahun 2020 diganti nama lagi kepada Bahriyah selaku pemilik sah tanah.

Namun celakanya, penyertifikatan SHM No. 1817 a.n. Haji Fathollah Anwar justru menggunakan Letter C Desa No. 2208 atas nama Bahriyah (tersangka).

Berkenan dengan kasus tersebut, Bahriyah, perempuan buta lanjut usia sangat sedih saat ditemui dikediamannya.

Bahriyah mengaku tidak pernah menjual kepada siapapun tanah yang didapat dari orang tuanya.

“Kaule tak pernah ajuwel tanah pak. Napapole pas nyarobot tanana oreng (saya tidak pernah menjual tanah pak. Apalagi melakukan penyerobotan tanahnya orang,” kata Bahriyah saat ditemui wartawan. Minggu, 24/03/2024.

Perempuan buta tak berdosa itu lantas merasa didholimi oleh oknum yang mengkriminalisasi dirinya.

“Kaule ampon epanggil pak polisi, samangken kaule panika eyokoma. (Saya sudah dipanggil Polisi dan sekarang saya mau dihukum) ,” ucapnya sedih.

“Kaule panika salah napah pas eyokomah (saya ini salah apa kok mau dihukum) ,” tambah Bahriyah.

Sementara itu, media Radar Indonesia kesulitan mengonformasi ahli waris Haji Fatollah Anwar yakni titik sebagai pelapor perempuan buta lanjut usia.

Kasi Humas Polres Pamekasan AKP Sri Sugianto saat dikonformasi Radar Indonesia mengenai adanya dugaan kriminalisasi terhadap perempuan buta atas persoalan tanah mengaku baru dengar kasus tersebut.

“Maaf mas, saya baru dengar masalah ini, coba saya klarifikasi ke Sat Reskrim dulu ya,” jawabnya.
(M/Red)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Maut di Transkalimantan: Bus Hantam Truk dan Warung, 1 Warga Tewas di Tempat

    Kecelakaan Maut di Transkalimantan: Bus Hantam Truk dan Warung, 1 Warga Tewas di Tempat

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Foto : Kecelakaan maut bus hantam truk dan warung KUBU RAYA, RI – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Trans Kalimantan KM 15, Dusun Parit Seribut, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Sebuah bus antarkota menabrak warung di pinggir jalan. Seorang pria yang sedang duduk santai di warung tewas di tempat. Peristiwa […]

  • Kapolres Ketapang Pimpin Pelaksanaan Pemeriksaan Administrasi Awal dan Sidang Kelulusan Rikmin Calon Bintara Brimob T.A. 2026 di Polres Ketapang

    Kapolres Ketapang Pimpin Pelaksanaan Pemeriksaan Administrasi Awal dan Sidang Kelulusan Rikmin Calon Bintara Brimob T.A. 2026 di Polres Ketapang

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Polres Ketapang gelar pemeriksaan administrasi Rikmin KETAPANG, RI – Polda Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR memimpin langsung pelaksanaan kegiatan Pemeriksaan Administrasi (Rikmin) awal berkas Pendaftaran Bintara Brimob T.A. 2026 yang dilanjutkan dengan Sidang Kelulusan Rikmin awal, bertempat di Aula Polres Ketapang, Kamis (20/11/2025). Kegiatan tersebut turut didampingi oleh PS […]

  • Pendaftaran KPPS Dibuka, Pj Wali Kota Mojokerto Dorong Partisipasi Warga untuk Sukseskan Pemilu 2024

    Pendaftaran KPPS Dibuka, Pj Wali Kota Mojokerto Dorong Partisipasi Warga untuk Sukseskan Pemilu 2024

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 414
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto resmi membuka pendaftaran calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Pendaftaran akan berlangsung mulai 17 hingga 28 September 2024. Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, menyatakan dukungan penuh terhadap proses pendaftaran KPPS ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk turut […]

  • Tingkatkan Harga Jual Porang, Pemkab Mojokerto Serahkan Suket Registrasi Lahan Ke Petani

    Tingkatkan Harga Jual Porang, Pemkab Mojokerto Serahkan Suket Registrasi Lahan Ke Petani

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 356
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Guna meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto dan mendorong Kabupaten Mojokerto menjadi daerah pemasok utama hasil tanaman porang untuk perusahaan-perusahaan pengolah tanaman porang. Melalui Dinas Pertanian, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyerahkan Surat Keterangan (Suket) registrasi kebun atau lahan porang kepada petani porang di PT. Banshang Technology Jawa Timur, Jalan Mojosari – Pacet No.KM 46.8, […]

  • Partai Perindo Sosialisasi  KTA Sekaligus Perkenalan Caleg DPR-RI Dan Caleg DPRD.

    Partai Perindo Sosialisasi KTA Sekaligus Perkenalan Caleg DPR-RI Dan Caleg DPRD.

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Blitar RI,- Partai Perindo menggelar acara sosialisasi KTA ,(kartu tanda anggota) sekaligus perkenalan Caleg DPR-RI dan Bacaleg DPRD Rabu (27/07/2023) di Kantor Perindo, Lingkungan Jurang Menjing RT/04 RW 01 Kelurahan Garum, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Hadir dalam acara, Jeanne Latumahina sebagai pembicara sosialisasi tentang KTA Perindo , Ketua DPD dan para bakal Calon DPRD Kabupaten […]

  • Satgas Yonif 500/Sikatan Rayakan HUT TNI ke-80 Bersama Jemaat GKII Bethel Silatuga

    Satgas Yonif 500/Sikatan Rayakan HUT TNI ke-80 Bersama Jemaat GKII Bethel Silatuga

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Intan Jaya, Papua Tengah , RI -Suasana penuh khidmat dan kebersamaan terasa di Gereja GKII Bethel, Kampung Silatuga, Distrik Sugapa, saat personel Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan melaksanakan ibadah dan doa bersama masyarakat dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80.minggu, 05/10/2025 Sebanyak 11 personel yang dipimpin oleh Sertu Adi mengikuti rangkaian kegiatan ibadah tersebut bersama […]

expand_less