Amankan Data Publik, Diskominfo Cimahi Luncurkan Instrumen Siber ‘SATRIA’
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

CIMAHI,RI– Pemerintah Kota Cimahi terus memperketat benteng pertahanan digitalnya di tengah masifnya transformasi layanan publik. Guna menangkal ancaman siber dan mencegah kebocoran data sensitif masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi resmi meluncurkan inovasi baru bernama SATRIA (Security Assessment Trilogy for Risk-based and Integrated Assurance).
Instrumen digital ini dirancang khusus untuk mengukur, memetakan risiko, sekaligus memperkuat sistem keamanan informasi pada seluruh layanan publik berbasis elektronik di lingkungan pemerintah daerah.
Inovasi SATRIA diinisiasi oleh Deni Prayitno, Kepala Seksi Persandian dan Pemberdayaan Sumber Daya Telematika Diskominfo Cimahi. Program ini merupakan lompatan besar dari sistem sebelumnya, yakni PAMOR (Patroli Ancaman Siber dan Monitoring Risiko).
Jika PAMOR dahulu sebatas memantau kepatuhan aparatur lewat kebijakan Clear Desk dan Clear Screen, SATRIA hadir dengan cakupan yang jauh lebih komprehensif. Instrumen baru ini membedah tiga aspek vital sekaligus: kesiapan sumber daya manusia (manusia), keandalan sistem (aplikasi), serta keamanan perangkat keras (infrastruktur).
Sebagai langkah awal, uji coba komparatif telah dilakukan di internal Diskominfo Kota Cimahi pada Juli 2026. Hasil penilaian dasar (baseline assessment) mencatatkan capaian yang cukup solid, yakni SATRIA Score sebesar 80,0 dari skala 100. Angka ini menjadi indikator kesiapan sistem sekaligus peta jalan untuk memprioritaskan perbaikan sektor yang masih rentan.
Dukungan penuh terhadap proyek strategis ini datang langsung dari Kepala Diskominfo Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, usai menghadiri pemaparan inovasi tersebut pada Rabu (26/8).
“Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi mendukung sepenuhnya implementasi dan keberlanjutan inovasi SATRIA. Ini adalah langkah konkret kita dalam memperkuat tata kelola keamanan informasi demi mengawal transformasi digital Pemerintah Kota Cimahi,” tegas Ahmad.
Ahmad meyakini, lewat deteksi dini risiko yang dihadirkan SATRIA, kualitas dan keamanan layanan digital Pemkot Cimahi dapat ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Ke depan, Diskominfo Cimahi berkomitmen untuk mematangkan sistem SATRIA melalui digitalisasi instrumen, evaluasi berkala, serta penyediaan dashboard monitoring real-time. Layanan pengawasan siber ini juga segera diperluas ke seluruh perangkat daerah (OPD) di Kota Cimahi guna memastikan seluruh data publik terlindungi dengan aman saat mengakses layanan pemerintah.ungkapnya, R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar