Karnaval Desa Dampaan 2025 Tuai Apresiasi dan menyedot Animo warga Masyarakat
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Senin, 1 Sep 2025
- visibility 127
- print Cetak

Foto Karnaval Desa Dampaan Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik minggu pagi. (Rdwn)
GRESIK,RI – Beragam cara dilakukan warga Kota maupun Kabupaten untuk memperingati HUT Republik Indonesia ke-80 salah satu kegiatan yang banyak ditunggu adalah Karnaval atau Pawai Budaya, Banyak warga yang terlihat antusias berpartisipasi mengikuti Karnaval yang sempat ditiadakan karena Pandemic COVID-19 tengah melanda Indonesia.
Beragam kostum kedaerahan maupun cosplay yang dikenakan warga sebagai bentuk Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025. Dengan adanya karnaval ini juga menyedot animo warga masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalur yang akan dilintasi.
Tak hanya itu, pengguna jalan yang tengah melintas memilih untuk berhenti dan sangat antusias melihat keseruan berbagai ragam penampilan peserta Karnaval.
Kegiatan karnaval dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Desa Dampaan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada hari minggu 31 Agustus 2025 tidak hanya menjadi ajang perayaan tahunan yang meriah, tetapi juga mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan, termasuk dari pemerhati sosial dan pemberdayaan masyarakat, Sulaiman.
Dalam komentarnya, Sulaiman menyampaikan bahwa karnaval Desa Dampaan tahun ini layak diapresiasi karena mampu melampaui sekadar euforia peringatan kemerdekaan. Menurutnya, ada empat aspek penting yang menjadikan kegiatan ini istimewa dan bernilai tinggi:
- Tematik yang Literatif
Setiap kelompok peserta mengusung tema yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mendorong mereka untuk menggali informasi dan literasi budaya secara mendalam. Tema seperti Wali Songo, Suku Dayak, Roro Jonggrang, hingga kampanye pelestarian lingkungan, menjadi pintu masuk bagi warga untuk memahami sejarah, nilai-nilai luhur, dan kekayaan tradisi bangsa. - Kekompakan Sosial
Karnaval ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat di masing-masing RT, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Keterlibatan kolektif ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih menjadi fondasi kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Dampaan. - Kreativitas dalam Pengembangan Tema
Tidak hanya menampilkan tema secara tekstual, peserta juga mengembangkan ide-ide mereka melalui kostum, properti, narasi, dan pertunjukan yang inovatif. Hal ini menunjukkan bahwa warga tidak hanya menjadi pelaku budaya, tetapi juga pencipta yang aktif dalam merawat dan mengembangkan warisan lokal. - Disiplin dan Kepatuhan terhadap Aturan
Seluruh peserta mengikuti alur karnaval dengan tertib, menjaga formasi kelompok, dan mematuhi arahan panitia. Disiplin ini mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya tata kelola kegiatan publik yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Sulaiman menambahkan bahwa kegiatan seperti ini perlu dilestarikan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Ia menyebut bahwa karnaval Desa Dampaan telah menjadi contoh bagaimana budaya lokal bisa diintegrasikan dengan pendekatan baru yang tetap berpijak pada kearifan lokal. “Ini bukan sekadar parade, tapi sebuah hasanah budaya yang hidup—di mana tradisi lama dan gagasan baru saling bersinergi,” ujarnya.
Lebih dari itu, ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menjadikan peringatan hari besar sebagai momentum pemberdayaan, edukasi, dan penguatan identitas lokal. Karnaval bukan hanya soal hiburan, tetapi juga ruang belajar, ruang ekspresi, dan ruang tumbuh bersama.
Festival tahunan di Desa Dampaan Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dinilai mampu mengembangkan potensi budaya lokal yang ada di wilayah tersebut, guna mendorong sektor pariwisata Kabupaten Gresik. Dalam festival yang sudah dimulai sejak pagi tersebut, para peserta menampilkan berbagai atraksi dengan menggunakan kostum pawai yang menarik dan menyuguhkan kebudayaan lokal.
Beberapa diantaranya menampilkan budaya khas daerah dan juga tokoh-tokoh pewayangan serta berbagai cosplay yang sudah dimodifikasi dengan kearifan lokal. Kebersamaan dan semangat partisipasi masyarakat Desa Dampaan diharapkan bisa dipertahankan, terutama dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Gresik, untuk mengembangkan sektor pariwisata yang ada.
Pemerintah Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, dinas terkait, serta para stakeholder, pemerhati pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Gresik diminta untuk selalu memberikan dukungan dan membina masyarakat dalam mengembangkan kepariwisataan di Kabupaten Gresik dan sekitarnya. (Rdwn)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar