Masjid Nurul Iman UNIMAS Di Resmikan Wali Kota Mojokerto
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Senin, 12 Apr 2021
- visibility 323
- print Cetak

KOTA MOJOKERTO – RI, Walikota Mojokerto “Ika Puspitasari” meresmikan Masjid Kampus Nurul Iman Universita Mayjen Sungkono (UNIMAS) Kota Mojokerto sekaligus penandatanganan Prasasti Masjid, acara tersebut digelar pada hari Jum’at (9/4/2021) yang berlokasi di Jalan Irian Jaya Nomor 4 Perumahan Gatoel Kota Mojokerto.
Dalam hal ini Rektor Universitas Mayjend Sungkono Mojokerto Hery Setiawan, SH, M.Si., menyampaikan, bahwa pembangunan Masjid ini dilaksanakan sejak September 2018 dan selesai pada Maret 2021 dengan total biaya pembangunan sebesar 1,8 Miliar.
“Dan perlu kami sampaikan Masjid ini tidak hanya untuk Keluarga Kampus, bisa digunakan oleh masyarakat sekitar serta siapa saja dan Masjid ini diperkenankan untuk semua Umat Muslim dan di manfaatkan sebagai tempat beribadah dan sekaligus sebagai sarana sosial untuk meningkatkan ukhuwah antara Keluarga Kampus Universitas Mayjen Sungkono dengan masyarakat Kota Mojokerto,” ucap Hery Setiawan Rektor Universitas Mayjen Sungkono (UNIMAS).
Dalam sambutannya, Walikota Mojokerto ‘Ika Puspitasari’ mengatakan, Masjid yang diresmikan bertepatan dengan menjelang hadirnya Bulan Suci Ramadhan sangatlah baik, dan disampaikan pula saat ini bencana non alam masih berlangsung, kami berharap semoga dengan doa kita bersama bencana ini segera berakhir di Indonesia termasuk Kota Mojokerto yang kita cintai ini.
“Dengan diberlakukannya PPKM secara mikro di level tingkat RT terbukti sangat signifikan hingga bisa menekan angka penularan Covid-19 di seluruh Daerah di Pulau Jawa, dikatakan pula ini adalah kontribusi seluruh Stakeholder serta peran serta masyarakat secara aktif, hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama, tidak hanya kami yang berada didalam Pemerintahan dan tidak hanya Kepolisian serta TNI tetapi seluruh Stakeholder Universitas Mayjen Sungkono yang tak lain memiliki sekian ribu Mahasiswa berperan serta dan kontribusi untuk mensosialisasikan, serta bersama sama mengendalikan agar tidak terjadinya penyebaran Covid-19 di Mojokerto Raya ini,” ujarnya.
“Dengan kehadiran Bulan Suci Ramadhan ibaratnya sudah di depan pintu, maka Pemerintah melalui Kementerian Agama memberikan Surat Edaran dimana Surat Edaran ini harus kita tindak lanjuti di Daerah-daerah dalam bentuk Surat Edaran, kami Walikota selaku Pemerintah Daerah Kota Mojokerto. Ada beberapa hal dalam Surat Edaran tersebut salah satunya yang perlu kami sampaikan di Forum ini adalah terkait pelaksanaan kegiatan adalah catatan selama Bulan Suci Ramadhan belum ada perubahan bahwa Masjid, Mushola dan seluruh tempat ibadah lainnya diperbolehkan melaksanakan kegiatan Tarawih dan ibadah dengan kapasitas maksimal 50% nya saja,” jelasnya.
Protokol Kesehatan tetap harus ditegakkan begitu juga pelaksanaan Idul Fitri nanti akan berlaku, juga hal yang sama bagi tempat-tempat ibadah yang memang biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar cukup banyak apalagi kapasitas tempat ibadah tersebut tidak mampu menampung akibat adanya Protokol Kesehatan yang ditegakkan, maka diperkenankan menambah dengan tenda agar tetap bisa menampung para Jama’ah, terangnya.
Terkait Zakat Fitrah di Masjid juga begitu ya, tidak boleh ada kerumunan, begitupun pada saat pembagiannya bisa digunakan strategi dengan cara pengumpulan namun terbatas, lebih baik lagi jika diantar dari rumah ke rumah sehingga apa yang menjadi syariat dalam pelaksanaan peribadatan sepanjang Bulan Suci Ramadhan tetap kita lakukan penegakan Protokol Kesehatan.
“Disamping itu, pendidikan karakter bagi generasi penerus Bangsa ini sangat dibutuhkan, disaat itu dulu masih ada pelajaran PMP kemudian beralih nama esensinya sama menjadi PPKN, masih ada P4 namun saat ini sepertinya dengan adanya penghapusan kurikulum, kita melihat anak-anak pada generasi setelah saya jauh mengalami degradasi dan mungkin termasuk salah satunya kenapa kemudian muncul intoleransi atau Islam yang tidak benar, karena pada hakikatnya Islam tidak pernah mengajarkan intoleransi namun mengatasnamakan islam tetapi mengajarkan sesuatu yang sifatnya radikalisme dan intoleransi,” ujarnya.
“Oleh sebab itu, saya sepakat agar generasi penerus Bangsa yang ada di Kota Mojokerto, kita bentengi kembali dengan adanya pemahaman dan kurikulum yang diajarkan sejak dini kepada anak-anak didik kita, kita memang membutuhkan kontribusi dari akademisi, dan kita butuh sinergi apalagi Kota Mojokerto yang sekecil ini, agar Kota Mojokerto bisa menjadi Kota yang paling baik,” tandasnya. (Adv/Bams)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar