Pembangunan 7 Paket Prasarana SMK Negeri 14 Merangin Dengan Jumlah Dana ± 5 Miliar Diduga Asal Jadi, Tidak Sesuai RAB
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
- visibility 386
- print Cetak

MERANGIN – RI, Swakelola sudah tidak asing lagi didalam pengadaan barang dan jasa. Jika dilihat dari pengertiannya maka Swakelola adalah pekerjaan yang direncanakan, dikerjakan, dan diawasi sendiri oleh pelaksana swakelola dengan menggunakan tenaga sendiri dan/atau tenaga dari luar baik tenaga ahli maupun tenaga upah borongan.
Inilah 7 (Tujuh) kegiatan pembangunan prasarana pendidikan SMK Negeri 14 Merangin DAK Fisik tahun 2022 yang dilaksanakan secara Swakelola.
1. 1 (Satu) Unit Ruang Praktek Siswa (RPS) Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
Jumlah Dana: Rp. 1.500.000.000,-
2. 1 (Satu) Unit Ruang Praktek Siswa (RPS) Kompetensi Keahlian Tata Busana
Jumlah Dana: Rp. 1.265.662.000,-
3. 3 (Tiga) Lokal Ruang Kelas Baru (RKB)
Jumlah Dana: Rp. 889.871.000,-
4. 2 (Dua) Lokal Ruang Kelas Baru (RKB)
Jumlah Dana: Rp. 525.024.000,-
5. 1 (Satu) Unit Ruang Laboratorium Biologi
Jumlah Dana: Rp. 455.638.000,-
6. 1 (Satu) Unit Ruang Laboratorium Kimia
Jumlah Dana: Rp. 455.638.000,-
7. 1 (Satu) Unit Ruang Osis
Jumlah Dana: Rp. 227.819.000,-

Kegiatan Pembangunan Prasarana Pendidikan SMK Negeri 14 Merangin dimulai tanggal 4 Juli 2022 dengan waktu pelaksanaan selama 150 Hari Kalender dan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Swakelola. ‘Sesuai dengan yang tertera di papan informasi Proyek’ yang mana Kepala Sekolah hanya sebagai Penanggung Jawab.
Yang jadi pertanyaan, siapa saja yang terlibat dalam Tim pelaksana Swakelola pada SMK Negeri 14 Merangin.?
Pasalnya dua kali Media Radar Indonesia bersama Rekan Media lainnya (11 dan 12 /8/2022) datang ke SMK Negeri 14 Merangin Tidak Mendapat jawaban, baik dari Pak Yusuf sebagai TU mau pun dari Pak Sukron Ketua Komite dan Sumadi Sekretaris Komite semuanya mengatakan tidak mengetahui siapa saja Tim Pelaksana Swakelola, kuat dugaan Tim Pengelola Swakelola hanya formalitas belaka.
Fasilitator yang telah ditunjuk untuk mengawasi Pembangunan Prasarana di SMK Negeri 14 Merangin juga jarang barada dilokasi pekerjaan, seperti yang telah disampaikan oleh Pak Yusup “Fasilitator kadang tiga hari sekali baru datang”.
Juga terlihat dilapangan bahwa untuk pengecoran tapak dan sloof tidak menggunakan batu Split, hanya memakai Sirtu.
Sudah sepatutnya Dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk turun kelapangan guna melihat jalannya Pembangunan Pada SMK Negeri 14 Merangin agar mutu pekerjaan bisa sesuai dengan apa yang telah direncanakan. (Mady/Team)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar