Proyek Miliaran Rupiah, Kanopi Kopdes Merah Putih Banjarwaru Ambruk, Diduga Spek Tak Sesuai
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month 4 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

Proyek Miliaran Rupiah, Kanopi Kopdes Merah Putih Banjarwaru Ambruk, Diduga Spek Tak Sesuai
Lumajang, RI – Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Banjarwaru di Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, menjadi sorotan setelah bagian kanopi depan gedung dilaporkan ambruk.
Koperasi Desa Merah Putih di Lumajang menjadi bagian dari peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Di Kabupaten Lumajang, Desa Banjarwaru menjadi salah satu lokasi yang terhubung secara virtual dalam rangkaian peresmian nasional tersebut. Peresmian dilakukan secara serentak bersama 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah di Indonesia.
Namun, tidak berselang lama setelah menjadi bagian dari program nasional tersebut, bagian kanopi depan bangunan KDMP di Desa Banjarwatu dilaporkan mengalami kerusakan hingga ambruk.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah warga mengaku mengetahui kejadian ambruknya kanopi yang berada di bagian depan gedung koperasi tersebut.
Salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat mengabadikan kejadian tersebut menggunakan telepon genggam. Namun, warga tersebut mengaku kemudian diminta untuk menghapus dokumentasi yang telah diambilnya.
“Sore, Mas, ambruknya. Tadi sempat saya foto tapi disuruh hapus sama pak tentara,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Senin (31/08/2026).
“Untung mas tidak ada anak main padahal biasanya banyak anak main karena dekat sungai dan lapangan mas buat sepakbola, sek brai selamet mas,” Imbuhnya.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Lumajang. Salah satunya LSM Aliansi Masyarakat Perduli Lingkungan (AMPEL) Kabupaten Lumajang. Arsyad Subekti menyesalkan terkait pembangunan yang asal – asalan dan tidak sesuai spek.
“Sangat memprihatinkan mengingat dengan anggaran segitu banyak namun spek bangunan asal jadi, kalau kualitas buruk dan kemudian roboh menimpa warga di sekitar sana lantas siapa yang harus bertanggung jawab,” ujar Arsyad Ketua LSM AMPEL.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab ambruknya kanopi tersebut dan Kepala Desa bungkam dan enggan menjawab pertanyaan awak media. Apakah peristiwa itu terjadi akibat persoalan konstruksi, kualitas material, kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan, atau faktor lainnya, masih memerlukan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang dan pihak terkait.
Peristiwa tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pembangunan gedung yang merupakan bagian dari program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Sebelumnya, pembangunan satu bangunan Kopdes Merah Putih pernah disebut membutuhkan anggaran sekitar Rp1,658 miliar oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, sebagaimana diberitakan media nasional.
Nilai pembangunan tersebut tentu dapat berbeda sesuai dengan spesifikasi bangunan, lokasi, serta pekerjaan yang dilakukan di masing-masing daerah.
Dengan adanya kejadian ambruknya bagian kanopi di KDMP Desa Banjarwaru, masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap konstruksi bangunan secara menyeluruh.
Pemeriksaan dinilai penting bukan hanya untuk mengetahui penyebab ambruknya kanopi, tetapi juga untuk memastikan keamanan seluruh bagian bangunan serta mencegah terjadinya kejadian serupa yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Selain itu, transparansi mengenai pelaksanaan pembangunan, nilai kontrak, spesifikasi pekerjaan, pihak pelaksana proyek, serta pengawasan pembangunan juga menjadi hal penting untuk diketahui publik.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Pemerintah Desa Banjarwaru, pengelola Koperasi Desa Merah Putih, serta pihak-pihak terkait lainnya mengenai peristiwa ambruknya kanopi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab ambruknya kanopi maupun hasil pemeriksaan terhadap kondisi bangunan secara keseluruhan. (Azis/Septa)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar