Breaking News
light_mode
Trending Tags

LSM AMPP Soroti Pemavingan Alun-Alun Penurunan Infaq Masjid hingga Hilangnya Transit Bus

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 103
  • print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Kebijakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengganti seluruh permukaan aspal di sisi Alun-Alun Kraksaan menjadi paving kembali memunculkan gelombang kritik dari berbagai kalangan. Salah satu sorotan paling keras datang dari Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP), H. Luthfi Hamid, yang menilai proyek tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas dan telah menggeser fungsi utama alun-alun sebagai ruang publik, ruang sosial, serta penunjang kegiatan keagamaan masyarakat sekitar.

Menurutnya, alun-alun bukan hanya sekadar ruang estetika atau kawasan yang ditata ulang demi penampilan visual semata, melainkan jantung aktivitas warga yang selama ini berperan sebagai pusat mobilitas, titik transit, hingga ruang interaksi sosial dan keagamaan. Perubahan fisik yang dilakukan tanpa mempertimbangkan fungsi asli kawasan dinilai telah mengakibatkan berbagai persoalan baru yang merugikan masyarakat.

Sejak alun-alun dipaving dan akses depan Masjid Jami’ Kraksaan ditutup, sejumlah aktivitas keagamaan ikut terdampak. Luthfi mengungkapkan bahwa penghasilan infaq masjid mengalami penurunan, sebuah indikasi bahwa jumlah jamaah atau pengunjung yang biasa singgah telah berkurang.

Selama ini, bus dari luar daerah kerap berhenti di depan masjid untuk memberi kesempatan penumpang melaksanakan shalat, beristirahat, atau membeli kebutuhan. Namun kini, aktivitas itu tidak lagi dapat dilakukan.

“Dulu bus dari luar daerah berhenti untuk shalat dan istirahat. Kini sudah tidak bisa lagi karena pemavingan menutup akses parkir bus,” jelas H. Luthfi.

Hal ini bukan hanya memengaruhi kegiatan masjid, tetapi juga mengurangi dinamika ekonomi kecil masyarakat sekitar yang selama ini mendapat manfaat dari arus kunjungan tersebut.

Pemerintah daerah mencoba menyediakan area parkir mobil di sebelah utara masjid sebagai solusi. Namun menurut AMPP, area tersebut tidak memenuhi standar kenyamanan.

“Tidak teduh, panas, tidak nyaman, dan pengendara harus memutar jauh. Ini bukan solusi,” tegas H. Luthfi.

Sementara itu, lokasi parkir motor di sisi barat masjid yang dijanjikan hingga kini belum terealisasi. Kondisi ini membuat jamaah harus berjalan lebih jauh untuk mencapai masjid, padahal sebelumnya mereka dapat parkir langsung di depan area ibadah.

Situasi ini menambah beban bagi masyarakat, khususnya lansia, ibu-ibu, dan jamaah yang datang pada waktu salat Jumat atau kegiatan keagamaan lainnya.

Pemkab Probolinggo beralasan bahwa pemavingan bertujuan memperkuat area pedestrian dan memberikan ruang jogging yang lebih memadai. Namun, menurut pengamatan AMPP, kebijakan itu tidak berjalan sesuai harapan.

Jumlah warga yang memanfaatkan alun-alun untuk jogging justru menurun. Pengunjung yang menggunakan jalur pedestrian hanya sebagian kecil dari total warga yang datang ke alun-alun. Dengan demikian, fungsi olahraga tidak sebanding dengan hilangnya fungsi sosial dan keagamaan yang sebelumnya menghidupkan kawasan itu.

Menurut Luthfi, pemerintah seharusnya memusatkan aktivitas olahraga di tempat yang memang dirancang untuk itu, yaitu Stadion Kraksaan.

“Stadion memiliki fasilitas, ruang terbuka luas, dan lingkungan yang memang didesain untuk olahraga. Lebih baik jogging dipusatkan di stadion, daripada menjadikan alun-alun sebagai tempat olahraga yang justru mengganggu fungsi sosial, keagamaan, dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai bahwa memaksakan alun-alun sebagai pusat aktivitas olahraga justru mengurangi nilai historis dan sosial kawasan tersebut.

Melihat berbagai persoalan di lapangan, AMPP meminta Pemkab Probolinggo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pemavingan. Menurut Luthfi, pemerintah harus mengembalikan fungsi alun-alun sesuai karakter yang telah melekat selama puluhan tahun sebagai pusat interaksi masyarakat.

“Alun-alun bukan sekadar proyek estetika. Ia adalah jantung aktivitas warga. Pembangunan harus menguatkan fungsi sosial, bukan melemahkannya,” tutup H. Luthfi.

LSM AMPP menegaskan bahwa penataan ruang publik harus dilakukan berdasarkan kajian komprehensif dan dialog dengan masyarakat, bukan hanya pertimbangan tampilan fisik. Evaluasi kebijakan pemavingan dinilai penting agar alun-alun kembali menjadi ruang yang ramah, hidup, dan fungsional bagi warga Kraksaan dan sekitarnya.(suh)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Ham Resmi Daftar Calon Bupati lewat PDIP pada Kontestasi Pilkada Pasuruan 2024

    Gus Ham Resmi Daftar Calon Bupati lewat PDIP pada Kontestasi Pilkada Pasuruan 2024

    • calendar_month Minggu, 19 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Pasuruan, RI – H. Hamzah Pujiono atau biasa disebut Gus Ham, salah satu bakal Calon Bupati (Bacabup) Pasuruan periode 2024-2029, mendatangi kantor DPC PDIP Kab. Pasuruan Jl. Yonkav, Ds Beji, Kec. Beji Kab. Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (19/5/2024). Gus Ham datang di kawal patwal diiringi tim 9 serta tim koordinator tim 24 kecamatan. Selain itu, […]

  • Wisnu Hidayatullah, Ketua DPC Projo Karimun Mendesak Anggota DPRD Kabupaten Karimun untuk Berperan Aktif dalam Mengatasi Persoalan Sampah

    Wisnu Hidayatullah, Ketua DPC Projo Karimun Mendesak Anggota DPRD Kabupaten Karimun untuk Berperan Aktif dalam Mengatasi Persoalan Sampah

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 647
    • 0Komentar

    Foto:Wisnu Hidayatullah, Ketua DPC PROJO Karimun mendesak anggota DPRD Kabupaten Karimun untuk berperan aktif dalam mengatasi persoalan sampah BATAM,RI- saat ini di Kabupaten Karimun. Belum terlihat kerja nyata dan tindakan dari DPRD Kabupaten Karimun atas polemik penumpukan sampah yang terus berkelanjutan tanpa ada solusi.“Masalah sampah ini bukan sekedar eksekutif tapi legislatif pun harus sama-sama berkolaborasi […]

  • Ada Apa Dengan Notaris Dan Bank BRI Manukan Dokumen Palsu Bisa Dicairkan

    Ada Apa Dengan Notaris Dan Bank BRI Manukan Dokumen Palsu Bisa Dicairkan

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2019
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 626
    • 0Komentar

    SURABAYA,RI – Dengan adanya kejadian ini masyarakat Surabaya harus lebih hati-hati karena banyak pura-pura menolong malah dipermainkan seperti yang dialami bapak satu ini yaitu Daniel Raga. Sejak kasus ini terjadi Radar Indonesia konfirmasi ke bank BRI cabang Manukan dan jawaban salah satu staf bilang ini sudah urusan pusat, ternyata diduga banyak permasalahan- permasalahan sejak kepemimpinan […]

  • Masalah Kerusakan Jalan Warga Komplek Kota Raya Desa Kapur Audensi Ke DPRD Kubu Raya

    Masalah Kerusakan Jalan Warga Komplek Kota Raya Desa Kapur Audensi Ke DPRD Kubu Raya

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Masalah Kerusakan Jalan Warga Komplek Kota Raya Desa Kapur Audensi Ke DPRD Kubu Raya. KUBU RAYA, RI- Sekitar puluhan Warga Komplek.Kota.Raya Desa Kapur melakukan Audensi di DPRD Kubu Raya pada Selasa 3/02/2026. Turut hadir dalam Audensi tersebut ,Komisi III,DPRD Kubu Raya, Dinas PU Tata Ruang Kubu raya dan Warga masyarakat Komplek kota Raya Desa Kapur. […]

  • Misbachul Munir Terpilih Jadi Ketua DPC Peradi Pemalang ‎

    Misbachul Munir Terpilih Jadi Ketua DPC Peradi Pemalang ‎

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Pemalang, RI – Misbachul Munir ahirnya terpilih sebagai Ketua DPC Peradi Pemalang , menggantikan ketua sebelumnya Anggoro Adiatmojo SH. Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Pemalang menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II pada Sabtu (25/4/2026). ‎ ‎Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Wijaya, Jalan Kenanga, Kelurahan Pelutan, Kabupaten Pemalang. ‎ ‎Muscab ini menjadi agenda […]

  • Perhutani Mojokerto Sosialisasi KKPP Dan Pembentukan Koperasi LMDH di Ngimbang

    Perhutani Mojokerto Sosialisasi KKPP Dan Pembentukan Koperasi LMDH di Ngimbang

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 433
    • 0Komentar

    MOJOKERTO RI (28/08/2024) | Perhutani kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto menggelar acara sosialisasi Kemitraan Kehutanan Perhutani Produktif (KKPP) dan pembentukan koperasi masyarakat desa hutan (KMDH) terkait Peraturan Direksi (Perdir) No.13 Tahun 2023, yang dilaksanakan di Desa Slaharwotan, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngimbang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngimbang, Rabu (28/08).Kegiatan sosialisasi itu bertujuan untuk pengawalan […]

expand_less